Sinopsis Good Doctor Episode 2

Jumat, 16 Agustus 2013
Aaaaahhhhhhhh........!!!!
Pagi itu, Dr. Cha Yoon Seo terbangun dan teriak ketakutan karena melihat Park Shi On berdiri di depannya sambil menggosok gigi, hanya mengenakan celana pendek. Yoon Seo terbatuk-batuk, lalu ia melempari Shi On dengan bantal. Apa yang kau lakukan padaku? Kau melakukan sesuatu yang buruk padaku, ya kan?

Shi On tidak menjawab, hanya berusaha menghindar lemparan bantal Yoon Seo. Yoon Seo bingung mencari senjata, ia mengambil remote TV. Menggunakannya sebagai senjata dan tanpa sengaja menyalakan TV yang kebetulan menyiarkan berita mengerikan : Cara yang dipakai pemerkosa semakin berani saja hari demi hari, Polisi mengumumkan, mereka telah menangkap Tuan Park (ha? namanya sama lagi) yang memperkosa 3 orang wanita yang sedang mabuk dengan berpura-pura menjadi pacar mereka, menolong mereka pulang ke rumah, tapi sebenarnya membawa mereka ke rumahnya.

baca selengkapnya disini

Ost Warrior Baek Dong Soo FULL lyrics

Kamis, 15 Agustus 2013

BMK - Hey Buddy

붉게 물든 저 노을은 태양을 삼키고 떠난다
burkge muldeun jeo noeureun taeyangeul samkigo tteonanda
검게 타는 내 심장은 꺼질 듯 슬픈 가슴 안고 운다
geomge taneun nae simjangeun kkeojil deut seulpeun gaseum ango unda
내 맘 가득 차오르는 뜨거운 눈물은 감추고
nae mam gadeuk chaoreuneun tteugeoun nunmureun gamchugo
홀로 돌이킬 수 없는 내일의 희망에 몸을 맡긴다
hollo dorikil su eomneun naeirui huimange momeul matginda

억센 바람소리 흩날리는 기억
eoksen baramsori heutnallineun gieok
엇갈린 운명과 닿을 수 없는 꿈
eotgallin unmyeonggwa daheul su eomneun kkum
험한 세상에서 다시 네 품으로
heomhan sesangeseo dasi ne pumeuro
저기 날아가는 새처럼 나 돌아가려 한다
jeogi naraganeun saecheoreom na doragaryeo handa

Sinopsis Good Doctor Episode 1

Selasa, 13 Agustus 2013
 
Bunyi alarm berdering. Park Shi On bangun dan langsung melipat selimutnya. Mencuci rambutnya dan sisiran, awalnya ia mengatur rambut ala Lee Kang To ^^, tapi kemudian ia mengacak rambutnya. Shi On mengunci pintu dan menoleh sekali lagi sebelum pergi. Shi On menyeret koper berodanya ke satu arah.

baca selengkapnya disini

Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 15



Dong Soo menghabisi Ninja Hitam Ninja Hitam yang mengawal Ji Sun, ia lalu mendekat ke Ji Sun dan ingin menariknya pergi “aku yang akan mengubah takdirmu, yang harus kau lakukan sekarang hanya melangkah”
Utusan Qing kesal dan meminta para pengawal membereskan Dong Soo. Yeo Woon menyuruh pasukan dan pengawalnya mundur, “biar aku yang menangani ini”
Dong Soo menyuruh Ji Sun lari sejauh mungkin dan jangan menoleh, biar dia yang akan menghadapi Yeo Woon.
Dong Soo : syukurlah kau masih hidup, hari ini kau akan benar akan mati ditanganku
Yeo Woon : itu kalau kau bisa melakukannya, Yeo Woon lalu mengeluarkan pedangnya.

