Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 9

Sabtu, 03 Agustus 2013
Dong Soo – Yeo Woon – Cho Rip di hari pertama mereka masuk Istana sudah membuat keributan. Mereka menghajar trainee habis – habisan. Dong Soo dengan teknik beladiri dan jurus ID tag milik Gwang Taek.. Yeo Woon dengan teknik akupunturnya..dan Cho Rip yang meninju habis – habisan.. semua trainee tepar dan babak belur.
Trainee kesal langsung mengambil pedang, trio juga mengambil pedang dan nyaris bertarung. Untung saja Seo Woong datang dan mengehentikan mereka.
Salah satu trainee yang mukanya sudah penuh luka protes, “kami tidak pernah melihat mereka dalam latihan 2 bulan ini, dan kenapa  mereka langsung masuk di latihan terakhir ini. Ini sangat tidak adil.”
“mereka di sewa khusus oleh bangsawan” kata Seo Woong
“aku juga begitu, tapi aku juga ikut latihan dengan mereka. Ini tdak adil” kata anak Dae ju
“yang kau katakana ada benarnya, kalau begitu aku akan mendiskusikannya lagi dengan atasanku”
Sementara itu, Ji Sun samapai di tepat Sa Mo. Ji Sun member salam pada Gwang Taek dan Sa Mo, “aku belum berumur 20 tahun, jadi anda tidak perlu berbicara formal padaku”
“kamu pasti anak Yu Sang Do, yang bertanggung jawab pada Raja terdahulu, Putra Mahkota mengirimmu ke sini, pasti kau sedang berada dalam bahaya” kata Gwang Taek
“aku sudah terbiasa dengan bahaya”
“tolong kau jaga dia baik – baik” Gwang Taek bilang ke Sa Mo.

Di luar Sa Mo mengoceh, kenapa Ji Sun harus menjadi biksu.. kalau bukan biksu sudah pasti ia jodohkan sama Dong Soo. “dia sangat cocok dengan anakku Dong Soo yang kekanakan itu”
Di kantor Seo Woong, trio dimarah – marahi karena sudah berulah. “ini tidak baik bagi kalaian ikut latihan dengan mereka, apalagi yang emngajukan protes adalah ponakan dan anak Dae ju. Berbahaya”
Seo Woong melihat ke arah Dong Soo dan menanyakan bagaiamana bisa Dong Soo mempelajari ID tag
“ah? Aaaa.. itu.. aku melihat Gwang Taek beberapa kali menggunakanya, aku tiru saja!” jawabnya enteng
Seo Woong memujinya yang bisa menguasai hanya dengan mengamati, Dong Soo makin besar kepala dan sambil cengengesan ia bilang kalau itu karena dia genius! HAHAHAHA
Mereka lalu pergi, Seo Woong lalu bicara dengan bawahannya “aku bahkan mengahbiskan 1 tahun  untuk menguasai jurus itu”
 
Semua trainee dan trio berkumpul di lapangan mendengar pengumuman dari Seo Woong.
* nilai paling tinggi akan menjadi pengawal pribadi Putra Mahkota
* nilai kedua akan menjadi penjaga istana
* nilai ketiga menjadi pengawal bangsawan
* nilai terendah akan menjadi penjaga suar. (jabatan yang paling dibenci, ditempatkan di perbatasan, kerja tidak jelas, dan jarang mendapat promosi)
“kalian bertiga tidak mengikuti latihan, maka kalian ditugaskan menjadi penjaga suar” kata Seo Woong
Seluruh trainee yang babak belur tersenyum puas, “rasakan itu”
Trio complain habis – habisan “orang sehebat kita ditempatkan disitu?” “haaa..tidak masuk akal!! Apa – apan ini!! Penjaga suar??”
Seo Woong melapor ke Putra Mahkota kalau trio ditugaskan menjaga suar, di perbatasan antara Pyeongando, Hwanghae dan Gaeseong.
“bukankah orang itu ada disitu juga?”
“ ya.. dan guru Gwang Taek juga sudah kembali, Yang Mulia. Ia sekarang berada di tenpat Sa Mo”
“kalau begitu ia pasti sudah bertemu dengan Ji Sun, aku harap Gwang Taek bisa langsung segera menemuiku”
Ji berjalan di kegelapan mata dan betapa kagetnya ia melihat selebaran bergambar wajah Jin gi “dicari”
“sudah kubilang, diam saja dan serahkan ini padaku” Ji pergi menemui Dae ju
“bisa – bsianya aku diam sementara surat itu tidak tahu dimana, kalau kau bisa… bawa mayat Jin Gi kemari!!”
