Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 10

Senin, 05 Agustus 2013
Pelukis menjelaskan kalau tattoo yang ada di tubuh Ji Sun sebenarnya ada 3, yang digabungkan menjadi 1
Peta 1 : isinya rute terpendek dari Pyeongdo ke bukgyeong (Beijing/ibukota Qing),bisa dilalui oleh pasukan dan kereta/kuda
Peta 2 : isinya adalah situasi yang bisa saja terjadi di rute peta 1 dan 2, jalur peta ini bisa dijadikan petunjuk tempat terbaik untuk menyerang, bertahan, atau melarikan diri.
Peta 3 : isinya 7 kota di Qing, dan titik lemah yang bisa dilumpuhkan
Pelukis : kesemua peta ini rute rahasia yanb bisa digunakan Negara tanpa peperangan untuk sampai ke Qing, Yang Mulia
Putra mahkota : maksudmu, 10,000 pasukan bisa sampai ke Bukgyeong tanpa setetes darah
Pelukis : itu jika peta ini benar Yang Mulia
Putra mahkota : bukan hanya 10,000 tapi 100,000 pasukan
Putra mahkota memuji kinerja pelukis dan bilang kalau tidak salah gurunya menyuruhnya untu mewakili. “siapa namamu?”
Pelukis : Kim Hong Do
Dong Soo kembali dari kuil dengan basah kuyup, Cho Rip khawatir dan membantunya mengeringkan diri.