Mereka bertarung sengit, dari jauh Kim Hong Do melukis mereka dengan takjub, sementara Jin Ju melihat mereka dengan khawatir.
Dong Soo berhasil mmebuat Yeo Woon kehilangan keseimbangan dan menggores wajah Yeo Woon, “aku ini pembunuh dan aku bisa membunuhmu kapan saja” Yeo Woon tidak tinggal diam dan hampir saja ia menusuk Dong Soo, tapi dia berhenti,
“kenapa? Kau bisa membunuhku sekarang. Kau berani tapi kau tidak bisa membunuh, kau bukan pembunuh sejati! Aku tau kalau kemampuanku jauh dibawahmu tapi aku tidak menyerah pada takdir bodoh seperti yang kau lakukan”

Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 14

Senin, 12 Agustus 2013



Gwang Taek masih terus memukuli Dong Soo sampai tengah hari, Jin Ju Cho Rip dan Mi So mengintip dan khawatir jika begini terus Dong Soo bakalan mati ditangan Gwang Taek.
Sementara itu, Ji mengingat suara Jin Ju yang memanggilnya ibu, ia lalu memberitahu Jin Gi kalau kali ini ia akan menemui Jin Ju.
Ji lalu pergi ke pasar dan melihat – lihat perhiasan yang cocok untuk Jin Ju, ia lalu bertemu Sa Mo. Sa Mo kaget karena ia bertemu dengan salah satu ketua Ninja Hitam, Ji hanya bertanya apakah Jin Ju ada di tempatnya, karena ia ingin menemuinya.
Gwang Taek menyeret Dong Soo dan terus memukuli, tapi mata Dong Soo masih saja sama… KOSONG
Jin Ju kesal dan tidak bisa membiarkan Gwang Taek terus memukulinya, ia lalu menyeret Dong Soo dan Cho Rip untuk ikut bersamanya.
Mereka pergi ke tempat mereka dulu berkumpul waktu kecil. “aku akan masuk bersama Dong Soo, kau tunggu disini dan jangan biarkan 1 orangpun masuk, mengerti?” Jin Ju menyuruh Cho Rip berjaga.
Ia lalu masuk ke dalam ruangan dan membakar ruangan tersebut, “Dong Soo yaa.. kau masih ingat kan waktu kecil kau menyelamatkanku dari api? Maka hari ini kau harus menyelamatkanku juga. Aku tidak akan takut mati disini, karena aku percaya Baek Dong Soo akan menyelamatkanku. Bukankah kamu Baek Dong Soo? Yang akan menjadi ahli pedang terbaik di Joseon? Kumohon Dong Soo…”
Api sudah mulai membumbung tinggi, Cho Rip sudah kelabakan pusing ingin melakukan apa. Gwang Taek datang dan menghalangi Cho Rip yang ingin menolong mereka. “kita harus percaya pada Jin Ju dan Dong Soo”
Ji datang bersama Sa Mo, mereka kaget melihat kelakuan nekat Jin Ju.
“bocah gila! Apa yang ia lakukan?” Sa Mo juga ingin menyelamatkan mereka tapi ditahan oleh Ji.
Api makin membesar dan Dong Soo Jin Ju belum juga keluar. Ji sudah tidak tahan dan menangis ingin menerobos masuk, Gwang Taek bingung kenapa Ji juga ikut campur dalam hal ini
“anak yang didalam itu..itu anakku!”, Gwang Taek kaget, anak Ji? Apakah Jin Ju berarti juga anaknya?
Tiba – tibu pintu rumah itu roboh, Dong Soo muncul sambil menggendong Jin Ju. “dasar bodoh” kata Dong Soo melihat Jin Ju setengah sadar, Jin Ju hanya tersenyum melihat Dong Soo sudah kembali lagi.
Mereka berdua dirawat di rumah Sa Mo, Dong Soo siuman duluan dan melihat ke arah Jin Ju. “Cho Rip aa.. aku tadi melihat ahjumma itu, apa dia disini?”