Ji lalu memberikan bungkusan hitam yang ternyata berisi patahan pedang Jin Gi. Dae ju membenarkan kalau itu milik Jin Gi, namun dimana mayatnya? Dan mana surat itu?
“saat aku hamper membunuhnya, ia melompat kea pi berSa Moa surat itu. Kau tidak usah khawatir.. surat itu sudah tidak ada di dunia. Aku dapat menjaminnya dengan nyawaku”
Gwang Taek mengobrol dengan Sa Mo, ia lalu menyerahkan buku dasar bela diri yang 
ia susun. Sa Mo terkesima dan menyuruh Gwang Taek memperagakannya. “dengan kondisi ini, aku tidak mungkin memperagakannya. Buku itu berisi 18 jurus”
Jin Ju datang dan menyapa, Gwang Taek Tanya siapa dia. Sa Mo menjelaskan kalau Jin Ju adalah anak Jin Gi, Jin Gi si penghianat (dulu Jin Gi anggota Ninja Hitam).
Sa Mo : kau sudah lama di Qing,makanya tidak mengenalnya.. kau tahu.. anak ini yang selalu mengejar – ngejar Dong Soo waktu kecil HAHAHAHA, ada apa? Apa kau ke sini mencari Dong Soo?
Jin Ju : tidak!!! Aku hanya mampir saja,
Gwang Taek : anak ini cantik dan manis (please Gwang Taek…that’s your daughter with Ji!!!)
Jin Ju: maaf? Ah… terimakasih J kalau begitu aku pamit dulu…
Jin Ju lewat depan rumah Dae ju, ia berfikir kalau ini tangkapan empuk. 
Jin Ju dengan keranjangnya mencoba menjadi sales parfum.
Jin Ju : ini adlaah parfum dari barat nyonya… wanginya tidak akan membuat lelaki pergi. Bahkan Hwang Jin Yi yang terkenal itu juga memakainya!!!
Istri Dae ju : kau jangan bercanda, mm.. bagaimana kalau aku mencoba wanginya dulu
Jin Ju tersenyum licik dan mulai merayu, ia mengipas – ngipas bau botol parfum yang ia bawa, dan ternyata adalah obat BIUS! Hahaha, istri Dae ju teparr dan dengan sigap Jin Ju mengambil perhiasan dan kaburr.. HAHAHA
Jin Ju pulang dan seperti biasa, ayahnya ngamuk karena Jin Ju kabur dan mencuri terus. HAHAHA
Tanpa mereka sadari mereka di panatu oleh Chun. Chun lalu kembali mengingat bagaimana ekspresi Ji menanyakan nama anaknya…
Jin Gi melihat sudah tidak ada orang, ia lalu membakar habis Chilk Seo (surat), Jin Ju ternyata melihatnya dengan curiga.
Trio berangkat menuju suar.
Dong Soo : bagaimana kalau kita singgah sebentar dan pamit pada Sa Mo
Cho Rip : apa kau piker Sa Mo mau mendengar kalau kita ke istana hanya untuk menjaga suar?
Yeo Woon : ayo kita bergegas, kita harus sampai di sana sebelum tengah hari
Mereka akhirnya sampai dengan tergpoh – gopoh dan langsung membaringkan diri. Seseorang lalu keluar, Seo Yu Dae.
Yoo Dae yang paling tua dan paling senior menyuruh memberikan mereka tugas pertama.
Yoo Dae : kayu bakar harus setiap hari diganti dan harus kering, dan kalian harus mencari kotoran serigala dan sii ke kotak ini. Itu dipakai untuk menghidupkan api
Dong Soo dan Cho Rip kaget setengah mati… “kotoran serigala?” HAHAHHA
Yoo Dae bilang kalau mereka bisa tidak mengganti kayu bakar jika hujan, dan bisa mengganti kotoran serigala dengan kotoran sapi atau kuda
Yeo Woon ngeyel : bagaimana kalau kita tidak bisa menemukan ketiganya?
Yoo Dae : keringkan punyamu sendiri!!!
HAHAHAHHAHAA Cho Rip dan Dong Soo mau muntah!
Ji Sun berdiri sendiri sambil memandang langit, Mi Hyo diam – diam mengintipnya dan memanggilnya serigala, Ji Sun balik dengan tatapan tajam dan dinginnya, membuat Mh kaget dan kabur.