Cho Rip : bagaimana bisa orang sakit hujan – hujanan seperti ini
Dong Soo : aku memang sakit
Cho Rip : kau baru tau kalau kau sakit???
Dong Soo memegang hatinya, bukan tubuhnya yang sakit.. tapi hatinya, “aku merindukannya, sampai – sampai hatiku sangat sakit”
Yeo Woon diam..ia kembali mengingat kata kata Chun kalau seseorang dengan sakit hati yang dalam adalah seorang pembunuh sejati.
Yoo Dae datang dan menasehati mereka, jika ingin menjadi lealki sejati, maka mereka harus belajar mengubur perasaan cinta mereka di hati yang paling dalam,
Yoo Dae : mungkin karena kalian masih muda maka rasa sakit itu sangat menyakitkan. Sama halnya dengan menjadi seorang prajurit sejati, menggunakan pedang hanya untuk membunuh dan menebas.. itu bukan prajutrit sejati. Mengerti rasa sakit lawanmu! Hanya orang yangmenggunakan pedang untuk menyelamtakn hidup seseoranglah yang disebut prajurit sejati.
Cho Rip : wahh.. malam ini kau sangat hebat, tuan!! 
Yoo Dae melirik Yeo Woon, apa Yeo Woon juga punya seseorang yang ia cintai kayak Dong Soo? Yeo Woon ketus bilang tidak. Cho Rip baru saja mau menjelaskan kisah cintanya, Yoo Dae langsung menyela “ahh.itu tidak apa – apa” HAHAHA
Yoo Dae : aku juga masih seperti kalian, aku juga masih punya perasaan seperti itu,
Yoo Dae lalu pergi… sementara Dong Soo dan Yeo Woon..hanyut dalam pikiran mereka masing – masing.
Jin Ju datang dengan 2 bocah yang ia selamatkan. Sa Moomelihatnya dan menuduhnya selalu mondar – mandir karena ingin melihat Dong Soo. HAHAHA
Sa Moo: anak berandal itu, hari pertama masuk istana sudah disuruh bertugas di suar. Ckckckckck
Jin Ju heran, suar? Jin Ju lalu meminta tolong, apa di penginapan Jang Mi masih ada kamar kosong.
Sa Moo: siapa yang kau bawa itu?
Jin Ju : mereka tidak punya oranGwang Taekua, kau hanya ingin mereka makan sepuasnya malam ini.
Gwang Taek melihat Jin Ju dengans seksama, ia berfikir kalau anak itu mirip dengan Ga Ok (Ji), Sa Mooterheran – heran, sudah 20 tahun sejak mereka berpisah, kenapa Gwang Taek masih saja memikirkan Ji.
Sementara itu, sosok abstrak dengan baju hitam – hitam mandi darah mengetuk – ngetuk gerbang rumah Dae ju. Ia ternyata adalah Dae Woong!
Penjaga rumah Dae ju tidak mengijinkan Dae Woong masuk, Dae Woong dengan wajah seram mandi darah mengancam kalau tidak dibiarkan masuk ia akan membuat tangan pelayan itu buntung,sambil menunjukkan tangannya yang buntung. Pelayan kontan lari ketakutan dan memanggi tuannya.
Dae ju menolak merawat Dae Woong, Dae Woong memohon dan bilang kalau Dae ju menolongnya, ia bisa membantu Dae ju menangkap Gwang Taek.
Dae ju akhirnya meneyerah dan menyuruh pelayannya merawat Dae Woong, istri Dae ju protes, untuk apa suaminya membawa penjahat kemari “ tenang saja, bahkan anjing liar yang tersesat bisa berguna”
Gwang Taek menemui seorang penjual pedang yang ternyata anggota dar ninja hitam, Gwang Taek menyuruhnya untuk membawanya ke markas ninja hitam. 
Gwang Taek dijaga ketat oleh ninja hitam saat menemui Chun.
Chun : tidak ada yang bisa keluar hidup – hidup jika memasuki markas kami
Gwang Taek : kalau begitu aku akan menajdi orang yang pertama,
Gwang Taek lalu menyerang dan melumpuhkan 2 ninja yang mengekangnya.
Gwang Taek bilang ke Chun kalau ia datang bukan untuk duel, ia hanya ingin mendengarkan Ji memainkan Gayageum.
Ji sembunyi – sembunyi melihat Gwang Taek dan berusaha sekuat tenaga menyembunyikan perasaannya. Chun menyetujui keinginan Gwang Taek “sudah lama juga kita ber3 tidak berkumpul”
Chun pergi mengambil anggur, ia memberikan sedikit ruang untuk Ji dan Gwang Taek.
Gwang Taek memberitahu Ji kalau ia telah menemui Yang Mulia “aku bilang aku ingin hidup seperti orang biasa dan hidup dengan wanita yang aku cintai”
Ji kontan menghentikan permainan gayageumnya, ia bilang kalau Ga Ok yang dulu sudah mati, sekarang ia adalah orang yang berbeda.
“aku merindukanmu, kau masih ingat janjiku kan? Aku akan membawamu keluar dari sini bersamaku. Kau tidak perlu menjawabku sekarang,aku akan memberikanmu waktu 10 hari”
Gwang Taek minum bersama Chun. Gwang Taek bilang kalau ia meminta Ji untuk hidup bersamanya,
Chun : apa kau mendapat jawaban?
Gwang Taek : belum, tapi bagaimanapun caranya aku akan membawanya, walau harus menyeretnya
Chun : hahah kau sepertinya sudah mabuk,tuan
Gwang Taek pergi, Chun meneriakinya kalau Gwang Taek sudah mulai gila sepertinya.
Jang Mi berteriak membangunkan Mi Hyo, mereka harus bergegas karena mereka akan pergi membawakan trio makanan.
Mi Hyo : kita akan membawa ini semua?
Jang Mi : sudah diam sja, bungkus itu dan bantu akau membawanya
Jang Mi dan Mi Hyo lalu pergi ke kamar Jin Ju, Jin Ju masih pasang muka ngantuk. Ia kaget melihat kedua anak tadi malam sudah hilang dan anak itu bahkan merampok Jin Ju! HAHAAHA, 
Jin Ju tidak punya uang untuk membayar uang makan dan penginapan, dengan terpaksa ia ikut ke suar sebagai TUKANG ANGKAT BARANG, hahaha
Sementara itu, Seo Woong mendatangi gisaeng yang bisa menghapus tattoo. Gisaeng bersikeras menanyakan siapa yang mengundanya ke istana, Seo Woong berusaha menyembunyikan kalau orang itu adalah Putra mahkota, namun gisaeng tetap memaksa.
Seo Woong merasa ada orang lain di ruangan ini, gisaeng mencoba meyakinkan kalau mereka hanya berdua.
Setelah Seo Woong pulang, gisaeng masuk ke ruangan lain dan menemui Chun, ia bialng kalau Putra mahkota menyuruhnya ke Istana, Chun mengiyakan agar ia pergi saja.
Mereka bertiga sudah sampai di suar, yang pertama mereka lihat adalah Dong Soo duduk sendirian dengan wajah lesu bukan main.
Jang Mi khawatir dan memanggil Dong Soo dan mengecek apa dia sakit atau tidak.
Yoo Dae dan trio lalu menyantap habis makanan yang dibawa Jang Mi, mereka makan lahap seolah tidak bertemu dengan nasi selama setahun! Ahahaha
Cho Rip lalu cerita kalau Dong Soo baru digigi ular dan Yeo Woon menyelamatkannya dnegan ilmu medis yang ia tahu,
Mi Hyo :haaa… Woon memang hebat!!
Jin Ju senyum ketus “jadi anak itu menyelamatkan Dong Soo?”
Dong Soo melihat Jin Ju sinis dan bertanya kenapa Jin Ju bisa ikut, Jang Mi bilang kalau Jin Ju adalah tukang angkat barangnya! Hahhaha
Jin Ju kesal dan bilang mau pulang sekarang! Jin Ju masih tidak bisa lolos, ia masih harus mencuci mangkuk dan piring sebelum pulang.

