Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 13

Senin, 12 Agustus 2013


  
 
Dong Soo mengahajar semua bandit – bandit dan menyuruh Ji Sun pergi duluan. (sumpah! Dong Soo keren gilaaakkkk)
 Ji Sun berhati – hati jalan menghindari bandit, tiba – tiba ada seseorang yang menariknya, ternyata itu Jin Ju.
Mereka bertiga lalu bertemu di kedai, Dong Soo bilang kalau rencana mereka berubah. Pasti ada seseorang diantara mereka yang berhianat, karena hanya beberapa orang saja yang mengetahui rencana ini.
Dong Soo lalu ingat, kemarin Yeo Woon bicara padanya bagaimana kalau ia adalah seorang penghianat, Dong Soo pasti akan menyesal menjadi Putra Mahkota palsu.
“mungkinkah…mungkinkah orang itu Woon?”Dong Soo berharapa kalau perkiraannya salah.
Dong Soo lalu berniat pergi ke tempat yang sudah direncanakan sebelumnya, dan ia meminta Jin Ju untuk menjaga Ji Sun. “tolong jaga dulu malaikatku”
“apa? Ma..malaikatmu? ha cham!” Jin Ju tidak habis pikir, hahahha
Ji Sun bersikeras menolak tinggal dan ingin ikut, Dong Soo berusaha meyakinkannya untuk tetap tinggal karena ini terlalu berbahaya,
Sementara itu, dengan ragu – ragu Yeo Woon mengiyakan perintah Chun untuk mengakhiri nyawa Soo Woong ditangannya, “maafkan aku… Soo Woong akhirnya mati ditangan Yeo Woon.
Putra Mahkota mahkota datang terlambat dan melihat Chun dan Yeo Woon meninggalkan mayat Soo Woong.
“Soo Woong aa.. Soo Woong!!” Putra Mahkota berusaha membuat Soo Woong sadar, Putra Mahkota marah besar, ia lalu menggenggam erat tombaknya dan berlari ke arah Yeo Woon dan Chun.
Dong Soo berlari sekuat tenaga menuju lokasi, ia lalu melihat Ninja Hitam membersihkan mayat prajurit istana dan officer Hyeon Dae sudah tergeletak tak berdaya. Dong Soo berteriak penuh amarah dan menghabisi Ninja Hitam.
 
