Sinopsis Endless love Episode 5

Rabu, 07 November 2012
 
Eun Suh berjalan meninggalkan Tae Suk, ia lalu melihat seseorang yang terlihat seperti kakaknya “Oppa....?” Eun Suh mulai menitihkan air matanya dan mengejar mobil Jun Suh.
 
Jun Suh dan Yumi sampai di pantai, “wah..ini benar – benar terlihat seperti yang kau lukis”..seketika ingatan Jun Suh kembali saat ia dan Eun Suh bermain di sini.

Mereka melihat Tae Suk dan bingung untuk apa tae Suk berada di tempat seperti ini.
Tae Suk cerita pada Jun Suh kalau ia habis di tampar oleh Eun Suh. “pembantumu itu? Kau benar – benar! Dia terlihat seperti gdis yang baik..jangan bermain – main dengannya.”Jun Suh tiba – tiba kesal,padahal ia sendiri tidak tahu siapa wanita itu sebenarnya
“aku  serius! Tadinya aku tidak mau serius..tapi..aku benar – benar menyukainya.”
Yumi menagih janji Jun Suh yang akan menggambarnya di pasir. Jun Suh mulai menggambar Yumi, dan tanpa ia sadari..dari kejauhan Eun Suh dengan air matanya mengamatinya sedari tadi..
“sudah selesai”
“apa ini aku?  Ah~ jelek sekali” kata Yumi yang hampir gak ada bedanya dengan kata - kata Eun Suh dulu..

Sementara itu..Eun Suh makin yakin kalau yang ia lihat benar – benar kakaknya. Ia berlari sekuat tenaga dan memeluk kakaknya “oppa...”
“Eun Suh..?” Tae Suk heran melihat Eun Suh
“Eun Suh? Apa ini Eun Suh ? apa iniadikku Eun Suh?” kata Jun Suh
Semua kembali ke tempat Ji Han. Ji Han bertanya pada Yumi apa Yumi tidak tahu kalau Jun Suh  punya sepupu (Eun Suh). Yumi tidak tahu apa – apa tentang Eun Suh,sama halnya dengan Tae Suk yang hanya tau kalau Eun Suh adalah pegawai di hotelnya.
Jun Suh dan Eun Suh duduk bersama, “aku tidak tahu kalau kau yang ada di hotel waktu itu... kakak macam apa aku ini?”
Jun Suh dengan wajah sedih dan khawatir terus menanyakan kabar Eun Suh..apa keluarganya selama ini baik padanya..apa dia bisa hidup dengan baik...

Eun Suh dengan senyumannya bilang kalau ia sangat bahagia dengan keluarganya “ibu dan kakak sangat menyayangiku..kakak memang masih telribat perkelahian..tapi ia tidak pernah memukulku ^^. Ah~ mereka sangat menyayangiku”
“aku dengar keluargamu pindah ke Seoul”
“ah~ itu..keluargaku miskin..tapi kami bahagia kok ^^... apa kakak menghawatirkanku?  Apa sangat menghawatirkanku? Apa sangat sangat menghawatirkanku?”
“m..aku sangat menghawatirkanmu Eun Suh..”
Eun Suh senang mendengar itu, Jun Suh lalu memegang tangannya  dengan raut wajah sedih mendengar kehidupan Eun Suh
“bagaimana dengan ibu dan ayah? Apa mereka sudah kembali dari Amerika?”
“mereka akan kembali dalam waktu dekat ini”
“oppa..aku merindukan kalian semua...aku sangat senang..aku sangat senang..ku kira aku tidak bisa menemuimu lagi...”
Jun Suh menghampiri Yumi, Eun Suh sudah diantar Tae Suk pulang ke rumahnya. Yumi bertanya siapa Eun Suh, Jun Suh hanya menjawab kalau Eun Suh sepupunya.
“dia terlihat sangat cantik..”
“apa kau cemburu?” Jun Suh menggoda Yumi.
Sementara itu...Tae Suk mengantar Eun Suh pulang.Tae Suk terus – terusan ngomong tidak percaya kalau Eun Suh ternyata sepupu teman baiknya.
“Eun Suh..ayo kita mulai dari awal. Maafkan aku selama ini! Dan bisakah kau mulai dari sekarang menganggapku teman baik sepupumu?”
Tae Suk menyinggung maslaah dipecatnya Eun Suh, “apa kau memberitahu oppa tentang itu? Kumohon..jangan memberitahu kalau aku dipecat dari  pekerjaan”
Eun Suh khawatir kalau kakaknya sampai tahu dia menganggur, ia juga bilang kalau ia harus mendapatkan pekerjaan itu kembali. Otomatis ia meminta Tae Suk menjelaskan semuanya pada manager Kim.
“aku tidak pernah memohon atau meminta maaf pada siapapun! Tapi....apa itu penting? Apa itu sangat penting bagimu?”
Tae Suk dan Eun Suh menemui manager Kim. Tae Suk menjelaskan kaalu ia dan Eun Suh tidak melakukan apa – apa. Manager Kim bersikeras kalau ia tidak memecat Eun Suh tetapi Eun Suh yang keluar sendiri.
“apa kau tahu temamu yang lain harus bekerja keras karena kau bolos!? Dan sekarang kau memanggil “priamu” untuk menjelaskannya?”
Tae Suk tidak teirma Eun Suh dibilangi seperti itu, ia balik memaki manager Kim sebagai orang yang tidak pernah berkencan dan perawan tua yang iri pada gadis cantik seperti Eun Suh.
Eun Suh kembali ke rumahnya dengan wajah lesu. Ibunya sedari tadi menunggunya dan menhawatirkan Eun Suh 
 