Jin Ju pergi mencuci sendirian sambil mengomel kalau ayahnya kan membunuhnya kalau ia tidak pulang seegra
Dong Soo lalu datang dan pura – pura mencuci tangan “bisa bisanya kau tertangkap dengan wanita jahat (Jang Mi) itu, ckckckck”,ia lalu pergi tanpa memabntu Jin Ju
Jin Ju kesal bukan main“dasar bodoh! Kenapa ia masih tidak bisa mengenaliku?”
Gisaeng datang menemui Putra mahkota, Putra mahkota menanyakan apakah ia benar bisa menhapus tattoo. Gisaeng membenarkan, namun Ji Sun harus bisa menahan sakit yang parah karena ini akan memakan waktu lama dan 3 kali operasi.
Ji Sun mengiyakan kalau ia bisa menahan rasa sakit itu, gisaeng lalu permisi dan bilang kalau ia perlu menyiapkan alat untuk persiapan operasi.
Jang Mi Mi Hyo dan Jin Ju pulang, “hoi!! Hwang Jin Ju!!!!!” tiba – tiba Dong Soo berteriak dan memasang wajah penuh senyum, “senang bertemu kau kembali”
Jin Ju senang bukan main, ternyata Dong Soo mengenalinya, ia pulang sambil berdada dada ria ke Dong Soo,, dan jejingkrakakan. 
 
Yeo Woon hanya senyum melihat mereka berdua (kayaknya Yeo Woon sudah tau dari awal)

Yoo Dae duduk sambil kekenyangan, ia memperingatkan si trio kalau hujan deras akan tiba. Dong Soo tidak percaya dan bilang kalau malam ini hujan, ia kaan menyalakan api di jari – jarinya! HAHAHAAHA
Cho Rip : bagaimana kau tau kalau akan hujan?
Yoo Dae : hembusan angin dan ujung awan yang memberitahuku.
Trio tidur nyenyak tanpa menggubris peringatan Yoo Dae, dan beanr saja.. malamnya huan deras terjadi, dan angin bertiup kencang,
Anak Dae ju menemui ayahnya dan blang kalau ada 3 orang yang belum pernah latihan bergabung dengan mereka dan ditugaskan ke suar. “dan salah satunya adalah anak yang melukai dahimu kan?” Dae ju menduga kalau ketiga orang itu pasti disiapkan untuk menjadi pasukan Putra mahkota.
“Putra mahkota sedang bermain tipuan dengan kita” katanya sambil senyum sinis.
Dae ju pergi menemui Seo Woong dan mengecek nama trio. Ia berhenti saat melihat nama Baek Dong Soo dan memikirkan sesuatu
Seo Woong : walaupun dia bukan anak bangsawan, tapi teknik bela dirinya sangat bagus.
Dae ju : kalau begitu segera lakukan ujian suar sekarang juga!
Dae ju lalu pergi bersama tangan kanannya (gak tau namanya siapa), ia terus – terusan memikirkan nama Baek Dong Soo
Penbawa pesan memacu kudanya dengan cepat dan memberikan pesan kalau hari ini ada ujian suar. Cho Rip baru saja bangun dan kaget bukan main melihat semua benda di luar camp berantakan diterjang angin, bahkan kayu bakar dan kotoran serigala juga basah.
Ia melihat ke dalam camp dan kesal bukan main melihat Dong Soo tanpa rasa takut dan bersalah masih tertidur pulas.