Sa Mo meminta tolong pada Jang Mi agar Ji Sun bisa tinggal di rumahnya,
Sa Mo : akan terlihat aneh kalau ia tinggal di tempat pria
Jang Mi : baiklah, aku akan berbagi kamar dengannya
Sa Mo : ahh..kau baik sekali, seperti Peri. Jang Mi tersipu malu
Dong Soo memperhatikan Yoo Dae dan bertanya – Tanya sudah berpaa lama Yoo Dae bertugas di sini. Yoo Dae berfikir – fikir dan mencoba mengingat.. “30 tahun!”, Dong Soo kaget bukan main
Yoo Dae : aku disini sejak latihan terakhir (sama seperti trio)
Dong Soo : apa kau tidak ikut ujian?
Yoo Dae : percuma.. apa yang bisa kau dpat disini? Kau tidak bisa mengalahkan mereka yang bekerja di ibukota, mereka dengan gampang lulus karena punya koneksi dan menyuap.
Mereka bertiga keringat dingin, jangan – jangan mereka akan mati membusuk sebagai penjaga suar! HAHAHAHA
Yoo Dae makin usil menakut – nakuti mereka, terutama Dong Soo tentunya! HAHAHAA
Yoo Dae bilang kalau disini rentan hukuman mati, jika mereka terlambat sedetiks aja menyalakan api.. mereka akan dibunuh begitu saja.
Dong Soo : dibunuh begitu saja?
Yoo Dae : kau piker saja, kalau sedetik saja kalian tidak mengirim sinyal dengan api.. Negara kita bisa saja DIJAJAH! Kau tidak percaya? Tahun lalu ada 10 – 15 penjaga seperti kalian yang mati gara – gara itu.
Trio kecuali Yeo Woon makin keringat dingin, Cho Rip bahkan hamper menangis! HAHHAAHAH, dasar anak  - anak :p
Dong Soo menikmati tidur siangnya, Yoo Dae lalu datang dan enimbunnya dengan pakaian kotor. Dong Soo berteriak hamper sesak dengan bau pakaian! Hahaha
Dong Soo : kau tidak pernah mencuci ya?
Ys : sudah setahun!
Cho Rip dan Dong Soo kesal bukan main, bisa – bisanya Yoo Dae tidak mencuci pakaian selama setahun dan menumpukya begitu saja! HAHHAHA, mereka bahkan hamper muntah,
Ys membodoh – bodohi Dong Soo dan Cho Rip, 
Yoo Dae : aku punya 1 cara agar kalian bisa keluar dari sini dengan cepat!!
Dong Soo : apa? Apa?????, Dong Soo memohon sambil senyum senyum manis
Yoo Dae : caranya….. CUCI dulu pakaian ini!
HAHAHAHAHA
Sementara itu, di Hoksa Chorong (markas Ninja Hitam), Dae Woong mengamuk tidak jelas, ia bahkan menebas orang tanpa kesalahan.
Ji dan Chun duduk bersama, Ji bertanya ada apa dengan Chun akhir – akhir ini?
Chun : aku baru saja bertemu dengan Gwang Taek, kalau kau penasaran.. temui saja dia.
Dae Woong masih mengamuk dan bersumpah akan memotong – motong tubuuh Gwang Taek. Chun yang mulai kesal memperingatkan kalau jangan membawa masalah pribadi ke dalam Ninja Hitam.
Dae Woong kesal karena Chun dan Ji tidak mendukungnya, ia membanting pintu dan bilang ia punya jalan sendiri!!
Di sungai…
Cho Rip mencuci baju busuk itu sambil menahan muntah, ia lalu melihat Dong Soo dan Yeo Woon santai bukan main.
Cho Rip : oi Dong Soo! Kau bilang itu mencuci?
Dong Soo : air disini  masih murni, kita celup saja pakaian ini, dan bersih deh!!
HAHAHAHA, Dong Soo hanya mencelup celup baju di air. Sementara Yeo Woon hanya bersantai menikmati angin, well Cho Rip mana berani menegur Yeo Woon, ia berteriak kesal sambil memukul mukuli baju. HAHAHAHA
Dengan susah payah, mereka menjemur 3 ember lebih pakaian! Dong Soo dengan senyum sumringah berlari ingin istirahat sambil memakai baskom di kepalanya, hahhaa
Yoo Dae datang dan menyuruh mereka mengangkat jemuran kembali
Dong Soo: ai’! maksudmu apa? Kami baru saja selesai!!