Sementara itu, di markas Ninja Hitam.. Ji Sun dan Yeo Woon duduk bersama.
FLASHBACK
Ji Sun memegang belati dan siap menikam Chun. “lihat saja, aku akan membunuhmu”, Yeo Woon berusaha mencegahnya tapi Chun membiarkan Ji Sun menusuknya. “lihat nona muda.. apa yang akan berubah jika kau membunuhku?”
Ji Sun lalu menunduk dan sadar.. ia tidak bisa melakukan atau merubah apa – apa lagi.
Yeo Woon menyuruh agar Ji Sun makan walau sedikit, karena wajahnya sudah pucat. Ji Sun menolak keras, Yeo Woon sudah tidak bisa berbuat apa – apa, ia lalu berlutut dan mengarahkan belatinya ke lehernya. “bunuhlah aku, sebagai penebus atas kesalahanku.”
Ji Sun berdiri dan menghindar, Yeo Woon lalu bilang kalau Ji Sun bisa dengan mudah menemui Pm jika ia mati kelaparan, tetapi apakah Ji Sun tidak memikirkan bagaimana perasaan Dong Soo  “setidaknya kau lakukan ini untuk Dong Soo yang sudah gila memikirkan anda sudah mati”
Flashback end—
Besok Yeo Woon akan mengawal Ji Sun pergi ke Qing menemui Kaisar, “apa kau tidak punya sesuatu untuk disampaikan?”
Ji Sun bilang tidak ada karena ia sekarang bukan lagi orang yang hidup, “setidaknya Dong Soo, berilah ia kabar”
Chun memberikan Yeo Woon buku Ekspedisi Utara dan bilang agar ia mengawal Ji Sun dan buku itu sampai ke Kaisar Qing “ kalian akan menemui Utusan Qing besok di pelabuhan”
Sementara itu,
Ji meminta tolong pada Gwang Taek untuk memberikan suratnya ke Jin Ju. Gwang Taek bertanya apakah Jin Ju adalah anak mereka berdua? Ji mengelak. “lalu bagaimana dengan nona Ji Sun? Apakah dia masih hidup?”, Ji bilang kalau Ji Sun masih hidup dan lebih baik mereka tidak tau tentang keadaan Ji Sun, demi menjaga keselamatan Ji Sun.
Dong Soo sudah menunggu Ji, ia menagih janji Ji untuk mengembalikan Ji Sun padanya dan bagaimana kabar Ji Sun sekarang.
Ji : selama peta masih terlukis ditubuhnya, walau dia mati tidak ada tempat yang aman untuknya.nona itu sudah mati, jadi kau lupakan saja dia
Dong Soo : walaupun itu hanya abunya, aku ingin dia kembali
Dong Soo lalu menarik pedangnya dan melawan Ji, “apa yang bisa kau lakukan? Melindungi orang yang kausayangi saja tidak mampu!”
 