Dong Soo menangis dan mencoba membuat officer Hyeon Dae sadar, Hyeon Dae ternyata maasih hidup dan  menyuruh Dong Soo cepat menyelamatkan Yang Mulia Putra Mahkota.
“lalu..mana Yeo Woon? Mana dia??”
Officer Hyeon Dae menahan sakitnya dan berbisik, membuat mata Dong Soo membelalak kaget. Tak lama, Officer Hyeon Dae tewas.
Putra Mahkota melompat ke arah Chun dan siap menebas, Chun menahannya dengan bungkusan merah yang ia bawa. Bungkusan merah itu ternyata pedang, Putra Mahkota dan Chun akhirnya bertarung. Pedang Chun berhasil mengenai kaki Putra Mahkota,dan membuat Putra Mahkota kehilangan keseimbangan.
“sekarang aku tahu apa yang Gwang Taek punya dan aku tidak punya” kata Chun
“jangan bicara hal yang tidak berguna!” Putra Mahkota berusaha melawannya
Chun akhirnya bisa membuat Putra Mahkota tersudut dan bilang kalu ini adalah akhir dari Putra Mahkota.
“walaupun aku mati, impianku untuk menyerang utara (Qing) tidak akan hilang, aku tidak menyesal mati seperti ini, yang aku sesali dan kasihani.. aku mati ditangan PESURUH Qing”
Mendengar itu Chun sepertinya tersinggung dan langsung menancapkan pedangnya ke tubuh Putra Mahkota. Putra Mahkota sudah tidak bisa apa – apa, ia menyandarkan diri di bawah pohon dan menatap langit “impianku…tidka akan berakhir disini,aku pasti  akan mewujudkannya”
Putra Mahkota akhirnya meninggal, di tempat lain Ji Sun merasakan dadanya sakit. Air matanya lalu jath dan ia khawatir terjadi sesuatu pada Putra Mahkota.
Chun pergi dan menyuruh Yeo Woon mengubur Putra Mahkota dan tidak meninggakan jejak.
Yeo Woon berlutut di depan Putra Mahkota dan menangis “maafkan aku Yang Mulia, aku benar – benar minta maaf…aku tidak bisa menghindari dan menolak orang itu. Kumohon maakan aku”
Sementara itu, Dong Soo berlari sekuat tenaga dan akhirnya melihat Soo Woong masih dalam posisi yang sama. Dong Soo makin resah dan menangis sejadi – jadinya melihat Soo Woong sudah mati.
Dong Soo lalu mencari Putra Mahkota dan ia melihat Yeo Woon, berlutut di depan Putra Mahkota. “Yang mulia… Yang Mulia..!!!” Dong Soo menangis sambil memegang tubuh Putra Mahkota
Dong Soo marah besar dan berteriak depan Yeo Woon sambil memegangi bajunya.
“apa kau yang membunuh Putra Mahkota dan Soo Woong??? kau yang membunuh mereka??????”
Yeo Woon tetap saja diam, Dong Soo makin kesal “apa kau Woon yang kukenal?? Kenapa kau melakukannya?? KENAPA???”
Dong Soo masih terus berteriak penuh emosi dan air mata sedangkan Yeo Woon diam, Dong Soo bertanya apakah Yeo Woon juga akan membunuhnya karena Dong Soo sudah tau siapa Yeo Woon sebenarnya??
“tidak ada yang bisa kulakukan, ini adalah takdir aku sudah mencoba lepas tapi aku tidak bisa”
“jangan bicara hala yang bodoh!!!!!”
Dong Soo meninju Yeo Woon beberapa kali saking kesal – menyesal – dan sedih, dia terus mengingat bagaimana perjuangan mereka bersama, mulai dari latihan digunung sampai di tempat suar.
Dong Soo tidak percaya…
Dong Soo lalu ingat saat Yeo Woon bertanya kenapa Dong Soo tidak menanyakan dan curiga luka di lengannya, “karena aku mempercayaimu, Woon”
Dong Soo memukuli Yeo Woon habis – habisan namun Yeo Woon tidak membalas, Dong Soo makin kesal dan menyuruh Yeo Woon berdiri “aku akan membunuhmu”
Ji Sun dan Jin Ju berjalan menuju tempat Putra Mahkota, mereka lalu melihat Chun dan langsung bersembunyi. Chun menyadari keberadaan mereka dan memintanya untuk keluar saja.
Jin Ju mendesah dan menyuruh Ji Sun diam saja, biar dia yang tangani. Jin Ju lalu keluar dan cengengesan “halo..paman paman.. bukan kah cuacanya sangat bagus hari ini?? Hehehe” lalu kabur dan dikejar oelh anak buah Chun
Dong Soo berusaha menikam Yeo Woon, Yeo Woon meNinja Hitamindar dan bilang agar Dong Soo tidak memakasanya untuk mengeluarkan pedang, “Baek Dong Soo, KUMOHON!!!”
Dong Soo tetap saja mencoba menikamnya dan bilang ia akan membunuh Yeo Woon. Yeo Woon tidak bisa berbuat apa – apa dan dalam keadaan terdesak ia melempar debu ke mata Dong Soo.
Pandangan Dong Soo kabur dan berusaha menebas apapun di depannya, ia lalu menebas Yeo Woon, Yeo Woon juga begitu, ia sudah mengeluarkan pedangnya. Untung, sebelum mereka benar – benar membunuh satu sama lain, Ji Sun datang dan menahan tangan Yeo Woon.
“ti..tidak, nona muda!
Dong Soo dan Yeo Woon kaget karena Ji Sun melindungi mereka dan akhirnya tertusuk oleh pedang Dong Soo. Ji Sun jatuh kesakitan dan Dong Soo berusaha memapahnya dengan emosi campur aduk.
“bagaimana? Kau puas sekarang?? Nona muda memang berani” kata Yeo Woon membuat Dong Soo makin bersalah,
“Woon, kau tidak boleh mati! Aku sendiri yang akan membunuhmu jadi pastikan kau tidak mati”