Dong Soo akhirnya bangun dan sempat – sempatnya menghirup udara segar. Cho Rip panic lalu memberitahu kalau kayu bakar dan kotoran serigala semuanya basah!
Dong Soo : lalu?
Cho Rip : bagaimana kalau ada perang? Bagaimana kalau ada inspeksi mendadak??
Cho Rip kesal bukan main, ia mengomel dan membuat Dong Soo menyerah, “baiklah , aku akan mencari kayu dan kotoran serigala,cerewet sekali kau ini”
Dong Soo mengelilingi hutan dan mengomel, dimana ia bisa menemukan kayu kering dan kotoran serigala kering kalau tadi malam hujan, ia lalu melihat kuil dan… AYO KITA MENCURI! haahahaha
Jin Gi mendaki sendirian, ia lalu melihat asap keluar dari suar, ia lalu melihat ke arah berlawanan dan tidak ada asap di suar yang dijaga trio.
Sementara itu di istana, Dae ju menemui Putra mahkota yang berlatih panah. Ia berbasa basi memuji kemampuan Putra mahkota, endingya ia menyinggung masalah Yoo Dae yang bertugas di suar 1.

Putra mahkota masih sibuk dan pura – pura tidak mengindahkan, Dae ju masih tidak menyerah, ia lalu mengatakan kalau hari ini ia mengadakan tes suar “yang tidak bisa menyalakan api hingga matahari terbenam, kurasa Putra mahkota tau benar apa hukuman bagi mereka”, kontan panah Putra mahkota meleset.
Dong Soo berhasil mencuri kayu bakar, hahaha. Ia lalu melihat suar no.2 menyalakan api. Ia panic dan tau kalau api di suar mereka mustahil menyala. Ia berlari sekuat tenaga menemui Yeo Woon dan Cho Rip.
Cho Rip sudah panic duluan, ia paranoid memikirkan akan digantung atau dipenggal.
Yoo Dae menyuruh trio tenang dan menggunakan otak dan fisik mereka. Mereka berfikir keras dan memutuskan kalau mereka akan menuju ke suar yang terletak di pangkalan militer, ibukota.
Cho Rip masih panas dingin bilang kalau itu jauh sekali, dan tidak mungkin bagi mereka sampai kesana sebelum matahari terbenam. “kita juga harus melalui medang gunung”
“kita coba saja daripada duduk disini menunggu eksekusi, kau tinggal saja disini, biar aku yang kesana”
Dong Soo segera berlari menuju ibukota, Yeo Woon mengikutinya dari belakang.
>> mereka memutuskan untuk ke suar pangkalan militer karena suar mereka tidak mungkin menyala, sedangkan asap harus terlihat di istana dan suar yang mampu melakukannya adalah suar no.1 dan sauar pangkalan militer. Sedangkan suar 2 yang pertama memunculkan asap hanya bisa dilihat oleh suar no.1, istana tidak bisa melihatnya(suar no.1 bisa dibilang penyampai pesan suar 2 ke istana)
Dong Soo berlari dan menemukan jurang, padahal itu satu – satunya jalan tercepat. Tanpa pikir panjang ia melompat (sama seperti waktu kecil),Yeo Woon kaget melihatnya. 
Dong Soo senyum dan bilang kalau ia pergi duluan! HAHAHA
Yeo Woon tertawa dan tidak habis pikir,betapa bodoh dan nekatnya Dong Soo.

