Sinopsis Warrior Baek Dong Soo episode 16

Kamis, 05 September 2013



Dong Soo berlatih seni beladiri bersama Gwang Taek, Gwang Taek melemparkan koin ke labu dan koin itu tertancap tajam.Dong Soo mencoba beberapa kali tapi koinnya masih terpental.
“tempa besi ini hingga menjadi pedang” kata Gwang Taek, ia lalu menyuruh Dong Soo latihan membelah biji kecil hanya dalam 1 kali tebasan. 
Sementara itu di markas Ninja Hitam, Yeo Woon berlatih sendiri dan berhasil membelah biji hingga menjadi setengah bagian hanya dalam sekali tebas.
2 bekas pengawal Putra Mahkota berpamitan dengan pangeran, mereka dipecat atas perintah dari raja.

Mereka lalu menemui Sa Mo, mereka khawatir dengan keselamatan pangeran apalagi Gwang Taek juga sudah tidak ditempat. Sa Mo bilang ia akan melatih trio baru untuk menjadi pengawal pangeran (sama dengan yang dilakukan Dong Soo dkk. Dulu), Mi So (ternyata namanya Mi So, bukan Mi Hyo ^^) juga tidak mau ketinggalan dan memohon untuk dilatih juga, tapi SA MO melarangnya.

Bekas pengawal yang masih sangat setia dengan Putra Mahkota ingin membalas dendam pada Dae Jun. Mereka lalu memasuki rumah Dae Jun dengan pakaian ninja.
Baru saja mereka ingin memasuki ruangan D, Dae Jun sudah keluar sambil kipas – kipas. Mereka kaget, apalagi Dae Jun sepertinya sudah mempersiapkan kedatangan mereka bahkan ada Ninja Hitam dan Yeo Woon yang berjaga di rumahnya dan pasukan polisi sudah berdatangan.
“dasar penghianat kau Yeo Woon!” Pengawal kesal dan bertarung habis – habisan,  tentu saja mereka dengan mudah dilumpuhkan oleh Yeo Woon.
Salah satu dari pengawal hamper saja menebas Dae Jun, namun sayang ia duluan tertikam oleh Yeo Woon. “Yang Mulia… maafkan kami” kata pengawal itu sebelum akhirnya tewas.
Dae Jun tertawa puas melihat kematian pengawal, ia lalu tersenyum bangga pada Yeo Woon. FLASHBACK— Dae Jun tau kalau suatu saat pengawal itu akan mencarinya, ia lalu mengancam Yeo Woon kalau ia bisa saja melenyapkan Ji Sun hanya dalam 1 kata, Yeo Woon akhirnya menyerah dan memenuhi permintaan Dae Jun untuk menolongnya malam ini.
 
Yeo Woon kembali ke markasnya, kesal dan arah pada dirinya sendiri atas apa yang baru saja ia lakukan.
“bagi seorang ninja, hati adalah kematian. Jika kau menggunakan hati maka kematian yang kau dapat” kata Ji
“tenang saja, aku sudah lama melupakan— apa yang dikatakan dengan hati”
Di lokasi latihan, Gwang Taek menyuruh Dong Soo untuk menutup matanya dan mereka akan bertarung. Dong Soo habis – habisan dipukuli Gwang Taek karena pukulan Dong Soo meleset terus, Dong Soo kesal dan membuka penutup matanya, melirik tajam ke Gwang Taek. HAHAHAHA
Sementara itu, Jin Ju dan kawanannya dating dengan sebox besar topi bulu dari Qing. Harga topi itu sangat mahal tapi Jin Ju yang pandai bisa mendapatkannya dengan setengah harga. HAHAHAH
Ji Sun sangat berterimakasih pada Jin Ju “kau sudah bekerja keras, terimakasih J”, Jin Ju kaku membalas senyum Ji Sun,

Jin Ju pamit pulang ingin menemui ayahnya, Ji Sun lalu sendirian mengecek topi – topinya. Ia tidak sadar kalau ada 2bandit yang mengintainya dan siap merampok.
Belum sempat bandit itu merampok, Yeo Woon diam – diam datang dan melumpuhkan mereka.
Ji Sun kaget mendengar suara dari luar gerbang, ia lalu melihat Yeo Woon meghajar bandit itu.
Ji Sun memberitahu SA MO kalau ia melihat Yeo Woon membatunya tadi siang. Sa Mo berfikir sangat berbahaya bagi Ji Sun unutk berbisnis sendirian, ia rentan di rampok. 
Jin Gi mengusulkan untuk menyuruh anak buahnya berjaga disini, dan Jin Ju juga akan menjadi teman bisnis Ji Sun.
“hm..aku juga belakangan ini bosan merampok— TUNGGU! Siapa? AKU????” hahhahaha Jin Ju kesal melirik ke arah Jin Gi, tapi ia tidak bisa apa – apa karena Ji Sun sudah terlanjur pasang senyum ke dia.
Jin Ju dan Jin Gi mulai berjualan, mereka benar –benar sales sejati! Hahahaa
Barang dagangan mereka habis dan memberikan banyak keuntungan. Sa Mo memuji kalau Jin Ju sangat pintar menjual. HAHAHAHA

