Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 11

Selasa, 06 Agustus 2013
Di Istana,anak Dae Ju dan orangnya pergi mencari dan berusaha menculik Ji Sun. Mereka lalu melihat Ji Sun dan mengikutinya, saat itu Ji Sun bertemu dengan Dong Soo yang menghayal melihat bunganya. 
Dong Soo mendengar suara anak Dae Ju dan menarik Ji Sun kabur bersamanya. Dong Soo menyuruh Ji Sun untuk pergi ke tempat yang amand an ia akan mengecoh anak Dae Ju. Dong Soo lalu emmakai jubah Ji Sun dan berlari di depan anak Dae Ju.
“itu dia! Ayo cepat!!” kata anak Dae Ju berusaha mengejar Dong Soo, namun gagal… mereka tidak bisa menangkap Dong Soo yang dikiranya Ji Sun.

Soo Woong melihat rombongan pengikut Dae Ju keluar dari rumah bordil, Soo Woong curiga dan mencoba bertanya apa yang orang – orang itu lakukan malam – malam begini, tanpa ia sadari, gisaeng yang keamrin melihatnya curiga.
Ji Sun berjalan mencari Dong Soo, Dong Soo tiba – tiba nongol bergelantung di pintu gerbang, hahahaha
Dong Soo bertanya kenapa Ji Sun bisa ada di istana, “apa ini karena….Putra Mahkota?”
Ji Sun : bukan, aku disini Karena sudah ditakdirkan
Dong Soo : kalau begitu kenapa orang – orang tadi mengejarmu?
Ji Sun : aku juga tidak tau

Dong Soo bingung kalau Ji Sun tidak tahu kenapa ia harus lari. Ji Sun bilang kalau beginilah hidupnya, ia selalu hidup dikerjar dan melarikan diri seperti ini.
Ji Sun melihat kalung yang dipakai Dong Soo dan bertanya milik siapa itu. Dong Soo teringat kalau kalung ini sebenarnya adalah bros yang menyelamatkan hidupnya. 
Dong Soo : dulu bros ini patah (waktu ditebas oleh Chun), tapi aku menyatukannya kembali
Ji Sun : itu.. adalah punyaku, aku menjatuhkannya di pasar waktu kecil.
Dong Soo bingung dan mencoba mengingat “punyamu?”, Dong Soo lalu ingat kalau ia memang pernah bertemu dengan Ji Sun kecil di pasar, “kau!! Nona muda yang menyelamatkanku kan?”
Mereka tertawa dan tidak percaya bisa bertemu seperti ini, “ini pasti takdir” kata Ji Sun
Suasana jadi diam, Dong Soo mencoba memegang pipi Ji Sun. Ji Sun terlihat malu… dan Dong Soo mengurungkan niatnya. Tanpa mereka sadari.. dari kejauhan Yeong Woo melihat mereka, entah ekspresi apa yang ia pasang, cemburu kah??
Di rumah bordil, Dae Ju dan Chun bertemu. Dae Ju menunjukkan peta yang ia temukan “ini dia, yang diacari – cari ninja hitam selama 100 tahun”. Dae Ju berniat memakai ini untuk menyingkirkan putra mahkota sebelum memeberikannya pada Chun dan mengembalikannya ke Qing.
“karena itu palus, kau bisa lakukan apapun yang kau mau” Chun meneguk menumannya tidak peduli
“baiklah..beberapa hari lagi aku akan menunjukkan buku eksedisi utara (Bukbyeoljigye) yang asli” 
Di Hoksa Chorong, Ji menanyakan apakah Chun mendapatkan Bukbyeoljigye. “itu palsu jadi untuk apa kau peduli?”
Ji kesal dan bilang Chun melupakan tujuannya yang ingin hidup bebas dan pergi kemana saja, Chun balik menantang Ji “ aku ingin kalian semua berada di bawah kakiku”. Ji memilih pergi “ tidak semua orang bisa melakukan apapun yang kau inginkan”
Dong Soo dan Yeong Woo sampai ke suar. Cho RIp dan Yoo Dae dari tadi menunggunya, Cho RIp berteriak dan memeluk Yeong Woo dan Dong Soo “hhahahahaha aku tau kalian pasti bisa melakukannya”