“apa Jong Chul (kakak kandung Eun Suh) membawamu pada pria tua itu?”
Jong Chul tiba – tiba datang dan memukuli Eun Suh di depan banyak orang.
“dasar adik tidak tau di untung! Aku kehilangan pekerjaanku gara – gara kamu!”
Ibu datang dengan sendok nasi dan memukuli Jong Chul, keributan terjadi dan semua orang memperhatikan mereka.
Jong Chul pergi dan akan segera kembali lagi untuk menghajar Eun Suh. Ibu khawatir menyuruh Eun Suh untuk sementara pergi dari rumah.
“tenang saja bu..aku punya banyak teman ^^” Eun Suh berusaha menghibur ibunya.
“nyonya Choi..cepatlah..Jong Chul sudah terlihat!”
Eun Suh bergegas pergi kabur dari rumah, ia bingung harus pergi ke mana. Ia menelpon seseorang di telepon umum tapi tidak ada yang menjawab.
Pagi hari di sekolah....
Jun Suh  meregangkan badannya dan menghirup udara segar. Ia terkejut melihat Eun Suh sudah ada di depan sekolah dan tas di tangannya.
“selamat pagi oppa...apa aku terlalu pagi datang ke sini ya ^^”
“Eun Suh..”
“ibu dan kakakku tau kalau oppa datang, makanya dia mneyuruhku untuk tinggal lebih lama bersamamu..apa idak apa – apa?”
Jun Suh melihat ada lebam di pipi Eun Suh dan lehernya, ia lalu menggandeng Eun Suh masuk ke sekolah.
Jun Suh mencari obat untuk Eun Suh, ia kesal dan sedih melihat keadaan Eun Suh seperti sekarang ini,padahal dulu ia biasa hidup dilindungan oppanya. Sementara Eun Suh,ia mencui mukanya dan kaget melihat lebam di sana sini.
Eun Suh menemui Jun Suh dan mengaku kalau sebenarnya ia kabur dari rumah.
“sebenarnya kakakku..”
“sudah. Tidak perlu diceritakan..tinggalah bersama oppa.”
Jun Suh menemani Eun Suh tdiur siang. Ia  mengelus rambut Eun Suh dan wajah lebamnya. Jun Suh terus menyalahkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa – apa untuk Eun Suh.
“Eun Suh..maafkan oppa, mulai sekarang tidurlah yang nyenyak.. “selamat pagi...selamat malam..” oppa ingin sekali mengucapkan semua kata – kata itu ketika kau bangun dan tidur”
Jun Suh lalu menemui Jang Chul yang  istirahat sambil minum soju. PLAKKKK! Jun Suh tanpa basa basi memukul Jang Chul
“siapa kau..berani – beraninya kau memukulku!”
“aku...Yoon Jun Suh, kuperingatkan. Jangan sekali – kali kau menyentuh adikku. Kau akan tahu akibatnya!”
Eun Suh dan jun Suh berbelanja bersama. Eun Suh berencana memasak untuk meraykan hari pertama jun Suh mengajar. Mereka berjalan sambil membicarakan tentang keluarga
Jun Suh dan Eun suh sepakat kalau mereka akan berpura – pura sebagai sepupu. “bagaimana dengan Shin Ae?”
“dia sangat ambisius dan pekerja keras. Sebentar lagi ia akan kembali ke korea setelah mendapat MBA”
“MBA? Apa itu?”
Jun Suh makin yakin kalau kehidupan Eun Suh berantakan, bahkan untuk gelar sarjana seperti MBA pun Eun Suh masih asing.
 
