Sinopsis Endless Love Episode 1

Minggu, 28 Oktober 2012

Seorang anak kecil digendong ayahnya mengintip di balik kaca, melihat sosok bayi mungil di depannya. Ayahnya lalu menurunkannya dan pergi sebentar. “jangan kemana – mana ya...ayah akan segera kembali”
Si kecil berjalan masuk ke ruangan bayi dan mencabut papan nama bayi tersebut. Suster masuk dan terkejut melihat papan nama yang sudah tergeletak di lantai, tanpa berfikir panjang suster menempelkan papan nama tersebut di box bayi.
Ayah datang dan menggendong anak kecil tersebut keluar, anak kecil tersebut memandangi si bayi (kayaknya dia tahu kalau si suster salah nempelin papan nama)
EPISODE 1
Jun suh berada di ruangan seni sambil membenahi alat lukisnya yang tercecer di kolong meja. Seorang gadis tiba – tiba masuk dan menangis “dasar Jun Suh kurang Ajar!”
Mendengar namanya, Jun Suh lalu muncul dan mengagetkan si gadis. Si gadis terkejut dan akhirnya mengaku kalau ia kesal karena Jun Suh membuang surat cintanya.”ah..maaf, itu karena kau tidak menuliskan namamu, jadi kubuang saja”
Eun Suh melihat di depan pintu dan si gadis menabraknya pergi karena kesal. Eun Suh masuk dan menyerahkan surat cinta + kado dari gadis – gadis. Jun Suh kesal dan membuangnya ke ember bekas cat.
“jangan lakukan ini lagi!” kata Jun Suh lalu pergi
Gadis – gadis yang menitipkan kado tersebut datang “bagaimana? Apakah ia menerimanya?” Eun Suh lesuh dan melirik ke arah ember.
“aiss! Sial! Apa – apaan si Jun Suh!! Dia bahkan belum melihat isinya”
Eun Suh kabur sambil tertawa geli.
Jun Suh mengambil sepedanya dan meninggalkan Eun Suh,”kakak,tunggu! Aku kan tidak bisa naik sepeda”. Mereka lalu berjalan beriringan sambil menenteng sepeda.
Eun Suh meminta maaf dan janji tidak akan melakukan hal tadi, Jun Suh tersenyum “kau dimaafkan. Jangan lakukan hal tadi ya.. karena kakak sudah punya orang yang kakak sukai ^^”
“siapa kak?” Eun Suh rewel memaksa kakaknya memberitahunya, Jun Suh lalu menantang Eun Suh bermain gunting-batu-kertas. “kalau kau menang aku akan memberitahumu”
Eun Suh kontan mengambil ancang – ancang, Jun Suh hanya tersenyum melihat adiknya. “gunting batu kertas!!” Eun Suh kalah! Hahahaha
“kenapa aku kalah terus ya?” Eun Suh cemberut pergi “itu karena kau selalu mengeluarkan batu” Jun Suh bergumam dan tersenyum geli.
Hujan turun dengan deras, Eun Suh dan Jun Suh mengayuh sepeda mereka di bawah hujan yang lebat. Mereka berteduh di emperan gedung tua menunggu hujan reda.
“ah~ sial, rok ku semakin berat gara – gara basah” Eun Suh lalu membuka roknya, Jun Suh terkejut dan melidungi adiknya “apa yang kau lakukan?”
Jun Suh tersenyum melihat adiknya, “kakak, aku kan juga sudah besar makanya aku pakai rok seperti ini ^^”
Di rumah, Eun Suh mandi bersama ibunya. “ibu,ibu pasti akan kaya. Telinga ibu tebal...aku tipis” kata Eun Suh
“ah~ ibu pasti mengadopsi aku kan ^^ hahahaha” Eun Suh dan ibunya bercanda. Ibu memeluk Eun Suh dari belakang dan memegang dada Eun Suh “wah~ begini rupanya ^^”
Makan malam di keluarga Yoon...
Eun Suh mengeluh kekenyangan dengan manja. Ibunya meledek kalau Eun Suh butuh banyak gizi agar dadanya bisa bagus  (haduu..Hyo Rin bingung nulisnya gimana ^^).
“ibu! Ibu membuatku malu! Kan ada ayah dan kakak!!”
Ayah dan Jun Suh tertawa melihat Eun Suh, “sini,biar kakak lihat!” Jun Suh kejar – kejaran dengan Eun Suh. Benar – benar keluarga yang bahagia, dengan 2 anak yang akur ^^
Paginya...
Eun Suh dan Jun Suh berangkat ke sekolah bersama, hari ini Eun Suh akan ikut pemilihan ketua kelas dan menyombongkan diri kalau dirinya akan menang
“apa kau yakin, kau bisa jadi ketua kelas?” ledek Jun Suh
“tentu saja, aku pasti akan mengalahkan Choi Shin Ae”
“Choi Shin Ae? Apa dia menyulitkanmu?” Jun Suh selalu menghawatirkan adiknya, ia takut ada yang membuat susah Jun Suh
“tidak, tidak pernah”
Shin Ae dan temannya menunggu di depan ruang seni, Jun Suh datang dan Shin Ae lalu mendekatinya,
“kakak kelas, aku sangat menyukai lukisanmu. Mm... bisakah kau buatkan aku sketsa lukisan untuk lomba puisi nanti?” kata Shin Ae
Jun Suh yang memang tidak suka diganggu kesal “apa kau pernah melihatku sebelumnya? Apa kau kenal aku? Kenapa kau menyuruhku?”
Shin Ae kesal dan pergi, temannya berteriak “hei Choi Shin Ae..tunggu aku!”
Jun Suh mendengar kalau anak yang tadi itu ternyata Choi Shin Ae, teman sekelas Eun Suh.
Pemilihan ketua kelas.. Eun Suh menang dan mengalahkan Shin Ae. Eun Suh tersenyum seumringah sementara Shin Ae menahan amarahnya. Ibu guru juga mengumumkan kalau yang mewakili kelas untuk lomba puisi bukan Shin Ae tetapi Eun Suh (padahal kemampuan Shin Ae diatas Eun Suh)