Yoo Dae : walaupun kalian sangat muda, tapi kerja kalian bagus.
Dong Soo mendelik ke arah Yoo Dae sambil memiringkan mulutnya “aku sudah tau semuanya, kita hanya ditugaskan disini selama 10 hari kan? Cho RIp..besik kita kembali ke Istana!”
Dong Soo : kau sebenarnya mantan jendral kan?
Cho RIp : siapa? Tuan Yoo Dae? astaga!! Apa benar?? Jabatannya berarti lebih tinggi dari menteri pendidikan dan komandan??
Dong Soo : iya, aku daritadi sudah bilang, berhentilah bertanya!!,Hahaha Cho RIp makin menarik nafas terkejut bukan main
Yoo Dae : kalau kau sudah tau, kenapa kau tidak berlutut dan minta maaf??, Yeong Woo hanya tertawa kecil melihat Y dan Dong Soo adu mulut
Cho RIp lompat ke hadapan Yoo Dae dan berlutut minta maaf, hahahha. Dong Soo kesal dan bilang ia tidak perlu minta maaf “oi pak tua, kau sekarang bukan jendral lagi.. kau hanya penjaga suar!” Dong Soo mengomel dan pergi tidur karena capek

Cho RIp yang selalu mengomeli Dong Soo kayak ibu Ibu, gregetan melihat Dong Soo yang tidak sopan sama sekali. Yoo Dae ketawa hebat dan bilang bocah kurang ajar itu akan melakukan hal hebat di masa depan.

Sa Mo makan siang bersama Jang Mi, Jang Mi memberitahunya kalau Dong Soo baru saja sembuh dari gigitan ular. Tiba – tiba Jang Mi mengubah topic pembicaraan “laki laki memang butuh wanita di sampingnya..jadi kenapa kau tidak menikah saja?” hahahah, Sa Moo batuk dan tersedak air sup!
 