Tiba – tiba saja hujan datang, Yoo Dae tertawa berhasil mengusili mereka, Dong Soo kesal bukan main, “kau sudah tau ini sejak awal kan? HHAAAA..kau betul – betul!!” sambil berlari pungut jemuran! HAHAHA
Di siang bolong..
Cho Rip dan Yeo Woon dengan susah payah mengumpulkan kayu bakar kering, Dong Soo hanya duduk santai dekat pembakaran sambil menggigit ujung rumput. Dong Soo cengengesan melihat langit yang ternyata ada bayangan Ji Sun! HAHAHA
Cho Rip kesal dan menyuruhnya ikut membantu, Yeo Woon juga menyuruhnya mencari kotoran serigala, tapi Dong Soo masih dengan wajah kaSa Moaran memandang langit.
Yeo Woon : sudahlah… dia sakit lagi!
Yoo Dae datang menemui Dong Soo yang malas – malasan, lagi – lagi ia berusaha membodohi. HAHAHA
Yoo Dae menyuruh Dong Soo mengambilkannya Kimchi yang sudah ia simpan di gua selama 3 tahun. Dong Soo complain habis – habisan, tapi memikirkan dirinya bakala membusuk selama 30 tahun lebih di suar, ia mengiyakan saja perintah Yoo Dae,
Dong Soo : haaaa! Benar – benar! Kenapa ia menyimpan kimchi jauh sekali?
Dong Soo mulai memasuki gua dan menemukan gentong berisi Kimchi “mm..enak!” hahaha Dong Soo mencomot segenggam kimchi dan mencobanya.
Dong Soo lalu merasakan ada yang aneh pas ia mengambil kimchi lagi, dan benar saja… ia kontan teriak saat menemukan banyak ular di sekitarnya! HAHAHA, ia bahkan kena gigitan ular “SELAMATKAN AKUUUU…..”
Dong Soo akhirnya kembali dengan semangkok Kimchi, Yoo Dae senyum senyum dan siap makan siang. Dong Soo kesal dan menuduh kalau Yoo Dae sudah tau banyak ular di gua itu makanya menyuruhnya pergi.
Yoo Dae : itu sarang ular! Mereka berkumpul disana
Dong Soo: APA?!
Dong Soo shock berat! Hahaha,
Yoo Dae penasaran apakah Dong Soo digigit ular, Dong Soo yang sok jago menyembunyikan tangannya dan bilang mana mungkin seorang Bae Dong Soo bisa digiGwang Taek ular.
Mereka sudah siap santap siang.. namun Yeo Woon belum juga datang. Dong Soo yang aut – autan mengajukan complain besar – besaran
“sayur! Ini sayur! Itu juga sayur! Mana daging???” sambil menunjuk semua mangkok satu persatu
Dia pergi dan mengoceh kalau dia akan menangkap dagingnya sendiri, “aku butuh energy!!!”
Dong Soo pergi ke tengah hutan dan tanpa memilih – milih mangsa ia lalu memanah seekor burung! “azza!”
Sementara itu, Yeo Woon juga di tengah hutan, setengah mati bersiul memanggil burung yang sedari tadi ia tunggu.
Yeo Woon kembali ke suar, ia melihat temannya sudah terbaring kekenyangan mencomot daging yang Dong Soo bawa. Yeo Woon juga makan daging itu dan bertanya bagaimana bisa mereka mendapatkan daging ayam
Cho Rip : itu bukan ayam, itu elang
Dong Soo : itu daging elang pembawa pesan
HAHAHHA, Yeo Woon kontan kaget dan berfikir jangan – jangan itu elang miliknya. Dong Soo lalu memberikan Yeo Woon sebuah pesan yang ada di kaki elang tsb. “bunuh”
Dong Soo : aku rasa aku baru sja menyelamatkan nyawa seseorang
Yeo Woon : mm.. ya, kerja yang bagus. HAHAHA,
Dong Soo : jangan beritahu Yoo Dae, Ok
Cho Rip heran melihat wajah Dong Soo yang pucat dan matanya sudah kayak panda
Cho Rip: Dong Soo yaaa.. kau kenapa? Apa kau sangat mengantuk?
Yeo Woon langsung menarik tangan Dong Soo dan melihat kalau Dong Soo benar sudah digigit ular dan racunnya mulai menyebar, Dong Soo masih sok kuat bilang kalau ia baik – baik saja “bisa – bisanya Baek Dong Soo kalah dengan ular”
BLAAAKK! Dong Soo langsung pingsan..