Mereka sampai di sekolah dan ternyata Yumi sudah ada dan lengkap dengan masakannya.
“halo..” Eun Suh menyapa Yumi canggung
Yumi menjelaskan kalau ibunya terlalu banyak membawa bahan makanan dan lebh baik kalau di masak dan dimakan bersama.
“jadi..sampai kapan kau akan tinggal di sini?”
“Eun Suh akan tingal bersamaku” Jun Suh  langsung menjawabnya”sekarang ia tidak punya tempat tinggal”
“baguslah..dengan begitu aku sudah tidak khawatir lagi melihatmu tinggal sendirian”
Jun Suh mengantar Yumi ke hotel. 
“kenqapa kau tdiak bilang kalau Eun Suh akan tinggal bersmamu?”
“maaf, ini terjadi begitu saja..”
“baguslah..dengan begtu Eun Suh bisa jadi mata – mataku dan kau tidak bisa melirik ke gadis lain”
Yumi lalu menanyakan bagaimana kalau akhir pekan ini mereka mengajak tae Suk dan Eun Suh ke rumah lama Jun Suh. “bukannya dia sepupumu, dia pasti sering berkunjung ke rumah itu kan?”
Jun Suh menolak. Dalam hatinya ia takutkalau Eun Suh terbawa memori alam dan sedih.
Yumi sampai di hotel, Jun Suh menyuruhnya segera masuk karena ia mesti bergegas pulang.
“aku tidak mau! Apa kau tidak bisa tinggal lebih lama lagi?”
“mm..Eun Suh..dia sendirian di sana”
“ah benar. Seorang gadis sendirian di tempat seperti tiu bisa berbahaya. Baiklah kau menang ^^” Yumi mencium jun Suh dan masuk ke hotel.
Jun Suh berjalan pulang...mulai mempercepat langkahnya...dan berlari. Ia ingin mengucapkan selamat malam pada adiknya.
“Eun Suh..apa kau sudah tidur?” Jun Suh mengetuk pinu kamar Eun Suh
“oppa..kau ..nerlari?” Eun Suh heran melihat Jun Suh keringatan.
“ah iya.. Eun Suh..selamat malam..tidur yang nyenyak”
Eun Suh hanya tersenyum
Pagi hari di hotel....
Tae Suk dengan style ala bos duduk dan memarahi pegawainya. Ia meminta agar Choi Eun Suh dipekerjakan kembali dan manager Kim dipecat.
Pegawai itu protes dan bilang sebaiknya manage Kim tidak dipecat dan dipindahkan ke departemen lain.
“terserah kau..tapi pastikan aku tidak melihatnya lagi. Kau juga sebaiknya  lebih baik apdaku, kau tau siapa aku kan?”
Sementara itu di kmapus tempat Jun Suh mengajar..
Tae Suk menyelinap menjadi salah satu mahasiswanya ^^. Ia menghampiri Jun Suh  untuk mengucapkan selamat . 
“mmm...ah~ ini agak sedikit memalukan.. tapi..biskah kau bilang ke Eun Suh kalau aku pria yang baik?”
“tidak!”
“ayolah..sebagai best friend... bilang kalau aku pantas mendampinginya...”
“tidak! Eun Suh terlalu berharga untukmu!”
“kau benar – benar! Kau kan tidak mungkin tinggal bersamanya terus. Daripada ia harus menikah dengan pria 40 tahun itu! Ah~ kau bhakan tdiak atu kalau dia dijodohkan kan?”
Mendengar itu Jun Suh makin khawatir, seberapa menderitanya Eun Suh selama ini.
Tae Suk lalu menemui Eun Suh di sekolah.
“benarkah? Aku diterima bekerja kembali? Wah..syukurlah ^^.. tapi bagaimana kau membujuk manager Kim?”
“mmm...ya begitulah (padahal tae Suk memeact manager Kim ^^), kau traktir aku amakn siang, oke?! Sebagai rasa berterima kasih ”
Sementara itu Jun Suh dari jauh memandangi mereka berdua..
Eun Suh kembali bekerja.....semua rekan kerjanya melihatnya sinis dan mengindahkannya. Teman Eun Suh yang satunya menceritakan kalau Manager Kim dipindahkan ke departemen kolam renang.. “ah~ kasihan sekali..iu sama saja kalau ia dipecat!”
“benarkah? Kenapa?”
Teman Eun Suh cerita kalau banyak rumor yang beredar kalau Eun Suh asuk kerja karena ia dekat dengan direktur hotel yang notabene putra bungsu si pemilik.
“kau tidak benar – ebanr mengenalnya kan? Direktur baru itu.”
“tentu saja..diamna aku bisa engenalnya? Memangnya siapa namanya?”
“aduh..siapa ya namanya.. m.... Han! Han Tae Suk!”
“apa kau bilang? Tae Suk?”
Mendengar kata itu Eun Suh kaget dan kesal, kebetulan tae Suk juga datang menghampirinya “hoi..Choi Eun Suh, selamat datang kembali ^^. Aku dari tadi mencarimu”
Eun Suh kesal dan pergi. Tae Sung mengejarnya dan bertanya apa yang salah dengan yang dilakukannya.
“jangan sentuh aku! Aku berfikir kalau kau pria yang baik. Aku pikir aku membujuk Manager Kim”
“siapa yang bilang?” Tae Suk mulai kesal
“apakah sangat mudah memecat orang? Apa kau tdiak berfikir bagaimana nasib mereka? Aku sangat membenci anda,tuan”
 