Ji Sun berniat untuk berdagang ginseng. “ginseng milik Joseon sangat berkualitas, kita bisa menjualnya dnegan harga tinggi”
“bukannya persaingan penjual ginseng sangat ketat?” kata Sa Mo
Jin Ju llau menjelaskan kalau mereka bisa menjalin hubungan dagang dengan jepang dan Qing. “hubungan Qing dan Jepang tidak begitu baik dan mereka memutuskan semua hubungan dagang. Kita bisa menjembatani mereka, kita jual ginseng dan mendapatkan silver Qing lalu menjualnya ke Jepang untuk dapatkan gold”
Sa Mo yang bingung hanya cengengesan bilang kalau Jin Ju sangat pintar! HAHAHAHA
Di markasnya, Jin Gi memberitahu pasukannya kalau mereka bukan lagi perampok, tapi PEDAGANG!Mereka berjalan penuh senyuman membawa ginseng siap ekspor ke Qing.HAHHAHAHAHA, sementara itu Gu Hyang melaporkan ini semua ke Yeo Woon.
 
Dong Soo akhirnya berhasil menancapkan koinnya ke labu bahkan ke biji kecil di atas labu!!Dong Soo juga sudah mulai belajar akupuntur (yeeyy! Ayo Dong Soo, kalahkan Yeo Woon!!!).
Gwang Taek lalu mengajaknya ke hutan, ia disuruh berlatih lagi, menumbangkan pohon hanya dalam sekali tebas. Dong Soo geleng – geleng “kau benar – benar akan membunuhku kali ini,guru”, Gwang Taek hanya tertawa

3 tahun kemudian…
Dae Woong kembali dari Qing dan membawa teman barunya, pengawal Kaisar, misi mereka adalah untuk mengambil alih Ninja Hitam dan membunuh Chun.
“haaaaa… aku rindu sekali sama Joseon!” kata Dae Woong
Dae Woong langsung datang mengamuk di markas Ninja Hitam, ia berteriak memanggil Chun. Yeo Woon muncul dan bilang kalau Chun sedah lama pergi (rambutnya Yeo Woon.. wew… HAHAHA).
Ia lalu mencari – cari Ji, “aku disini,ada apa kau mencariku?”
Dae Woong rindu sekali sama Ji, ia ingin membelai wajah Ji tapi tangan palsunya tidak bisa! HAHAHA, “Ga Ok a… aku sangat rindu!”
Dae Woong lalu menyuruh pengawal Kaisar, Chong Ryang masuk. Dae Woong bilang ini perintah langsung dari Kaisar untuknya mengambil alih Ninja Hitam, Yeo Woon dan Ji berlutut memberi hormat.
Ji, Yeo Woon dan Dae Woong duduk bersama sambil minum – minum. Ji bilang kalau Chun sudah lama pergi.Dae Woong bertanya – Tanya apakah Chun pergi membunuh semua orang yang ia tulis dalam daftar list tersebut. 

Sementara itu, Chun masih sibuk dengan daftarnya, Hong Do sang pelukis juga setia melukisnya. Chun lalu menyuruh seorang bocah untuk membelikannya minuman,sementara ia sibuk berburu.
Malam hari, anak itu datang dengan wajah gugup mandi keringat.Chun lalu menyuruhnya mendekat dan makan daging bersamanya.Chun tidak tau kalau ada beberapa orang yang mengintipnya, dan mereka menyuruh anak itu memastikan apakah Chun benar – benar Chun yang mereka cari.
(tau nggak kalau anak itu adalah anak dari Choi Min Soo (pemeran Chun), hahaha dia jadi cameo!)
Malamnya, orang itu mendatangi Chun dan berusaha membunuhnya, “kalau kami berhasil kami akan terkenal” kata mereka.Tentu sja Chun masih muka ngantuk dengan mudah melumpuhkan mereka.
Dae Jun dan ayah ratu berpesta.Dae Woong tiba – tiba masuk dan makan membabi buta. Ayah ratu bingung dan kesal dengan Dae Woong yang blagu’ bukan main. Setelah Dae Woong pergi Dae Jun bilang tenag sjaa, karena pelayan (Dae Woong) tetap saja seorang pelayan.
Trio baru jejingkrakan melihat nama mereka terpampang NYATA di pengumuman hasil ujian Negara, Cho Rip juga datang. Trio baru lalu mencari – cari nama Cho Rip tapi tidak ketemu, “haaa..kasihan sekali dia” 
Kim Hong Do lagi – lagi muncul, ia melihat namanya juga ada dan nama Cho Rip.
Trio baru dkk. Berpesta karena lulus ujian. Sa Mo bertanya bagaimana dnegan Cho Rip, trio bilang kalau merkea tidak melihat namanya.