Mi Hyo membawa kudapan untuk Gwang Taek, ia bilang ini dari Jang Mi (jadi Jang Mi bukan ibunya, Cuma bibinya). Gwang Taek  bertanya berapa umur Mi Hyo. Mi Hyo bilang umurnya 20 tahun. Gwang Taek lalu melihat gantungan milik Mi Hyo dan menebak kalau Mi Hyo pasti anak Dae Po, sahabatnya. “aku dan Dae Po seperti saudara, maka anaknya berarti anakku juga”
Trio baring sambil memandang langit dan tidak sabar untuk hari kebebasan besok. HAHAHHA
Cho RIp bergumam apakah teman – teman mereka yang latihan di gunung tahu bagaimana kesulitan yang mereka hadapi selama ini. “apa mereka juga sudah berhasil seperti kita ya?”
“hhaaa..sudah lama sekali, kau merindukan mereka” kata Dong Soo
Trio pamit pada Yoo Dae, Dong Soo tanpa rasa bersalah bilang semoga Yoo Dae bisa mengahabiskan masa tua dan hidup tenang SENDIRIAN sampai hayat menjemput di suar ini. Hahahaah Yoo Dae tertawa kesal. Mereka lalu pergi, “kau akan menjadi orang hebat nantinya” kata Yoo Dae melihat Dong Soo pergi.
Yoo Dae lalu didatangi oleh orang Dae Ju (Hyo RIn gak tau namanya, dan mulai sekarang kita panggil dia si biru). Si biru menangkap Dae Ju dan menggiringnya ke ibukota karena dianggap sebagai penghianat Negara.
Jin Ju di jewer habis – habisan karena kedapatanmau kabur lagi, “mau kemana kau??”
Jin Ju : ah ayah..aku hanya ingin menemui Dong Soo, ia kembali ke istana hari ini. Kalau tdiak sekarang, kapan lagi aku bsia menyapanya. Boleh ya!! Aku hanya ingin mengucapkan selamat
Jin Gi : istana? Tempat itu bukan tempat untuk orang seperti kita mendekat, MASUK KE KAMARMU!!!
Trio berada di ruangan Soo Woong. Soo Woong memberitahunya kalau trio berhasil lolos ujian suar. “kalian pasti mempelajari banyak hal disana”
Dong Soo dan Cho RIp bergumam memang banyak yang mereka pelajar, mencuci baju..menjemur baju..dan digigit ular! HAHAHHAA
“karena kalian hanya bertugas di suar, kalian harus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan kalian agar tidak akalh dengan trainee yang lain. Kalian dipilih oleh Putra Mahkota”
Yeong Woo : apakah Putra Mahkota berada dalam bahaya?
Soo Woong : tidak ada tempat yang aman dalam istana bagi Putra Mahkota
Dong Soo : teang sja, selama Baek Dong Soo ada disini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan
Soo Woong dan anak buahnya mendelik ke arah Dong Soo, Cho RIp menyenggol Dong Soo dan mengomel.. “khem..maaf” kata Dong Soo
“tingkah laku dan cara kalian bicara sepertinya perlu ditingkatkan juga” kata Soo Woong
Dae Ju berpas – pasan dengan menteri yang selalu mendukung Putra Mahkota. Dae Ju mengancamnya lebih baik bergabungd enagnnya daripada terus mendukung Putra Mahkota “Putra Mahkota tidak bisa apa – apa lagi, kau akan melihat kejadian besar mala mini” kata Dae Ju diiringi Guntur hebat
Dae Ju menemui Dae Woong yang sudah baikan, ia bertanya bagaimana keadaan lengan Dae Woong. Dae Woong tertawa dan bilang bagaimana mungkin dia bisa baik kalau lengannya buntung.
Dae Ju lalu memberikannya sebuah lengan palsu. Dae Woong mencobanya dan tertawa senang + licik. “aku akan mengingat budimu. Haa sekaranga lenganku sudah kuat!! Beritahu saja apa yang kau ingin aku lakukan!” katanya sambil menggerak – gerakkan lengannya,
Benar saja, DAE JU menyuruh Dae Woong untuk membunuh menteri yang tadi ia temui. Ckckckck
Chun menemui Putra Mahkota, Putra Mahkota kaget bagaiana bisa Chun masuk. Chun datang dan memperingatkan Putra Mahkota untuk melupakan impian tidak amsuk akalnya, untuk menyerang Qing “bagaiamana bisa Negara kecil ini bisa menyerang Qing?”
Putra Mahkota kesal dan bilang jangan meremehkan negaranya yang dulu bahkan bisa menguasai 1 benua.
Chun lalu menunjukkan bungkusan merah ke hadapan Putra Mahkota, jika mereka bertemu kembali, Chun janji akan menunjukkan benda ini. Chun lalu pergi dan memperingatkan sekali lagi “kau keras kepala, lupakan saja impian mustahil itu”
Yoo Dae di introgasi oleh Dae Ju, Soo Woong melihatnya dari jauh.
Dae Ju menyuruh Yoo Dae agar membuat kesaksian palsu kalau Putra Mahkota mengadakan latihan militer di perbatasan Selatan. Yoo Dae menolak bahkan jika dirinya di bunuh. Dae Ju tertawa besar dan bilang ini adalah terkahir kalinya Yoo Dae akan bicara dan sok setia karena Putra Mahkota sebentar lagi juga akan berakhir sepertinya. Yoo Dae kesal bukan main dan berteriak, dan memaki Dae Ju.
Di ruang pertemuan Istana, menteri mengajukan permohonan pada Raja agar Putra Mahkota dihukum karena sudah melakukan penghianatan bersama Jendral Seo Yoo Dae. Raja tidak terima dan meminta bukti, Dae Ju lalu memberikannya perkamen biru, peta !
Di ruang Putra Mahkota, Soo Woong melapor kalau ada yang aneh di ruang pertemuan, dan Yoo Dae sedang diintrogasi. Putra Mahkota berniat menyelamatkan Yoo Dae namun Soo Woong menahannya dan bilang ini tidak berguna. Putra Mahkota lalu mengecek perkamennya dan ia sangat terkejut ketika melihat isi perkamen itu kosong!!!!

Orang dari istana dalam lalu memanggilnya, Putra Mahkota dipanggil oleh raja untuk mengahadap.
Raja memarahinya dan bertanya apakah Putra Mahkota akan melakukan penyerangan terhadap Qing. Utusan Qing kaget dan bilang ini tidak bisa dimaafkan dan ia akan melapor ke Kaisar, kecuali Raja memenggal kepala Putra Mahkota.
Putra Mahkota kesal dan berteriak kalau 5000 tahun lalu sebagian wilayah Qing adalah milik Joseon, dia tidak melakukan hal salah, dia hanya ingin mengambil kembali tanah leluhurnya.
Raja kesal mendengar perdebatan itu dan melempar peta kea rah Putra Mahkota menyuruhnya diam.
Tiba – tiba salah satu menteri melihat jubah yang dipakai Putra Mahkota sama seperti jubah yang seharusnya hanya boleh dipakai oleh Kaisar Qing. “Raja.. Putra Mahkota memakai jubah dengan 7 cakar naga”
 
Semua kaget, raja memeriksanya dan betapa kesalnya ia. (seharusnya Putra Mahkota hanya boleh memakai jubah dengan 4 cakar naga, sedangkan raja 5). Putra Mahkota juga kaget, ia lalu ingat kalau semalam.. ratu mendatanginya dan memberikannya jubah baru untuknya, Jubah yang hari ini dipakai Putra Mahkota. PUTRA MAHKOTA DIJEBAK!!!
 