“Shin Ae..tidak apa – apa kan.. Eun Suh yang akan lomba, dia bisa dibantu oleh kakaknya” kata Ibu guru
“tidak apa – apa” kata Shin Ae cemberut
“anak – anak.. besok ibu Eun Suh akan membawa kue beras untuk kita semua, terimakasih Eun Suh ^^” ibu guru lagi – lagi meninggikan Eun Suh.
Pelajaran olahraga dimulai.. seluruh kelas mengganti pakaian kecuali Shin Ae. “wah lucu sekali” kata teman Eun Suh,Kang Hee melihat Rok milik Eun Suh
Shin Ae and the gank kesal melihat duo manja ini selalu tersenyum dan bahagia di kelas. Teman Shin Ae meledek mereka yang selalu berlindung di ketiak Jun Suh. “apa hebatnya punya kakak seorang pangeran!”
Eun Suh rada kesal “benar! Kakakku adalah pangeran dan aku putri!” “kalau kak Ju Suh adalah pangeran berarti aku putri pasangannya” kata Kang Hee ikut – ikutan.
Eun Suh mengahmpiri Shin Ae dan mengulurkan tangannya “kelak kita akan bekerja sama, kalau ada yang ingin kau katakan katakan saja padaku”
Kelas dimulai, Eun Suh bermain gembira dengan Kang Hee dan teman sekelasnya di lapangan. Sementara itu, Shin Ae menangis kesal di dalam kelas.
Kelas selesai dan Eun Suh bingung karena roknya hilang. Kang Hee dengan nafas terengah – engah menghampirinya dan bilang kalau roknya digantung di pohon depan lapangan.
Benar saja. Satu sekolah gempar melihat rok bertuliskan Yoon Eun Suh 1 – 2
Kang Hee kesal dan menduga ini ulah Shin Ae, ia ingin melapor ke guru tapi Eun Suh menahannya “sudahlah..”
Eun Suh dengan berani memanjat pohon tersebut dan membuat semua orang bersorak. Dari jauh kakaknya melihatnya dan khawatir sekaligus kesal, ia memikirkan siapa yang berani melakukan hal itu pada Eun Suh.
Eun Suh berhasil mengambil roknya, dan semua orang menyorakinya hebat ^^
Jun Suh, Eun Suh, Kang Hee pulang bersama.
Jun Suh kesal karena Eun Suh tidak memberitahu siapa yang melakukan hal tadi padanya. Kang Hee yang memang cerewet kontan bilang kalau Shin Ae pelakunya.
Jun Suh melihat Shin Ae diseberang jalan dan berniat memberinya pelajaran.
Eun Suh khawatir kakaknya memukul Shin Ae, ia berusaha mengayuh sepedanya dan CRASH !!!!!!! Eun Suh tertabrak mobil dan pingsan. 
Ayah dan ibu tiba di rumah sakit, Jun Suh menangis meminta maaf karena semua ini salhnya “Eun Suh akan dioperasi, ayah ibu..ini semua karena aku” ibu lalu memeluknya
 Ayah dan ibu pergi ke ruang dokter dan bersedia untuk mentransfusi darah. “jadi siapa diantara tuan dan nyonya bergolonan darah B?”
Ayah dan ibu bingung, mereka sekeluarga berdarah O, bagaimana mungkin Eun Suh bergolongan darah B. Mereka memutuskan untuk tes darah dan hasilnya tetap sama.. O
Ibu dan ayah pulang, diperjalanan ayah terus memikirkan tentang perbedaan golongan darah, sedangkan ibu takut memikikannya. Ayah terus – terusan bertanya “siapa anak kita?”, ibu kesal dan frustasi menutup telinganya “anakku hanya Eun Suh!!!”
Di rumah sakit.. Jun Suh memegang tangan Eun Suh dan meminta maaf, “kumohon bangunlah..aku minta maaf”
“kau dimaafkan!” Eun Suh ternyata sedari tadi sadar dan pura – pura pingsan ^^.
 