Cho Rip panic dan mencoba menyadarkan Dong Soo, Yeo Woon juga berlari mencari herbal. Yoo Dae melihat Yeo Woon dan bertanya ada apa,
Yoo Dae lalu melihat Dong Soo yang sudah terkapar, “kalau begini ia bisa mati”
Yoo Dae meminta pisau, Cho Rip kaget.. apa Yoo Dae akan memgamputasi tangan Dong Soo?
Yoo Dae : tidak ada pilihan lain, kau ingin ia mati? Lebih baik kehilangan tangan dari pada mati!
Cho Rip hampir menangis dan memohon “apa gunanya prajurit tanpa tangan?”
Ys lalu menyuruh Yoo Dae menyingkir, ia yang merawat Dong Soo. Yeo Woon mengiris lengan Dong Soo dan mengisap racun – racun ular, ia juga mengakupuntur Dong Soo. (Yeo Woon ingat ketulusan Dong Soo waktu mereka menghadapi pengawal putra mahkota, Dong Soo hampir kehilangan lengannya demi Yeo Woon)
Ji Sun dan Jang Mi family tidur di kamar yang sama, walaupun Mi Hyo sempat protes.
 
Sementara itu, di Hoksa Chorong..
Dae Woong mabuk – mabukan dan terus teriak tidak jelas (Hyo Rin kesal banget lihat nih oranGwang Taekua!!)
Chun datang dan memperingatkannya agar tidak macam – macam di sini.
Dae Woong dengan senyum memuakkan bilang, apa yang akan dilakukan Chun pada sahabatnya (dia) yang sudah menemaninya selama 10 tahun
Chun : sahabat adalah orang yang ada dalam hati, namun selama 10 tahun ini.. kau tidak pernah sekalipun ada di hati ini!
Chun lalu pergi, Dae Woong mendengar itu makin kesal dan melempari barang – barang disekitarnya,
Gwang Taek datang menemui Putra Mahkota, Putra Mahkota sangat senang menemuinya. Gwang Taek lalu menyerahkan buku karangannya, Putra Mahkota tidak tahu harus bagaimana untuk berterima kasih pada Gwang Taek.
Gwang Taek : aku melakukan ini untuk kepentingan Negara Yang Mulia,
Putra Mahkota : aku akan meminta raja untuk memberimu posisi di pemerintahan,
Gwang Taek menolak dengan halus dan bilang kalau Seo Woong lebih baik daripada dia menerima gelar itu.
Gwang Taek merasa ada yang aneh ia lalu berteriak kalau ada seseorang tidak dibutuhkan ada disini “ keluar kau! Aku bisa mendengar suara nafaSa Mou”, Seo Woong sontak mendobrak pintu dan salah satu dayang kedapatan dengan posisi menguping.
Dayang itu kaget dan bilang kalau ia disuruh Raja untuk memanggil Gwang Taek.
Gwang Taek menemui Raja, “kenapa kau baru menyapaku?”
Raja menawarkan Gwang Taek posisi di pemerintahan, namun Gwang Taek menolak dengan alas an ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan wanita yang ia cintai. Raja hanya tertawa “kalau begitu aku tidak bisa berbuat apa – apa”
Sementara itu, dayang yang tadi ternyata mata – mata Dae ju, ia melaporkan kalau Putra Mahkota dan Raja barus aja bertemu dengan Gwang Taek. Dae ju kesal bukan main “mengapa orang menyusahkan itu kembali lagi dalam hidupku?”
Yeo Woon merawat Dong Soo, Dong Soo tiba – tiba mengigau tentang Ji Sun dan sontak bangun.
Dong Soo : ada apa? Kenapa aku disini?
Yoo Dae : ular yang menggigitmu beracun
Dong Soo : beracun? Mana mungkin! Aku sudah membaca buku waktu kecil kalau ular seperti itu tidak ada di daftar ular beracun
Yoo Dae : kau baca buku tahun berapa?  HAHAHAHA
Dong Soo mencoba bangun dan sok kuat, ia malah tidak bisa berdiri dan jatuh lagi.
Dae Woong kembali berulah, ia mendatangi tempat sakral Chun dan membuat onar. Ia kesal kenapa Chun dan Ji tidak melakukan apapun pada Gwang Taek yang notabene membuat lengannya buntung.