“ya! memang beanr aku tidak memperdulikan orang lain! Aku orang seperti itu! Apa yangs alah dengan caraku menyingkirkannya. Aku MENYUKAIMU!..aku melakukannya karena aku MNEYUKAIMU! Puas?!”
Eun Suh terkejut mendengar pengakuan tae Suk, sedangkan Tae Suk memalingkan pandangan kesalnya dari Eun Suh.
Yumi dan Jun Suh sibuk mengatur barang di rumah lamanya, sementara  Tae Suk yang tadinya kesal menunggui Eun Suh pulang kerja.
“kau kuantar pulang! cepatlah masuk! Sebelum ada keributan di sini” tae Suk memaksa Eun Suh naik kemobilnya
“yang tadi..aku benar benar minta maaf”

“aku tahu..kau bilang begitu (menyukai Eun Suh) karena kau marah kan? Aku tidak akan bilang pada Oppa, tenang saja.”
“ayo kita jelaskan padanya! Akan aku bilang akalu aku benar – beanr mneyukaimu!!!!!!!!!!”
Tae Suk memutar arah mobilnya menuju rumah lama Jun Suh. 
Di perjalanan.... 
“ini juga kota asalmu kan?”kata Tae Suk
“tidak..aku tidak pernah pergi ke sini” Eun Suh berbohong
Eun Suh diam – diam menangis, mengingat semua kenangannya bersama Jun Suh saat masih SMP,sementara Tae Suk hanya diam karena tdiak tau apa – apa
Sampai di rumah..Eun Suh hanya terpaku melihat seisi rumah yangs ama persis ketika ia terkahir tinggal di rumah ini. Tae Suk cerita kalau Jun Suh sering bercerita tentang rumah ini dan kenangan indah saat masih SMP bersama adiknya.
Eun Suh berjalan ke ruang makan dan ahtinya makin kalut. Ia mengingat saat merayakan ulangtahun ibunya..saat makan malam bersama..dan saat ia berpamitan dnegan gelas – gelas...
Jun Suh dan Yumi datang, mereka kaget melihat tae Suk dan Eun Suh sudah ada di rumah.
“oppa...” Eun Suh menangis dan nyaris pingsan,
“CHOI Eun Suh!” tae Suk kaget..disaat yang bersamaan Jun Suh juga memanggil nama Eun Suh “YOON Eun Suh” Tae Suk dan Yumi bingung..sebenarnya apa yang terjadi.
Well...melihat semua kenangan bahagia saat mereka masih jadi adik – kakak...siapa yang tidak kalut...
“ada apa dengan Eun Suh?”
“aku tidak tau...ini pasti salahku..semua gara – gara kejadian di hotel tadi”
 
Eun Suh pergi ke kamarnya..ia menangis melihat keadaan kamar yang masih seperti dulu dan tulisan “ini kamar Eun Suh” di balik tirai
Jun Suh datang dan tersenyum..
“oppa pasti berpikir,"Aku akan menangis lagi." Kan?”
“kamu pasti berpikir,"Hal ini tidak berubah sama sekali" ?”
“oppa pasti berpikir  "Dia menangis lagi."kan?
“kamu berpikir,"Dia berbicara ke saya," benar?
“ Oppa berpikir,"Dia akhirnya kembali ke dirinya sendiri."
Mereka bermain tebak pikiran ^^,