 
Dong Soo lalu bergegas menggendong Ji Sun pergi mencari tabib.
Di tengah jalan, Ji Sun minta Dong Soo untuk membawanya kembali ke Putra Mahkota, ia tidak ingin pisah dengan Putra Mahkota. “kalau kita kembali kau bisa mati!!!”, tapi Ji Sun masih bersikeras.
Dong Soo masih menangis habis – habisan dan berlari kembali ke tempat Putra Mahkota.
Ji Sun duduk dan bersandar di tubuh Putra Mahkota “Yang Mulia, kenapa kau pergi sendiri… kumohon bawa aku bersamamu” Ji Sun sudah pucat dan terus memegangi Putra Mahkota.
“maafkan aku, dan terimakasih” Ji Sun melihat kearah Dong Soo,lalu menutup matanya.
Dong Soo menangis dan berteriak kalau Ji Sun tidak boleh mati, masa bodoh dengan takdir yang mengiktanya, dia Baek Dong Soo akan mengubah takdir itu. Dong Soo teriak sekuat tenaga dan menangis habis – habisan.
Jin Ju yang bersembunyi mendengar suara Dong Soo yang teriak, ia lalu berdiri “Dong Soo ya!!”
Anak buah Chun melihatnya dan menodongkan pedangnya ke leher Jin Ju, untung Jin Gi datang dan menolongya, mereka lalu berlari ke tampat Putra Mahkota. Sa Mo dan Gwang Taek juga dalam perjalanan ke sana,
Chun kembali ke tempat Putra Mahkota, Dong Soo melihatnya dan langsung ingin membunuh Chun. Perut Dong Soo dicekik.
Chun melihat mata Dong Soo dan ingat kalau Dong Soo kecil pernah melakukan hal yang sama dan menusuk perut Chun, “jadi..kau anak itu? Baek Dong Soo??”
Dong Soo lalu tersadar kalau orang yang membunuh Dae Po dan memporak porandakan camp mereka adalah Chun, “jadi kau orangnya? Kau yang membuat semua kekacauan ini??”
“kau harus ingat, ini akan terukir di sejarah” Chun masih mencekik Dong Soo, Dong Soo lalu balik melihat tajam Yeo Woon, mata Yeo Woon menghindar terus
Dong Soo : aku Baek Dong Soo benar  benar akan membunuhmu kali ini!!!
Chun : benarnkah? Kau sudah tumbuh dewasa tapi apa kau bisa melakukannya?
Chun lalu meninju Dong Soo sampai tidak bisa apa – apa, kesakitan luar biasa.
“lain kali aku yang benar – benar akan membunuhmu”, “ini semua takdir kalian!” Chun melihat ke Dong Soo Yeo Woon dan Ji Sun
Ia lalu melihat Ji Sun dan bertanya apakah dia si biksu itu? Yeo Woon tetap diam. Chun lalu membawa Ji Sun bersamanya sementara Dong Soo tidak bisa berbuat apa – apa karena badannya berasa kaku.
“kau harus bertahan hdiup, datangah dan balas dendammu padaku”
“aku tidak akan mati! Aku tidak akan melupakanmu!! SELAMANYA!!” Dong Soo menangis sejadi – jadinya dan terus memanggil nama Ji Sun,
Jin Ju akhirnya datang dan langsung memegang wajah Dong Soo, mengecek keadaannya, “apa kau baik saja?? Dong Soo yaa..”
Dong Soo tidak menjawab dan tidak berkedip, matanya bengkak karena menangis dan pandangannya kosong.
Jin Gi Sa Mo dan Gwang Taek datang dan melihat Putra Mahkota sudah tergeletak, mereka berlutut dan menangis. Gwang Taek lalu memeriksa Dong Soo, yang pandangan matanya kosong--- 
Gwang Taek lalu menodongkan pedangnya ke seseorang dibalik pohon yang ternyata Ji,
Gwang Taek : kenapa kau bisa ada disini?
Ji : aku tadinya ingin meminta maaf padamu dan membunuh diriku, kumohon tuan, bunuh saja aku.
Gwang Taek kesal dan menebas baju Ji, sebuah black pearl jatuh dan Jin Ju melihatnya. Ji meminta maaf, dan berjanji akan mengembalikan Ji Sun pada mereka.
Chun duduk sendiri di markas dan bergumama kalau seharusnya ia tidak membunuh Putra Mahkota.

Gwang Taek yang marah besar pergi mencari Chun, ia lalu merasa ada seseorang disekitarnya mengintai. “aku sudah ama menunggu, tapi aku tidak berselera untuk bertarung hari ini” Chun bersembunyi
Gwang Taek terus mencari keberadaan Chun “kau melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan hari ini, keluarlah.. akan kupenggal kepalamu”
Chun masih bersembunyi dan bilang kalau kali ini ia tidak bisa melawan Gwang Taek karena Gwang Taek tidak sehat, “suatu saat nanti kita akan bertarung secara adil”
“Chun a.. kau akan mati ditanganku,” Gwang Taek lalu pergi
Di istana, pengawal raja menjemput Cho Rip dengan wajah berduka, Cho Rip bingung…
Gwang Taek pergi menemui raja dan memberitahu tentang kematian Putra Mahkota, sementara itu para Noron berpesta pora!!
Cho Rip pulang ke rumah Sa Mo dengan langkah gontai, ia tidak percaya nyawanya selamat namun dilain sisi Putra Mahkota malah meninggal. Sa Mo memeluk Cho Rip dan bilang kalau ia bangga pada keberanian Cho Rip, Jin Ju juga terharu.
Cho Rip lalu melihat Dong Soo yang duduk dipojokan dengan pandangan kosong tinggal menunggu setan merasukinya, Cho Rip memeluk Dong Soo dan menangis.
Di halaman istana, algojo membuka tandu Putra Mahkota dan kaget melihat Putra Mahkota sudah tergeletak tak bernyawa. (tidak ada yang tau kalau ia mati di tangan Chun)
Pangeran Jeong Jo berlari ke ayahnya “abamama…abamama…” dan menangis melihat ayahnya sudah meninggal.