Ji dengan mudah mengalahkan Dong Soo, Ji menyuruh Dong Soo melupakan Ji Sun yang sudah mati dan focus saja untuk meningkatkan kemampuannya, “jangan sampai kau kehilangan orang yang kau cintai untuk kedua kalinya”
Dong Soo makin kesal, ia ingin menyerang Ji namun ditahan oleh Jin Gi.
Dong Soo berdiri di depan pintu ketika Jin Gi mulai bercerita tentang siapa Jin Ju sebenarnya.
20 tahun lalu— dia adalah kapten di Ninja Hitam sekaligus pengawal Ji. Suatu hari ia melihat Ji muntah – muntah. Ji lalu minta izin pada Chun untuk pergi selama setahun. Chun walaupun bilang tidak tahu apa alasannya, mengiyakan Ji pergi dan meminta Jin Gi untuk menjaganya.
Beberapa bulan kemudian, Ji melahirkan dan itu adalah Jin Ju, Ji langsung pergi meninggalkan Jin Ju dan sebuah black pearl, meminta tolong agar Jin Gi yang merawatnya.
Jin Gi juga tidak tahu siapa ayah Jin Ju, ia lalu melihat kearah Gwang Taek “itu..mungkin saja” Gwang Taek masih ragu karena Ji menyangkalnya.
Jin Ju akhirnya siuman dan yang ia cari pertama adalah Dong Soo, Dong Soo malu – malu dan canggung berterimakasih dan menyruu Ji agar cepat sembuh “ aku tidak suka wanita sepertimu terlihat lemah begitu. Cepatlah sembuh!”
Jin Ju senyum seumringah melihat usahanya berhasil “kau sudah kembali..Dong Soo”
Sa Mo menyuruh semua orang keluar dan membiarkan Jin Gi bersama Jin Ju, “jangan kita usik ayah dan anak ini”
Jin Gi senang Jin Ju sudah sadar.
Jin Ju : ayah..apakah kau mimpi? Tadi aku melihat ahjumma itu khawatir melihatku. Apa dia… ibuku?
Jin Gi mengangguk dan mulai menitihkan air mata.
Jin Gi : aku bukan ayah kandungmu nak
Jin Ju : aku sudah tau dari kecil, semua orang bercerita kalau ayah bukan ayah kandungku. Tapi aku menyembunyikannya karena takut ayah sedih
Jin Ju dan Jin Gi mulai menangis, Jin Ju bilang walaupun Jin Gi bukan ayah kandungnya tapi Jin Ju menaganggpanya sebagai ayah kandung.
“walau jaman berubah dan dunia terbalik tetap putri Hwang Jin Gi si penjahat budiman! ”, “aku tahu!! Aku kan putrid ayah J!!”
Jin Gi lalu memberikan Jin Ju surat dari Ji, surat itu isinya permintaan maaf Ji
“anakku, ini ibumu. Aku tidak pernah sekalipun melupakanmu, aku meninggalkanmu karena kupikir ini dapat membuatmu bebas dan bahagia. Tapi pikiran bdooh ibumu ini sepertinya membawa banyak derita untukmu. Mulai sekarang ibu tidak akan meninggalkanmu, ibu akan melindungimu” Jin Ju menangis membaca surat dari ibunya.
Dong Soo bertanya ke Jin Gi dimana markas Ninja Hitam, Jin Gi memberitahunya tapi ia tidak ayakin apakah masih disitu karena ini sudah 20 tahun lebih, “bisa saja mereka pindah”
Dong Soo berlari ke tempat yang ditujukan tapi ia tiak mendapati apa – apa, hanya tanah kosong. Dong Soo berteriak kesal dan putus asa—
Dae Woong minum – minum bersama petinggi Ninja Hitam. Orang itu merasa dihianati oleh Chun. Apa hebatnya Yeo Woon? Kenapa bukan dia saja yang jadi pemimpin ke 3? Ia juga sudah mengabdi selama puluhan tahun, dan Yeo Woon baru saja masuk. Dae Woong memanfaatkan kesempatan ini dan bilang kalau ia punya rencana untuk mereka berdua. Tanpa mereka sadari Gu Hyang (si gisaeng) melihat dan mendengar mereka.
Raja melewati kamar pangeran, ia bangga melihat pangeran yang tekun belajar hingga larut malam. Ayah Ratu melihat itu dan segera menuju tempat ratu.
Ayah ratu memprovokasinya kalau pangeran mempelajari filosofi kerajaan Qing dan tidak tidur sebelum jam 3 pagi. Ia takut kalau pangeran anik tahta maka Ratu,pengikut dan keluarganya akan celaka. Ratu menyuruh ayahnya tetap tenang dan tergesa – gesa.
Pengawal pangeran menyuruhnya untuk cepat tidur karena ini sudah pukul 3 pagi, “aku mengkhawatirkan kesehatan pangeran.”
Pangeran minta maaf karena gara – gara dia pengawal itu juga ikut – ikutan begadang “ini karena aku terlalu takut dan tidak bisa apa – apa jika kau tidak ada”