“sepertinya kau datang ingin mati” Chun sudah tidak tahan
Dae Woong dengan senyum andalan memuakkan bilang maaf seharusnya ia tidak datang mengusik MAHA CHUN,
Dae Woong mendekati Chun dan nyaris menebasnya, Chun memegang pundak Dae Woong “jangan salahkan aku”
Ia lalu menebas Dae Woong, Dae Woong muntah darah dan terkapar, “singkirkan mayatnya”. Ji hanya diakm melihatnya
Dae Woong yang masih sanggup bicara dan sudah dibuang bersumpah serapah kalau ia bakal tetap hidup walau tangan dan kakinya dipotong “AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA”
Putra Mahkota menerima kabar dari Seo Woong kalau Ji Sun hidup berasama Jang Mi. Putra Mahkota juga bertanya apakah Seo Woong sudah menemukan cara untuk menghilangkan tattoo dari tubuh Ji Sun, Seo Woong bilang kalau ia menemukan seorang Gisaeng yang bisa melakukannya.
Putra Mahkota : panggil gisaeng itu secara rahasia mengahadapku
Jin Ju mengendap – endap kabur dari rumah, ayahnya menjaganya dengan ketat! Bahkan tidur tepat di depan pintu kamar Jin Ju, hahahha
Jin Ju berhasil kabur lewat jendela. Ia berjalan – jalan di sekitar pasar…
Jin Ju melihat seorang pengawal milik istri Dae ju memukuli gadis kecil yang mengemis di istri Dae ju. Jin Ju menolong anak itu yang sudah berlumur darah di wajahnya, “bisa – bsianya mereka melakukan ini pada anak kecil sepertimu”
Pengawal Dae ju lalu berjalan ke istana dan melihat Ji Sun masuk ke dalam istana.
Di dalam.. Putra Mahkota memberitahu Ji Sun kalau ia sudah menemukan orang yang akan mencppy tattoo dan menghilangkannya dari tubuh Ji Sun. “aku akan melindungimu”
 
Anak buah Chun datang dan melapor kalau mayat Dae Woong hilang
Chun : jangan khawatir, ia pasti berusaha untuk tetap hidup. Itu takdirnya, ia kan?, katanya sambil melirik Ji
Ji sontak mengingat kembali saat ia dan Gwang Taek di padang rumput dan Chun melihatnya.
Chun lalu menyuruh Ji menemui Gwang Taek kalau ia penasaran, Ji keluar dan menangis
Seorang pelukis datang dan bilang kalau ia mewakili gurunya yang sedang sakit. Putra Mahkota menanyakan apakah ia bisa menjaga rahasia dan dapat dipercaya?
Pelukis : tutup mata dan telingamu jika berada dalam istana, dan tutup mulutmu saat ekluar dari istana, itu yang diajarkan guruku,,Yang Mulia
Putra Mahkota lalu memberikan kode Ji Sun, Ji Sun lalu membuka bajunya dan pelukis kaget. Ji Sun menahan tangisnya (well harga diri habis) dan pelukis mulai mengerjakan tugasnya.
Malam hari di suar.. Dong Soo gelisah tidak bisa tidur, ia terus mengingat Ji Sun. Ia lalu memilih pergi ke kuil, Yeo Woon hanya diam melihatnya,
Dong Soo di bawah hujan deras menatap dalam lukisannya di kuil, 
Sementara itu, pengawal Dae ju melapor kalau ia melihat biksu wanita itu masuk ke dalam istana.
Pengawal : biksu itu sudah 10 tahun terakhir bolak – balik ke kuil, ia bahkan pernah mengunjungi Qing, umurnya sekitar 20 tahun, tapi tidak ada yang tahu tentang dia
Dae ju : 10 tahun lalu? HAHAHAHA… itu pasti anak Yu Sa Gong yang berusaha melarikan diri 10 tahun silam.
Dae ju tertawa keras dan puas, ia tidak sabar menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pelukis minta maaf, karena ia menggambar terlalu lama (keringat dingin). Putra Mahkota bilang ini tidak amsalah yang penting ia bisa menggambar dengan baik dan tidak ada kesalahan.
Setelah selesai, Putra Mahkota bingung.. kenapa ia menggambar 3 buah peta.
Pelukis : ini terlihat seperti 1 peta, namun sebenarnya orang yang menatto itu menyatukan 3 buah peta dalam satu gambar.
Putra Mahkota dan Ji Sun sontak kaget.
Sinopsis by Hyo Rin @mewmewhyorin.blogspot.com
Picture taken from popv @http://popv.wordpress.com/

0 komentar:

Posting Komentar