SEBULAN KEMUDIAN…
tampak di kediaman pribadi pangeran, ia berjalan ditemani pengawal dan Gwang Taek. Sementara itu di tempat Sa Mo, Cho Rip berteriak karena Dong Soo hilang. “lagi?” Sa Mo kesal.
Sa Mo Cho Rip dan trio baru pergi mencari Dong Soo sementara Gwang Taek dan pengawal juga mencari Pangeran yang jalan – jalan sendiri.
Di pasar, Dong Soo jlan Sa Moepoyongan dan masih dengan padangan yang sama. Ia sering kehilangan keseimbangan dan berpenampilan seperti orang gila. Ia menabrak jualan orang, penjual sangat marah dan menggebuki Dong Soo.
Pangeran lalu datang dan menyuruh penjual berhenti menggebuki Dong Soo.
“aku akan bayar semuanya!”
“lalu apa kau bawa uang??”
Penjual dan pangeran berdebat dan tanpa mereka sadari, si orange sudah siap membidik Pangeran. (belum mati juga dia)
Pangeran menyuruh penjual untuk tidak memukuli lagi dan ia akan pulang dulu mengambil uang, “kau jangan pergi ya..tunggu disini” katanya pada Dong Soo 
Ssseeettt!!!
Penjual dan pangeran kaget setengah mati karena hampir saja tertususk anak panah si orange, untung Dong Soo dengan tenang dan mata kosong berhasil menangkapnya.
Pengawal datang dan melindungi pangeran “apa yang kalian lakukan! Ini adalah pangeran!! Perlihatkan hormat kalian”, semua orang di pasar berlutut
Gwang Taek dan Sa Mo datang dan memperkenalkan Dong Soo pada pangeran. Dong Soo lalu dibawa pulang, Jin Ju melihat Dong Soo dengan sedih.
Pangeran menanyakan kematian ayahnya, “apakah abamama mati karena dibunuh ninja?”, Gwang Taek hanya menunduk, pangeran makin sedih, bisa – bisanya Putra Mahkota negeri ini dibunuh oleh seorang ninja. “Yang Mulia anda juga harus lebih berhati – hati”
Trio baru dan Cho Rip khawatir melihat Dong Soo yang sudah sebulan tidak jelas, apakah hidup atau mati atau berada diantaranya. Matanya kosong dan selalu digebuki orang di pasar.
“bahkan orang – orang bilang kalau dia sudah gila”
Dae Ju juga mendengar kabar kalau Dong Soo sudah gila, ia lalu menyuru si orange mengirim buku ke ninja hitam dan si biru mengecek bagaimana keadaan Dong Soo sebenarnya.
 