“Yoon Eun Suh!!!!” kakaknya panik
“kalau aku tidak pura – pura pingsan..kaka tidak akan minta maaf ^^, mm..mana ibu?”
“ibu pulang dan akan ke sini besok”
“kakak kenapa tidak pulang?”
“aku akan menjagamu, kau kan sangat berati bagi kakak”
Sementara itu di rumah, suasana masih kaku “apakah Eun Suh tertukar?” kata ayah
Ibu marah – marah dan berkata kalau ini sudah jelas, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Eun Suh adalah putrinya.
Besoknya, ayah peri ke rumah sakit tempat Eun Suh pernah dilahirkan, ia mengkonfirmasi kalau Eun Suh putrinya apa bukan. Dokter berakta kalau hari itu ada 2 bayi yang lahir dan sama – sama perempuan,yang satu bergolongan darah B dan yang satunya O !!
Sementara itu, Jun Suh menemui Shin Ae. Ia mengancam agar Shin Ae tidak mengganggu adiknya lagi, ia akan menolong Shin Ae membuat ilustrasi lukisan untuk puisinya.
Shin Ae kesal “apa kau sanggup berlutu di hadapanku?”, Jun Suh tanpa berfikir panjang berlutut! Apapun ia lakukan dmi Eun Suh. Shin Ae makin kesal dan pergi. Kenapa semua orang rela melakukan apa saja demi Eun Suh.
Jun Suh melihat mobil ayah lewat, ia penasaran untuk apa ayah dan ibunya kemari. 
Ayah dan ibu ternyata mencari alamat ibu bayi yang juga melahirkan di waktu yang sama dengan ibu. Mereka terkejut melihat rumah yang mereka cari ternyata kumuh dan lebih cocok dijadikan gudang.
“pergi kau bajingan!” seorang ahjumma dengan rambut pendek tak terawat keluar dari rumah tersebut sambil menyiram air ke seseorang.
Mereka mencoba masuk ke rumah tersebut yang ternyata sebuah kedai. Ibu memasang wajah berkerut me;ihat kondisi rumah yang kotor,panci dimana – mana, pakaian kotor terhambur dan kabel listrik aut autan.
Ahjumma tersebut dengan sopan menanyakan apa maksud mereka datang ke tempat seperti ini.
“begini nyonya, apakah putrimu lahir di tanggal 4 oktober?”
“bagaimana anda tahu? Apa anda gurunya? Apa dia bermasalh di sekolah?”
“tidak nyonya. Begini..apa nyonya melhirkan di rumah sakit Karam? apakah kami bisa bertemu dengan putri anda?”
Ibu sudah tidak tahan dan menyuruh ayah segera pergi, mereka berdua cek cok dan ini membuat ahjuma kesal.
“apa – apaan kalian! Apa yang kalian bicarakan tentang putriku!” ahjumma kesal sambil membanting lap di atas meja.
“putri kita mungkin tertukar!” ayah keceplosan
Jun Suh yang ternyata mengikuti ayah ibunya,mendengar semua itu dan terkejut.... Eun Suh bukan adiknya...
Ibu kesal pada ayah dan tidak ingin berbicara sepatah katapun. “ayo kita pergi  memastikannya” kata ayah. Ibu makin kesal dan nyaris frustasi, ia menyuruh ayah segera mengantarnya ke Eun Suh.
Di rumah sakit, Eun Suh asyik membaca buku, ibu lalu datang dan memeluknya.
“apa putri kesayangan ibu baik – baik saja?”
“mengapa ibu datang?”
“aku datang karena putri ibu takut pada hujan..jadi ibu akan menemani Eun Suh”
“aku bukan bayi lagi bu..” kata Eun Suh senang dipeluk ibunya.
Ibu memeluk Eun Suh erat, ia bilang akan melindungi Eun Suh selamanya “Eun Suh..Eun Suh putri ibu... ibu akan melindungi Eun Suh..melihat Eun Suh ke perguruan tinggi..melihat Eun Suh bertemu dengan pria baik..melihat Eun Suh menikah dan mempunyai anak..”