Tiba – tiba Hong Do datang dan langsung ikut berpesta tanpa minta ijin. HAHAHA
“ho’! siapa kamu?” kata Sa Mo
“aku Kim Hong Do, aku Jin Gia baru saja lulus  ujian Negara dan akan menjadi pelukis”
Jin Ju melihatnya dan ngomel kenapa Hong DO mesti ikut berpesta dengannya, siapa yang mengundangnya?
Hong Do dnegan senyum seumringah ke Jin Ju bilang kalau ia kemari untuk merayakan kelulusannya sekaligus memberi kabar baik tentang Cho Rip.
Hong Do bilang kalau Cho Rip lulus ujian sebagai pejabat Negara, dan nama aslinya adalah Hong guk yang.
Mereka semua kaget kecuali Sa Mo, ternyata Cho Rip adalah anak bangsawan, tapi kenapa Sa Mo tidak pernah cerita?? “itu karena ia takut kalian akan menjauhinya karena statusya, makanya aku memberinya nama baru”
Cho Rip menemui ayahnya dan berlutut, ayahnya sangat bangga karena ia lulus ujian.
Dong Soo yang hamper bisa menjadi pandai besi hahaha akhirnya menyelesaikan pedang buatannya, ia juga sudah berhasil melawan Gwang Taek dengan mata tertutup, Gwang Taek sangat bangga padanya.
 
Dong Soo dan Yeo Woon di tempat yang berbeda— mereka bersemedi dan menyatu dengan suara alam.Ssat!Ssat!Ssat! Mereka berhasil menebas tipis sehelai daun pinus!!!
Trio baru memberi salam hormat kepada pangeran dan memberikan hidupnya untuk melindungi dan setia pada pangeran. (pangeran sudah gede’!! ^^)
Pangeran lalu ke perpustakaan dan mencari buku tentang sejarah Qing. Si trio menyapa senang Cho Rip yang bekerja di sana.
Pangeran lalu bertemu dengan Dae Jun dan berusaha menyembunyikan judul buku yang ia baca, Dae Jun bergumam sinis “jadi ia membaca buku itu?”
Raja dan ratu memanggil pangeran dan mengadili pangeran. Ratu bertanya buku apa yang pangeran baca, pangeran bilang ia membaca buku sejarah Qing. Raja kesal karena ia melarang pangeran membaca buku itu jauh – jauh hari.
Raja lalu memeriksa buku itu dan tersenyum melihat bagian “terlarang” sehinga buku itu tidak boleh dibaca oleh pangeran sudah ditempeli kertas. (kerjaan si Cho Rip jauh – jauh hari). Ratu terlihat sangat kesal
Pangeran memanggil Cho Rip menghadapnya dan sangat berterimakasih.

 
Sementara itu, Gwang Taek menunjukkan bagaimana ia menancapkan pedangnya dalam – dalam dibatang pohon dalam sekali tebas. “gunakan hatimu untuk mengendalikan pedang”, Dong Soo berkonsentrasi dan akhirnya BISA!! Gwang Taek makin bangga, kemampuan Dong Soo hampir menyamainya
Chun bertarung dengan Jung tae san. Chun hamper sja membunuhnya, tapi ia malah melepas tae san dan pergi mium bersama. Chun tau kalau Tae San membunuh buronan dan dapat gaji dari polisi, Chn Tanya kenapa ia tidak memburu Jin Gi.
“aku sudah bertarung dengannya dan aku kalah, sejak saat itu aku mencorentanya dari daftarku. Kemampuan pedangnya sangat bagus, hampir sama denganmu”
Chun tertawa, ia bergumam kalau sudah takdir Jin Gi menjadi buruannya.
Sementara itu, pangeran datang menemui Sa Mo dan meminta bantuan agar SA MO mencari Gwang Taek. Pangeran lalu bertemu dengan Ji Sun, Ji Sun tidak berhenti menatapnya—ia teringat dengan Putra Mahkota.
Ji Sun Sa Mo dan Jin Ju berdiskusi tentang ginseng. Jin Ju membawa sampel ginseng kering yang harganya selangit, SA MO mencobanya dan bilang ini sangat enak.