Ji menasehati Ji Sun dan Yeo Woon, ia tidak bisa menjamin Yeo Woon dan Ji Sun bisa pulang dengan selamat ketika sampai di Qing. Ji Sun tidak takut mati dan bilang gara – gara takdirnya banyak orang tidak bersalalah yang mati sia – sia. “aku ingin menggunakan hidupku untuk memutus takdir terkutuk ini, aku tidak ingin keturunanku kelak dan orang lain yang tidak bersalah mati.
“apa tidak ada jalan lain untuk menyelamatkannya?” Tanya Yeo Woon, Ji bilang tidak ada
Gu hyang datang dan bilang kalau Dae Woong masih hidup. Chun bilang tidak usah khawatir karena itu sudah takdir Dae Woong.
Ia lalu memperkenalkan Gu Hyang dan Yeo Woon. Gu Hyang belajar ilmu medis dan tau tentang Qing, belajarlah dari dia, dia juga akan membantumu saat di Qing.
Chun menunjukkan susunan pedang pada Yeo Woon. Susunan pedang peninggalan ketua – ketua Hoksa CHorong, seluruh jiwa raga dan darah para ketua tertuang dalam pedang tersebut.
Chun : hanya sisa 1 yang kosong
Yeo Woon : untuk pedang Gwang Taek?
Chun : akan kugunakan seluruh hidupku untuk mewujudkan impian itu.
Pejabat dan bangsawan di negeri ini hanya mementingkan kekuasaan dan kekayaan, tapi satu satunya yang bisa memporak porandakan Joseon hanya Chun, “bisa dibilang kalau Joseon ada ditanganku”
Chun sangat percaya pada Yeo Woon, ia bahkan rela memberikan semua yang sudah dia raih jika Yeo Woon mau mengikutinya. Yeo Woon menunduk member hormat, “aku akan mengikuti apa yang kau bilang, tapi aku ada satu permintaan… biksu wanita itu, tak bisakah kau menyelamatkannya?”
“itu permintaan kaisar Qing, jadi aku tidak bisa mengabulkan permohonanmu”
chun menyuruh Yeo Woon menyelasaikan misinya dengan baik, karena kalau ia tidak berhasil maka tempat pedang kosong itu akan menjadi tempat pedangnya dan Ji Sun pasti akan meregang nyawa.
Sementara itu, Dong Soo berterimakasih pada Gwang Taek yang berusaha membuatnya sadar kembali. Gwang Taek bilang kalau orang yang harus ia temui adalah Jin Ju “cepatlah, dia akan pulang”
Jin Ju dan ayahnya pamitan pulang, Jin Ju masih clingak clinguk berharap Dong Soo datang. Dong Soo akhirnya datang dan Jin Ju senang sekali, Jin Gi akhirnya mengalah dan membiarkan Jin Ju mengobrol sebelum pulang.
Dong Soo : kau mau kemana?
Jin Ju : aku mau pulang..
Dong Soo : oh ya sudah, hati hati
Jin Ju kecewa, apa Cuma itu yang ingin Dong Soo sampaikan? HAHAHA, Dong Soo lalu menarik tangannya dan memeluknya. “terimakasih, ini yang ingin kuucapkan”, Jin Ju senang bukan main dipeluk Dong Soo, HAHHA
“mm..JIN JU aa..sampai kapan kau terus memelukku?” Dong Soo ketawa Karen Jin Ju memeluknya terus, Jin Ju salah tingkah “ha? Ya sudah,, aku pergi dulu”
Jin Ju lalu diajak ayahnya menemui Ji. Jin Ju agak canggung dan malu menemui Ji,
Ji : maafkan aku…
Jin Ju : kenapa? Kenapa kau menelantarkanku?
Jin Ju : aku tidak bermaksud, aku tidak pernah melupakanmu, walau sedetikpun
Jin Ju lalu memeluk Ji dan memanggilnya Ibu, mereka larut dalam keharuan bersama—
Si petinggi (kita sebut si hitam) Ninja Hitam mencuri stempel milik Chun dan meneymbunyikannya di bawah baju. Chun melihatnya dan bertanya dia sedang apa.
“apa ini?” chun memegang perkamen merah yang ia temukan di kamar Dae Woong, si hitam bilang kalau ia yang menulisnya. Semua nama – nama petarung yang lebih jago daripada Dae Woong, entah apa yang ingin dilakukan Dae Woong dengan itu.
1.       Jeon Heong Mun si tinggi besar yang bisa melumpuhkan samurai dengan tangan kosong
2.       Hwan Jin Gi yang masih memiliki teknik pedang baik bahkan setelah keluar dari ninja hitam. Kepalanya bahkan dihargai 10,000 nyang
3.       Jang Tae San yang melumpuhkan sekampung bandit 
4.       Cendekiawan, tidak ada yang tau siapa nama aslinya, dijuluki begitu karena selalu membawa buku kemanapun ia pergi.
Chun lalu bertanya apa yang ia sembunyikan di balik bajunya, si hitam kaget dan kontan bilang APEL. “jadi kau menyembunyikan apel untuk dimakan saat lapar di jalan?” hahahaa
Si hitam keluar dan beruntung tidak diketahui oleh Chun, sementara Chun menuliskan 1 nama lagi di perkamen itu… Kim Gwang Taek