Trio dipanggil oleh Soo Woong dan diberi tugas mengawal Ji Sun keluar dari istana dan mencarikan tempat aman. “apakah terjadi sesuatu pada Putra Mahkota?” Tanya Yeong Woo. Soo Woong tidak bisa menjawab karena ia sendiri tidak tau kabar.
Raja yang kesal mengambil pedang dan menebas baju Putra Mahkota. Putra Mahkota tidak terima dan menjelaskan kalau ia tidak salah dan memohon agar raja mempercayainya. Menteri tidak kalah..ia terus menekan raja untuk memberikan hukuman setimpal pada penghianat. Raja stress dan berteriak agar semuanya diam

Dengan berat…. Raja menyuruh Putra Mahkota membuka mahkota dan jubahnya  “kau..diusir. lepaskan jubahmu.. lepaskan mahkotamu.. dan tundukkan kepalamu”
Putra Mahkota tidak bsia berbuat apa – apa, ia melakukan apa yang raja minta sambil meneteskan air mata.
Di luar istana, Dae Ju, mertua Putra Mahkota dan Ratu.. tersenyum PUAS
Trio berusaha memikirkan jalan keluar yang paling aman, Dong Soo melihat peta dan bilang jalan paling aman adalah Dead Gate, jalur yang biasa untuk memindahkan mayat dari istana).
Sementara itu, ratu datang menemui raja dan pura – pura memohon agar Raja menarik perintahnya terhadap Putra Mahkota. “dia akan menjadi peneruSa Moou, kumohon pertimbangkan kembali”, raja sudah pusing dan bilang sudah tidak ada yang bisa dilakukan terhadap Putra Mahkota.
Ratu berjalan keluar menuju tempat Putra Mahkota ditahan. “kau menentangku karena bergabung dengan Noron, lihat jalan apa yang kau ambil. Apakah lebih baik dariku? Jalan yang kau anggap baik itu membawamu terkurung seperti ini”
Pangeran (anak Putra Mahkota) menangis menemui ayahnya dan bertanya kenapa ayahnya seperti ini.
Trio menyamar menjadi pembawa mayat, penjaga tidak bisa memeriksa mereka karena bau mayat yang luar biasa. Mereka berhasil keluar danmayat itu hidup!
Mayat itu ternyata Dong Soo! Hahahaa, Dong Soo mengomel betapa baunya badannya! Hahahaa, Ji Sun lalu mengulurkan kainnya agar Dong Soo membersihkan wajahnya
“ah kau benar, aku harus membuat wajahku bersinar” HAHAHA kata Dong Soo
Trio mengawal Ji Sun hati – hati, mereka tibda – tiba dihadang oleh 3 orang. Ternyata itu teman mereka sewaktu masih berlatih di gunung.
Mereka melepas rindu satu sama lain, hahahahah. “senyummu masih sama, Woon
Sa Moo juga datang dan menanyakan kabar tangan Dong Soo, “ular jahat seperti itu mana bisa membunuh Baek Dong Soo”
Ssset!! Sa Moo tiba – tiba menangkap belati yang diarahkan ke arah Ji Sun. Belati kedua tidak berhasil dihadang dan Sa Moo terkena tusukan tepat di perut kanannya.
“Sa Moo!!!” trio kaget dan berusaha menyadarkan Sa Moo
Orang yang melempar belati itu ternyata Dae Woong, teman Dong Soo berusaha melawan Dae Woong namun mereka dengan mudah dikalahkan. Dae Woong lalu melihat ke arah Yeong Woo dan Dong Soo.
Gwang Taek muncul dan membuat Dae Woong sedikit gemetar, “aku akan meladenimu kapan – kapan” kata Dae Woong melihat kearah Yeong Woo, sambil melempar bom asap, ia kabur
Soo Woong datang menemui Putra Mahkota, ia bilang kalau Ji Sun selamat sampai tujuan. Soo Woong berlutut dan bilang kalau raja ingin menemuinya.
Dong Soo yang banjir air mata menggendong Sa Moo ke markas Jin Gi. Anggota Jin Gi tidak member izin masuk, Dong Soo kesal dan berteriak
Jin Gi keluar dan langsung merawat Sa Moo “kalau dia bisa bertahan sampai pagi, kurasa dia bisa hidup. Lukanya cukup parah” Dong Soo sudah mandi air mata, Ji Sun memgang bahu Dong Soo dan memberinya semangat, dari jauh Jin Ju melihat mereka.
Jin Gi lalu mengantar Ji Sun ke kamar Jin Ju, ia memperingatkan Jin Ju agar tidak mengganggu Ji Sun selama Ji Sun berbagi kamar dengannya