Sementara itu di istana, Gisaeng sudah bersiap melakukan operasi. Ji Sun melepas bajunya, dan diam – diam gisaeng mengeluarkan pisau. Ji Sun tau apa yang akan dilakukan oelh gisaeng, “ada apa?” Ji Sun mengagetkan gisaeng yang kontan menyembunyikan pisau itu.
Putra mahkota khawatir, ia belum melihat asap apapun dari suar no.1 “apa yang akan terjadi jika apinya tidak menyala?”
“mereka akan dieksekusi tanpa kecuali, Yang Mulia”
Dong Soo lari habis – habisan dan menabrak semua yang didepannya. Ia lalu jatuh tersungkur kehabisan tenaga. 
“Dong Soo!” Yeo Woon dengan senyum seumringah datang sambil naik kuda.
Dong Soo : bagaimana kau bisa mendapatkannya? Kau mencurinya dari pengantar pesan ya?
Benar saja, Yeo Woon melihat pengantar pesan lewat dan membajak kudanya! Hahhaa
Dong Soo tertawa dan bilang kalau Yeo Woon makin mirip dengannya, “tidak,aku bahkan lebih baik darimu!” hahaha
Mereka lalu bergegas,,,
Di rumah Sm, Jin Gi datang dan bertemu dengan Gwang Taek. Sa Mooheran baru kali ini Jin Gi terlambat. Jin Gi menjelaskan kalau ia menyelsaikan sedikit masalah saat menuju kemari ( waktu itu ia melihat Yeo Woon membajak kuda, si penerima pesan hendak memanahnya. Jin Gi menodongkan pedangnya dan bilang kalau Yeo Woon bukan penjahat, jadi sebaiknya ia tidak usah memanah)
 