Jin Ju sepertinya sangat ahli, mereka mediskusikan jenis apa yang akan mereka tanam dan bagaimana cara mengeringkand an menjualnya nanti. Sa Mo sumpah tidak tau apa – apa dan hanya mengangguk angguk, HAHAHA. 
 
Di markas Ninja Hitam, Dae Woong berniat membunuh Chund an yang harus membunuhnya adalah pemimpin baru Ninja Hitam kelak (Yeo Woon). “junior akan membunuh sneiornya, bukankah itu juga yang dilakukan oleh ayahmu, ga Ok?”
Ji tersenyum sinis, ia tidak akan menghentikan Dae Woong tapi masalahnya apakah Dae Woong bisa melakukannya? HAHAHA
Dae Woong memang cerdik!
 
Ia pergi ke Dae Jun dan meminta bantuan tentara perintah untuk membantunya menangkap Jin Gi. Dae Jun kesal karena ia piker Jin Gi sudah mati.
“hanya Ji yang tau dimana mereka bersembunyi, aku sudah memberitahunya rencanaku dan pasti dia akan menemui Jin Gi. Kau bisa menangkap Jin Gi da pasukannya dan mendapat penghargaan” kata Dae Woong, sementara ia bisa menangkap Chun karena tahu Chun pasti akan mencari Jin Gi.
Ji datang menemui Jin Gi da menyuruhnya mengungsi karena Chun mencarinya. Jin Gi menolak karena anak buahnya disini dan sangat mempercayainya, tidak mungkin ia berhianat. Ji lalu memutuskan untuk membawa Jin Ju pergi.
Chun benar saja langsung datang dan membuat kegaduhan, ia memita Jin Gi keluar dan bertarung dengannya.

Ji keluar dan bilang kalau Dae Woong dan Chong Ryang utusan Qing mencarinya dan akan membunuhya.
Chun tidak peduli dan menyruuh Jin Gi mengeluarkan pedangnya.Jin Ju datang dan shock. Jin Gi senyum padanya dan bilang apapun yang terjadi jangan balas dendam.
 
Sementara itu, Gwang Taek dan Dong Soo dalam perjalanan pulang. Dong Soo meminta ijin pada Gwang Taek untuk menemui Jin Ju dan Jin Gi.
Baru saja Chun dan Jin Gi mulai bertarung, tiba – tiba ratusan anak panah menerjang mereka. Jin Gi terkena di pahanya, dan Ji melindungi Jin Ju akhirnya terkena di punggung.
“eomma!!!!” Jin Ju teriak sambil memeluk Ji, Chun kaget mendengarnya
Chun lalu menyuruh Jin Ju cepat membawa ji masuk.
Mereka ternyata Dae Woong dan pasukan pemerintah lengkap dengan Chng Ryang dan Yeo Woon.
Chun kaget melihat Yeo Woon dan bilang kalau ia sudah menjadi penghianat sejati, “terimakasih, kau yang mengajariku” katanya, Chun tertawa dan bilang Yeo Woon masih LEMAH
 
Chun melihat ke Dae Woong dan bilang kalau kematian sangat meyakitkan tapi Dae Woong memita 2 kali mati kali ini. Dae Woong ketawa setan dan bilang ia bakalan hidup lagi ketika dibunuh bahkan masih banyak anggota tubuhnya bisa ditebas kalau Chun mau.
 
Chun menebas satu persatu Ninja Hitam dan bersembunyi ke dalam rumah, ia lalu menemui Ji dan Jin Ju yang tidak berhenti menangis melihat ibunya.
Chun menyeret Jin Ju keluar dan menyruuhnya pergi sejauh mungkin, ia yang akan menyelamatkan Ji.
 
Chun mencabut panah di punggung Ji “aku tidak bisa hidup tanpamu, ayo cepat!”, Ji menolak dan menyuruh Chun menyelamatkan Jin Ju.
Ji : selamatkan putriku… dia adalah putrimu!!!
Chun : apa kau bilang?
Ji :dia.. dia putrimu!

Picture taken from http://popv.wordpress.com/

0 komentar:

Posting Komentar