Sementara itu, Jin Ju memperhatikan black pearl milik Ji dan black pearl yang sudah lama disimpan oleh Jin Gi.
Jin Gi ketemu dengan Ji, “anak itu, dia melihatku dengan mata tidak bersalahnya” Ji sedih 
Jin Ju lalu datang dan Ji seketika hilang, ia bertanya kenapa ayahnya ada disini.
Jin Ju : aku menemukan black pearl milik ahjumma (ji) tadi, kenapa sama dengan yang ayah punya?
Jin Gi : itu.. black pearl itu banyak! Kau bisa membeli benda seperti itu di pasar!
Mereka lalu pulang ke tempat mereka, Jin Ju lalu mendengar suara batang kayu tempat Ji sembunyi.
Jin Ju mencoba mencari Ji, “keluar saja, kau tidak tau apa julukanku? SI HIDUNG ANJING, aku akan menemukanmu!”
Jin Ju mengendus endus bau Ji, “ha! Ini bau parfum, berarti perempuan. TUNGGU, kau kah ini…ahjumma??”
Jin Ju mencari – cari Ji, dia juga bilang kalau black pearl milik Ji sama dengan milik ayahnya “jangan – jangan..kau adalah ibuku kan? Iya kan??”, Ji sekuat tenaga menahan tangisnya.
Sementara itu, Jin Gi memperhatikan black pearl miliknya dan flashback. Waktu itu, Jin Gi sedang menggendong bayi.
“nona muda.. anak ini butuh nama” katanya pada Ji, Ji tidak menjawab dan tidak menoleh sedikitpun lalu pergi. Jin Gi hanya mendesah dan melihat black pearl yang ditinggalkan Ji “bagaimana kalau Jin Ju?” katanya sambil melihat si little Jin Ju tersenyum.
Chun melihat buku yang diberikan Dae Ju, buku yang katanya bisa membuatnya bisa menjadi kstaria pedang terbaik se Joseon dan Qing. Chun tersenyum sinis dan membakarnya habis.
Sa Mo dkk mencoba menyuapi Dong Soo agar makan, tapi tidak ada respon. Si biru melihat itu dan melapor ke Dae Ju. Dae Woong sadar kalau Baek Dong Soo yang diincar Dae Ju ternyata anak dari baek Sa Gweng, “untuk apa kau mau membunuh bocah gila?, Dae Ju lalu mendelik padanya kesal “ngg.baiklah jika ingin aku akan membunuhnya”
Dae Ju bertemu dengan ratu dan memohon agar ratu bisa membujuk raja untuk membawa pangeran  kembali ke istana karena akan sulit bagi mereka untuk mengontrol pangeran yang berada di luar istana, apalagi Pangeran tidak pernah pisah dari 2 pengawal dan Gwang Taek.
Akhirnya ratu dengan penuh tipu daya dan mulut manis pergi memohon pada raja.
Pangeran akhirnya pamitan pada Gwang Taek dan bilang akan bersabar dan berhati besar hingga saatnya tiba bagi mereka.
Jin Ju datang dan melihat Cho Rip dan Dong Soo duduk bersama dengan pose bloon kepala kosong yang sama ^^. Jin Ju melambai – lambaikan tangannya dan menyiram air,membuat Cho Rip kaget tapi tidak dengan Dong Soo.
Jin Ju mennyeret Cho Rip dan Dong Soo ke danau dan menyuruh Cho Rip lompat ke danau. Jin Ju berusaha membuat Dong Soo sadar lagi, karena Dong Soo pernah menyelamatkan Cho Rip waktu kecil, siapa tahu Dong Soo juga bisa menyelamatkan Cho Rip saat ini.
Cho Rip takut – takut, karena ia tidak bisa berenang.. mereka akhirnya seret menyeret dan akhirnya nyebur berdua! HAHAHHA
 
“Cho Rip bodoh! Kau yang terjun! Kenapa kau juga menyeretku?” Jin Ju mengomel habis – habisan, Dong Soo tidak tahan dan akhirnya tertawa sembunyi – sembunyi.
Cho Rip dan Jin Ju sibuk mengeringkan pakaiannya dan baku kejar mengejar. Dae Woong lalu datang dan meNinja Hitamampiri Dong Soo.
Ia datang mengecek apa Dong Soo betul jadi gila. Dong Soo menatapnya dan senyum tidak jelas, Dae Woong kaget “apa kau suka padaku?” hahahha
Dae Woong lalu mengayunkan pedangnya tepat di depan mata Dong Soo, tapi Dong Soo tidak bergeming, bahkan tidak berkedip sedikitpun.
Dae Woong akhirnya pergi dan bilang kalau Dong Soo sudah positif gila.
Gwang Taek pulang dan kesal melihat kondisi Dong Soo tidak jelas. Ia memukuli Dong Soo berkali – kali, Jin Ju dkk khawatir bisa – bisa Dong Soo mati kalau dipukuli seperti itu oleh Gwang Taek. Sa Mo tidak bisa apa – apa karena takut juga sama Gwang Taek.
Dong Soo menangkis pukulan Gwang Taek, 
“bangun! Kubilang bangun!” Gwang Taek menggertak, “semangatmu yang mati tapi tubuhmu tapi bukankah masih hidup?, Dong Soo menatap Gwang Taek dan senyum cengengesan. Gwang Taek makin kesal dan berteriak agar Dong Soo sadar.
Sementara itu di Hoksa Chorong, Yeo Woon berjalan menuju tempat Chun dan duduk di singgsana barunya (tempat Dae Woong dulu), semua anggota ninja hitam lalu berlutut.

0 komentar:

Posting Komentar