Jin Ju mencoba memulai pembicaraan, “khemm…anu… aku seharusnya tidak mengatakan ini, tapi aku dan Dong Soo sudah berjanji akan menikah!” HAHAHAHA, Ji Sun hanya heran
Dong Soo keluar dan menangis habis – habisan berfikir Sa Moo akan mati, semua orang melihatnya. Gwang Taek datang dan mengajaknya bertarung (kurasa Gwang Taek ingin Dong Soo melampiaskan kemarahnnya dengan berlatih)
“kalau seorang prajurit kehilangan kepercayaan dirinya,bagaimana ia bisa melakukan hal yang hebat?”

Mereka lalu beraturng dan Gwang Taek memukul Dong Soo habis – habisan. Gwang Taek meremehkannya kalau ia tidak bisa melakukan apapun, “kalau begitu ajari aku!! Agar aku bisa membalaskan dendam Sa Moo”, 

Gwang Taek kembali memukulnya “walau kau menjadi prajurit paling hebat di Joseon, tetapi pedangmu penuh dendam kau tidak bisa membelah buah busuk sekalipun, sudah kukatakan gunakan hatimu ketika memegang pedang.”
Gwang Taek lalu bertemu dengan Yeong Woo, Yeong Woo memohon agar Gwang Taek bisa bertarung sekalis aja dengannya. Mereka bertarung sederhana dan Yeong Woo kalah. Yeong Woo menunduk dan berterimakasih, “kenapa pedangmu sangat haus darah?”
Dong Soo duduk bersama Ji Sun…
Dong Soo : kenapa kau menjadi biksu?
Ji Sun : aku sudah ditakdirkan sejak lahir untuk menajdi biksu
Dong Soo : hingga sekarang kau pasti kesepian
Ji Sun : aku selalu kesepian dan melalu banyak kesulitan,jika bukan karena Putra Mahkota yang selalu menja..
Dong Soo lalu menyela dan bilang mulai sekarang ia yang akan menjaga Ji Sun, Ji Sun menolak dan bilang ia tidak ingin ada orang lain terluka karena takdir dirinya.
Dong Soo : aku tidak percaya dengan takdir
Ji Sun : apa kau yakin ada orang yang bisa lari dari takdirnya?
Dong Soo : aku, Baek Dong Soo akan menunjukkannya padamu, Dong Soo lalu pergi
Dong Soo memegang tangan Sa Moo dan menangis takut Sa Moo mati, Sa Moo lalu perlahan sadar dan melihat ke arah Dong Soo “Dong Soo yaa…”, Di bawah, Jin Ju terlihat senang mendengar Sa Moo sudah siuman.
Malam hari..
Gwang Taek duduk sendirian, ia merasa ada yang aneh dan ia tahu kalau Yeong Woo ada di balik pintu mengamatinya.
Yeong Woo lalu pergi ke Hoksa Chorang menemui Chun
Chun : kau sudah melawannya?
Yeong Woo : ya, kurasa dia 2 kali lebih hebat dariku
Chun : 2 kali? Kau salah, Gwang Taek 10 kali lebih baik darimu
Chun lalu bilang kalau selama ini ia tiak mau melawan Gwang Taek karena Gwang Taek tidak pernah melakukan yang terbaik melawannya, “ia tidak punya nafsu membunuh, aku bisa megalahkannya dengan mudah tapi itu tidak SERU”
Chun lalu memberikan Yeong Woo misi, ia disuruh pergi ke tempat Sa Moo di pasar, “aku ingin melihat Gwang Taek marah besar”
Chun pergi dan Yeong Woo melihat pesan yang diukir Chun untuknya “bunuh”
Di tengah malam… Yeong Woo pergi ke tempat Sa Moo, ia masuk dan ada 2 temannya di sana. Ia lalu membunuh 1 temannya, teman yang satunya bangun dan terkejut.
Yeong Woo melumpuhkannya dengan jarum, “Yeong Woo.. itu kau kan?” Yeong Woo lalu menusuknya, temannya itu masih memanggil – manggil namanya tidak percaya,
Dengan berderai air mata… Yeong Woo memegang pisau berlumur darah teman seperjuangannya sendiri…..

 

0 komentar:

Posting Komentar