mEreka ber4 pergi memancing bersama... Yumi menanyakan seberapa dekat Eun Suh dengan Jun Suh. Eun Suh hanya  bilang alau ia hanya adik sepupu Jun Suh
“bagaiaman kalian bisa bertemu?”
“ah~ begini..aku dan Jun Suh kuliah di universitas yang smaa. Awalnya aku hanya berteman dengan tae Suk, lalu ia mengenalkanku pada Jun Suh. Lucu sebenarnya... aku tidak athu kalau ia menyukaiku..saat itu dia hanya bertanya, kalau aku terlahir kembali..aku ingin menjadi apa?”
“jawaban anda?”
“pohon..aku ingin menjadi pohon”
Mendengar itu..Eun Suh seketika flashback saat ia juga mengatakan ingin menjadi POHON
Tae Suk mengaku pada Jun Suh kalau ia sudah bilang menyukai Eun Suh
“aku tetap tidak mendukungmu. Apa kau serius?”
“aku juga tidak tau kenapa aku bisa seserius ini. Aku benar benarmenyukainya”
“apa yang Eun Suh katakan?”
“dia hanya diam. Tapi tunggu saja,aku akan meyakinkannya kalau akulah orang yang tepat”
“aku tidak mendukungmu”
“kau tetap akan mendukungku..sebagai teman baik dan sepupu eun Suh! Kau harus mendukungku!”
Mereka duduk bersama menikmati makanan.. Tae Suk tiba – tiba penasaran kenapa nama Jun Suh dan Eun Suh begiu mirip.
Jun Suh hanya tertawa dan berushaa mengalihkan pembicaraan
“Eun Suh...kalau kau..ingin menjadi apa kalau terlahir kembali?” Yumi bertanya
“aku..aku ingin terlahir sebagai adik oppa ^^”
Tae Suk menarik tangan Eun Suh dan mengajaknya memancing, Jun Suh diam – diam melirik Eun Suh yang kelihatan akrab dengan Tae Suk.
“apa kau dingin?” tae Suk memakaikan jasnya pada Eun Suh ^^
Sementara Jun Suh asyik becanda dengan Yumi....Eun Suh juga diam –d iam melirik ke arah mereka.
Kembali ke rumah...
Yumi dan tae Suk bingung kemana Jun Suh dan Eun Suh pergi...
 
Mereka rupanya tidak sengaja ketemu di gedung tua.
“kau...disini kau sering sekali menangis”
“benarkah?”
“kita juga biasa berteduh di sini saat hujan, apa kau tdiak ingat?”
Eun Suh bilang kalau ia agak lupa dengan kenangan itu (padahal ingat)..
“kenangan itu sangat indah..tapi aku harus beradaptasi dengan ligkungan baru..jadi aku berusaha melupakannya.. oppa...ini benar – benar..sulit bagiku..melupakan kenanga indah bersama oppa dan ibu..benar – beanr sulit bagiku” 
“ayo..biar kugendong kau pulang” jun Suh mengembalikan memori Eun Suh saat ia juga digendong pulang saat SMP
“oppa..aku pasti di bawah posisi 3 bagimu kan? Setelah ibu..Yumi..dan Shin Ae..”
“tidak”
“benarkah?aku bahkan tidak di posisi itu sekarang?”
“tidak..kau selalu pertama bagiku” Jun Suh benar – benar menyayangi Eun Suh.....sama seperti dulu
Sementara itu..di rumah, Yumi dan tae Suk menungguk Jun Suh dan Eun Suh pulang. Tiba – tiba Shin Ae datang dan memeluk Tae Suk
 
Shin Ae mencari Jun Suh tapi Yumi bilang ia keluar bersama sepupunya
“apa? Sepupu?” Shin Ae bingung
“kami pulang..” Jun Suh dan Eun Suh datang, Jun Suh terkejut melihat Shin Ae pulang...begitupula dengan Eun Suh...
Bagaimana dnegan Shin Ae?
Seperti biasa dengan tatapan tajam penuh iri..ia menatap Eun Suh “sepupu?”
 

3 komentar:

nine mengatakan...

ayo smgt hyo rin, dlnjutin sinopsisnya.
ak tggu klnjutannya:)

Anonim mengatakan...

Waaah... dah ada yang ke-5... ayoooo smangat...!!!

Kim Hyo Rin mengatakan...

terimakasih telah berkomentar..
Hyo Rin minta maaf....
akhir akhir ini banyak tugas kuliah yang mesti diselesaikan...Hyo Rin akan berusaha mengupdate sinopsis selanjutnya ^^

tunggu ya~

Posting Komentar