“ibu...^^”
Sementara itu... ahjumma menghayal..ia teringat masa lalu ketika ia melahirkan..
FLASHBACK
Setelah anak kecil (ternyata itu Jun Suh) menjatuhkan papan nama dan suster memperbaikinya, ahjumma datang. Ia memandangi bayi tersebut “kasihan kamu..kamu tidak bisa melihat ayahmu. Si brengsek itu meninggal, tapi ini lebih baik daripada kau mempunyai ayah seperti dia”
FLASHBACK END
Ibu dan ayah mendiskusikan untuk pindah ke Amerika “ayah, ayo kita segera pindah..aku tidak mau  di sini..aku akan pergi bersama Eun Suh ” ayah sepertinya sudah menyerah “baiklah”. Jun Suh mendengar percakapan itu, ia berjalan lesu dan sedih menuju ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Eun Suh sudah menyelesaikan bukunya. Jun Suh lalu datang...
“ada apa dengan ibu dan kakak? Ini aneh..”
“mm..aku datang untuk memberitahumu rahasia! Siapa yang aku sukai”
“beanrkah? Wah~”
“orang itu keras kepala dan agak bodoh, matanya besar dan rambutnya lurus panjang sepertimu, tingginya juga. Ia selalu mengikutiku padahal aku selalu memarahinya. Dia juga tidak bisa naik sepeda ^^”
“itukan aku!  Kakak! Apa kau meledekku?”
“Eun Suh..jika kita berdua tidak bersaudara..apakah kita tetap bisa bertemu?”
“tentu saja..takdir kan mempertemukan kita ^^”
Mereka lalu bermain gunting – batu – kertas untuk tahu apakah ucapan Eun Suh benar. “kalau aku yang menang berarti takdir memang mempertemukan kita ^^”
Mereka lalu suit dan.... “aku menang..wah..batu memang bekerja !!” kata Eun Suh senang.. “sudah kubilang kan kak.. ini karena takdir ^^”
Jun Suh hanya tersenyum dan berharap kalau Eun Suh tidak tahu apa – apa.
Eun Suh sudah sembuh dan kembali bersekolah..tepat di hari pameran. Yoon sekeluarga erkumpul bersama, ibu melihat sebuah lukisan dan pusii lalu memujinya. “ini punya teman sekelasku..Choi Shin Ae” kata Eun Suh
Di tempat lain ahjumma juga datang ke sekolah, ia agak minder menuju ke tempat pameran. Ayah,ibu dan Jun Suh kaget melihat ahjumma datang, mereka bertanya – tanya apakah putri ahjumma itu juga bersekolah di sini?
“ibu! Untuk apa ibu datang kemari? Aku malu ibu!!” Shin Ae mengahampiri ahjumma (mulai sekarang kita sebut Nyonya Choi) itu!
Jun Suh terkejut setengah mati mengetahui kalau putri Nyonya Choi adalah  Shin Ae!
Nyonya Choi juga melihat keluarga Yoon dan terkejut! Shin Ae dan Eun Suh juga bertatapan bingung.. mereka tidak tahu apa – apa ...
 
Bersambung

Hai Hoii! Hoii! Readers..akhirnya Hyo in kembali dengan sinopsis Endless Love ^^
Hyo Rin butuh dukungan, tinggalkan komentar kamu ya ^^, biar Hyo Rin makin semangat dan menyelesaikan Sinopsis ini ^^, Your comments are my spirit ^^

Salam Hoii! Hoii!

3 komentar:

rekhaikmy mengatakan...

.rin, aq bertandang ke blogMu untuk memberi dukungan ...
.slalu ji ku buka blogmu, jadi lanjutkan yah sampe tamat...
.da..dah...

Kim Hyo Rin mengatakan...

gamsahamnida ^^
REKHAIKMY wong sulawesi toh?

rekhaikmy mengatakan...

.hehehe, iya..

Posting Komentar