Sa Moo bilang kalau tadi malam Jin Ju menginap disini. Jin Gi hanya mendesah dan bilang ia belum pulang, berarti Jin Ju sekarang pergi menemui Dong Soo.
Sa Moolalu memperkenalkan Jin Gi dan Gwang Taek, “maaf atas kebiasaan buruk Jin Ju” kata Jin Gi
Yeo Woon dan Dong Soo sampai di pangkalan militer, mereka dilarang masuk Karena tidak embaw akartu identitas. Yeo Woon dan Dong Soo putar otak lagi..
Sementara itu, di istana Putra mahkota harap – harap cemas,Dae ju masih terus mengusiknya dan terlihat juga Seo Woong mulai khawatir “kau harus percaya pada mereka” kata Putra mahkota
Ji Sun yang tau niat gisaeng, menceritakan nasib buruknya pada si gisaeng.
Ji Sun : aku terlahir di keluarga bangsawan, namun gara – gara tattoo ini.. aku menjadi budak, banyak orang yang tidak kuketahui mencari dan menginginkan nyawaku, ceritanya sedih
Gisaeng : kenapa anda meneritakan ini pada saya, gisaeng terlihat canggung dan kasihan
Dong Soo menyogok penjaga gerbang dengan kuda, pinjamkan kami panahmu dank au bisa menjual kuda ini.
Penjaga gerbang mengingat kembali pesan Dae ju yang melarang petugas suar 1 masuk apapun yang terjadi,
Penjaga lalu memberikan busurnya dan bergumam aku hany meminjamkan busur, bukan membukakan gerbang XD
Dong Soo dan Yeo Woon menaiki tower sambil memegang kain dan api. Mereka melilitkan kain ke anak panah dan menyulutkan api. Mereka berniat menyalakan api dari jauh karena tidak diperbolehkan masuk.
Dong Soo bersiap dan mulai memanah! HAP!!!! Cerobong pertama berhasil menyala (really WOW!!!!! Dari jauh ma mennnn)
Di istana, Putra mahkota sudah melihat tanda asap. Dae ju masih mengusik dan bilang itu hanya 1. Putra mahkota mendelik ke arahnya dan bilang kalau Dae ju sepertinya berharap asap tidak ada. “ayo… tunjukkan kalau kalian adalah orang – orangku” Putra mahkota berharap pada trio.
Cerobong 1 2 dan 3 berhasil menyala, hanya sisa 1. Sial, hujan turun dengan deras, dan senyum Dae ju mulai muncul.
Tembakan pertama Dong Soo meleset dan api tidak menyala, mereka berdua harap – harap cemas karena hanya sisa 1 anak panah.
Dong Soo menarik napas panjang, namun ia merasa tidak yakin. ia menyerahkannya ke Yeo Woon. Yeo Woon membidik cerobong terkahir dan HAPPPP!
“terbang dan nyalakan apinya!!!!!!!!!!!!” Dong Soo teriak
Cusss!! Asap mulai terlihat. Dong Soo dan Yeo Woon senang bukan main, mereka berpelukan! Hahaha, begitu juga dengan Cho Rip dan Yoo Dae yang dari tadi memikirkan mau digantung atau dipenggal! Hahaha
Di istana, Putra mahkota dan Seo Woong tersenyum bangga dan mendelik ke arah  Dae ju yang kecewa.
Sementara itu, Ji Sun sudah tidak sadarkan diri karena obat bius. Gisaeng mengambil pisaunya dan teringat perintah Dae ju untuk membawa Ji Sun hidup – hidup atau bawakan ia kulit Ji Sun!
Gisaeng lalu mengingat kembali saat ia bernasib seperti Ji Sun, ketika ia yang dulunya anak bangsawan harus menjadi budak dan di punggungnya di tattoo “penghianat Negara”. Chun membantu menghilangkan tattoo itu dan ia hidup di Qing hingga sekarang bisa hidup baik. Gisaeng sepertinya mengurungkan niatnya.
Putra mahkota lalu menemui Ji Sun dan bertanya kenapa Ji Sun sendrian, “gisaeng itu lupa membawa obat, jadi dia akan kembali lagi nanti”
Putra mahkota : apa kau baik – baik saja?
Ji Sun : aku agak sedikit bosan karena seharian di kamar, bolehkah aku menghirup udara segar?
Yeo Woon dan Dong Soo tiba – tiba dikepung, mereka lalu digiring ke kantor Seo Woong.
Seo Woong : kalian lari ke ibukota dan menyulut api dari kejauhan dengan anak panah?
Dong Soo : ee..anu..itu karena…
Seo Woong : kerja yang bagus. Apapun caranya kalian hanya diminta menyalakan api.
Dong Soo dan Yeo Woon kaget dan lega, mereka tidak jadi mati.
HAHAHAHAHAHA
Dong Soo berjalan – jalan di sekitar istana, “wahh..istana bahkan tambah indah ketika malam hari”
Ia lalu melihat guguran bunga dan teringat ke Ji Sun, ketika ia menuliskan kata “Ai” pakai bunga.
Dong Soo mulai menyusun bunga bunga itu membentuk kata “Ai”, hembusan angin lalu menghancurkannya, Dong Soo tertunduk lesu.
Tiba – tiba ia melihat seseorang berjalan ke arahnya, dan betapa kaget sekaligus senangnya ketika tau kalau itu adalah Ji Sun. CIee cieee….
Gisaeng menemui Dae ju dan memberikannya perkamen yang ia curi dari ruang Putra mahkota. Perkamen itu adalah peta!!
Dae ju tersenyum dan bilang kalau nyawa Putra mahkota ada ditangannya, ia lalu meminta semua fraksi Noron berkumpul dan mengadakan rapat.
Di markas ninja hitam, Chun menerima pesan dari Dae ju, ia lalu membakarnya.. tidak peduli
Mereka semua berkumpul di suatu tempat, bahkan mertua Putra mahkota dan Ratu juga ada!! (sepertinya ini selir yang jadi ratu)
Mereka berencana untuk membunuh Putra mahkota, “kau bisa memprediksi nasib kalian jika dia naik tahta, bahkan kaisar Qing sudah mengirimkan pesan agar Putra mahkota naik tahta. Aku sudah menghilangkan surat itu, dan sebelum Kaisar Qing tau kalau suratnya hilang..kita harus membunuh Putra mahkota.”
Bangsawan yang paling tinggi kedudukan tertinggi di fraksi Noron mengiyakan rencana pemberontakan mereka dan menyerahkan sebuah kotak pada Ratu.
Ratu membuka kotak tersebut yang ternyata berii jubah Raja, (Noron berniat mengangkat Ratu jadi raja)
Seluruh anggota Noron sontak menunduk dan memanggil Ratu “ MAMAA..(Yang Mulia)”
Ratu tersenyum “mari kita lakukan, tapi ingat..1 tidak ada toleransi untuk kesalahan sekecil apapun”

“aku pasti akan mencabut nyawa Putra mahkota” kata Dae ju.

 

Sinopsis by Hyo Rin @mewmewhyorin.blogspot.com
Picture taken from popv @http://popv.wordpress.com/

0 komentar:

Posting Komentar