Gwang Taek memberitahu kalau Ji Sun masih hidup. Semuanya kaget dan ingin menyelamatkan nona Ji Sun. Sa Mo bilang kalau mereka bisa menemukan Yeo Woon dan apsti ada Ji Sun disana, karena besok utusan Qing akan pulang dan mereka pasti bertemu di pelabuhan. Mereka menyusun rencana dan berniat tidak memberitahu Dong Soo,
Tanpa mereka tahu, Dong Soo daritadi mendengar percakapan mereka dan kaget mendengar kalau Ji Sun masih hidup.
Sementara itu, si hitam pergi menemui Dae Woong secara rahasia dan memberikan stempel curiannya.
Di rumah Dae Ju, utusan Qing menanyakan dimana buku ekspedisi utara itu. Dae Ju bilang kalau buku itu ada pada Chun dan Utusan bisa mengambilnya di pelabuhan besok. Dae Woong tiba – tiba masuk dan bilang kalau Utusan Qing tidak akan bisa mengambilnya.
Dae Woong : Ji dan Chun tidak akan datang besok, mereka akan mengutus anak muda yang bernama Yeo Woon. Ia yang akan memberikanmu buku itu
Utusan Qing : mana Chun? Apakah dia berhianat??
Dae Woong : YA! Mereka besok akan mengantarkan buku itu, tapi diperjalanan nanti Utusan akan dihadang oleh beberapa ninja dan mereka akan mengambil kembali buku itu. Jadi kau akan menanggung hukuman karena menghilangkan buku itu.
Utusan Qing termakan omongan Dae Woong, apalagi Dae Woong memperlihatkan surat perintah Chun untuk anak buahnya, bahkan ada stempelnya. WELL.. itu surat palsu buatan Dae Woong.
Dae Ju hanya diam dan ketika utusan Qing pulang ia mendelik kearah Dae Woong “apa yang kau lakukan sebenarnya?”
“ngg..aku hanya berusha mengambil tempatku kembali”
Yeo Woon Ji Sun dan Gu Hyang pergi menuju tempat pertemuan mereka dengan utusan Qing. Sa Mo buru – buru menemui Gwang Taek dan bilang kalau Dong Soo hilang.
Dong Soo memacu kudanya dengan cepat menuju pelabuhan, Gwang Taek dan Sa Mo juga mengikutinya dari belakang. Jin Ju melihat Dong Soo dan bingung kenapa Dong Soo begitu buru – buru. Sementara itu, Kim Hong Do (pelukis waktu itu) datang dan menyapa Cho Rip.
Dae Woong sudah menyusun rencana dan menyuruh si hitam membunuh Ji Sun ketika buku itu sudah diserahkan sementara ia akan mengurus sisanya.
Di tempat pertemuan, Utusan Qing makin yakin dengan apa yang dikatakan oleh Dae Woong semalam. Ia lalu meminta Ji Sun membuka bajunya karena ia ingin memastikan apakah tattoo itu asli atau palsu.
“tubuh ini milik Kaisar, beraninya anda melihatnya terlebih dahulu sebelum kaisar” kata Ji Sun.
Utusan kesal dan menyuruhnya cepat, Yeo Woon tidak terima. Ketika Ji Sun hampir melepas bajunya ia lalu menebas baju Ji Sun hingga robek dan Tattoonya terlihat. “kau bisa melihatnya kan?”. Ji Sun berterimakasih pada Yeo Woon.
Mereka sampai di pelabuhan, 
Yeo Woon bilang ke Ji Sun sekai Ji Sun naik kapal itu maka Ji Sun mustahil kembali, Ji Sun hanya diam dan terus melangkah. Tiba – tiba ia ditodong oelh si hitam, dan si hitam menyuruh Yeo Woon meletakkan pedangnya dan meminta buku ekspedisi utara pada Utusan Qing.
Dae Woong datang bak pahlawan langsung melemparkan pisau ke lengan si hitam dan melumpuhkannya.
Si hitam kaget, karena Dae Woong ternyata menjebaknya dan menjadikannya kemabing hitam. Dae Woong tertawa “bukankah aku selalu begitu?”
Utusan Qing berterimakasih pada Dae Woong dan bilang kalau ia akan mempromosikan Dae Woong pada Kaisar. Mereka semua lalu melanjutkan perjalanan.
Hampir saja Ji Sun naik ke kapal hingga seseorang etriak agar mereka berhenti…. Dia adalah Baek Dong Soo. Dong Soo menghajar semua ninja dan berniat membawa pulang Ji Sun.
Ji Sun : jangan mendekat! Kembalilh, ini takdirku
Dong Soo :kau akan menyesal, kubilang jika sampai disana akan kupastikan kau menyesal
Ji Sun : aku bukan lagi orang yang hidup, aku sudah mati
Dong Soo : kau cepat sekali lupa, aku kan sudah bilang akan melindungimu
Ji Sun : ini takdirku, aku tidak bisa lari
Dong Soo : DIAM! Aku sudah bilang berulang kali kalau aku..Baek Dong Soo yang akan merubah takdir itu, jadi percaya saja padaku!!!