Sinopsis KOIZORA / Sky Of Love Part 2

Senin, 23 Januari 2012
Hiro,selamat tinggal,
Aku akan selalu mencintai …. Langit Biru itu…
 
Cast : Haruma Miura as Sakurai Hiroki
          Yui Aragaki as Tahara Mika
          Nakamura Aoi as Nozomu 
Mika hanya duduk terdiam melihat Hiro pergi meninggalkannya setelah memberitahu kalau dirinya hamil, (baca Part 1 di sini)
baru saja Mika mau meninggalkan café, Hiro muncul dan memberikan Mika sebuah hadiah atas kehamilannya ^^.
“Selamat!!” kata Hiro
“ayo kita besarkan bayinya besama – sama ” kata Hiro lagi ^^
“apakah ini bagus?” kata Hiro sambil memilihkan cincin untuk Mika
“yang simple sepertinya lebih bagus,
Mereka lalu pergi ke tempat istimewa Hiro, sambil terus memandangi cincin couple mereka.
Hiro melihat Mika tersenyum sambil mengelus – elus perutnya,
“Mika, dapatkah aku menyentuhnya?!”
“tentu saja,”
“whoa……tumbuhlah dengan baik ya~ jangan sampai menyusahkan ibumu kelak~ ^^”
“oh! Karena kita memilikinya di perpustakaan , Bagaimana kalau kita namai dia.. BUKU” kata Hiro lagi?
“huh?! Buku?? Bagaimana kita menjelaskannya nanti!?” kata Mika tertawa…
“ahaha.. benar juga! Mmm… bagaimana kalau kita bertemu dengan orangtua masing – masing??” ajak Hiro 
Pertama ke rumah orangtua Hiro….
Hiro memohon kepada orangtuanya untuk menikah dengan Mika. Orangtua Hiro bingung mau menjawab apa..apalagi setelah mengetahui keadaan Mika.
“apakah kau yakin akan membuat Mika bahagia?” kata ibu Hiro
“tentu saja,aku akan berhenti dari sekolah dan bekerja”
“kalau begitu… kami sudah tidak bisa berbuat apa - apa” kata ayah Hiro
Mika dan Hiro senang karena mereka telah mendapat restu dari orangtua Hiro.
Hiro berniat mengantar Mika pulang, ibu Hiro lalu keluar dan memberikan Mika syal agar tidak kedinginan..
“terimakasih..” kata ibu Hiro yang nampaknya senang dengan Mika
Sekarang giliran orangtua Mika,
Hiro datang dengan warna rambut baru, yup! Biar kelihatannya gak bandel..
“kumohon, biarkanlah aku menikahi Mika”
Ayah Mika terdiam dan tidak percaya… sementara Mika dan Hiro tidak henti hentinya memohon,
“ayah,ibu, aku berjanji akan membesarkan bayiku ini….” Kata Mika
“Mika, menjadi seorang ibu tidaklah gampang..”
“aku tahu, aku dan Hiro akan berusaha membesarkannya”
“aku tidak akan berhenti sebelum kalianmerestui kami,” kata Hiro
Mika melihat Hiro dari jendelanya (nampaknya Hiro sudah ingin pulang alias sudah direstui ^^), “ah~ rambutmu berubah menjadi putih..”
“benarkah!? Ah~ tangan Mika benar – benar hangat dan nyaman… dia (si bayi) pasti sangat senang dan nyaman saat dielus – elus oleh Mika,”
“kau terlihat seperti seorang ayah dengan rambut hitammu..” kata Mika
“benarkah? Ahaha…. Mika cepatlah tidur, dan jaga kesehatnmu.. ” kata Hiro lalu pulang~
Di sekolah~
Nozomu dan Aya mengajak Mika untuk jalan – jalan di malam natal nanti, Mika menolak karena sudah ada janji dengan Hiro. Nozomu dan Aya Cuma geleng – geleng melihat sahabat mereka yang benar – benar sudah seperti suami istri ^^ (cie ile~~ bahasaku ^^)
Saki menghadang Mika di tengah jalan (rambut Saki pendek gak karuan cz pernah dipotong paksa ama kakaknya Hiro)
Saki marah karena mengetahui Hiro keluar dari sekolah dan mengecap Mika yang meminta Hiro melakukan hal tersebut. Saki makin kesal karena Mika tidak mengeluarkan speatah katapun, dan tanpa berfikir panjang Saki mendorong Mika dan menyebabkan Mika terjatuh dari tangga!!!
Mika yang kesakitan berdiri dan menantang Saki,
“kau tahu?! Perasaanku pada Hiro tidak akan dikalahkan oleh orang sepertimu!!”
Malam natal, Mika dan Hiro berjalan bersama…mereka melihat banyak orangtua dan anaknya menhabisi malam natal bersama,
“tahun depan, kita akan ke sini dan mengahbiskan natal bertiga dengannya (si bayi)” kata Hiro sambil mengelus perut Mika.
Mika memperlihatkan fto hasil rontgen bayi mereka ke Hiro,
“wah~ dia sangat kecil ^^” akta Hiro yang gak berhenti tersenyum
Hiro lalu memberikan Mika hadiah yang ternyata sarung tangan bayi~ (omo~~~ so sweet banget si Hiro!)
“aku tidak tahu kalau dia (si bayi) laki – laki atau perempuan”
“kau terlalu terburu – buru ^^ tapi, ini sangat lucu ^^”
Di sela – sela kebahagiaan mereka, Mika merasakan sakit luar biasa di perutnya
“Mika! Mika!! Apa yang terjadi?!” Hiro panic dan membawa Mika ke rumah sakit.
Mika akhirnya sadar dan ditemani oleh keluarganya..
“Mika, kau sudah sadar..” kata ibunya
“bagaiman dengan bayiku?” kata Mika merasakan ada yang aneh dengan perutnya.
“Mika, apakah kau pernah terjatuh sebelumnya??bayinya…. Sudah pergi~” kata ibu Mika terbatah batah
Mika shock dan tidak percaya, ia lalu menanyakan kemana Hiro..mengapa ia tidak disini menemani Mika?!
“Hiro, langsung pergi ketika medapat kabar kalau bayi kalian dalam bahaya”
Mika tidak henti menangis mendapati bayinya yang sudah tidak di perutnya lagi, ayah dan ibu Mika juga tidak kuasa melihat anaknya yang menangis histeris…
Mika diijinkan pulang oleh dokter hari itu juga, di luar rumah sakit, Hiro akhirnya datang…
“tanganmu.. sangat dingin” kata Mika,
“selama ini, aku terus berdiri di depan kuil dan berdo’a untuk bayi kita”
Mendengar hal itu, Mika lagi – lagi menangis dan memberitahu Hiro kalau bayi mereka sudah tiada~
Mika terjatuh dan menangis dihadapan Hiro,Hiro juga tidak kalah shock dan menangis sambil memeluk Mika.
Mika dan Hiro berdiri di tempat Hiro pernah menanam bunga yang pernah ditolak oleh Mika.
Mereka menganggap tempat itu sebagai tempat bayi mereka berada.
“biarlah ia berbaring dan beristirahat tenang disini, ditempat Hiro pernah memberikanku bunga, aku dengar…bayi kita perempuan”
Mereka lalu meletakkan boneka salju kecil dan sarung tangan yang Hiro berikan tadi lalu berdo’a.
“anakku, maafkan ibu yang tidak berguna menjagamu”
“ku harap kita akan tetap menjadi satu keluarga”
Hiro dan Mika berjanji, setiap tahun akan pergi mengunjungi putri mereka, yup! Setiap tanggal 24 Desember.
Musim semi tiba, tahun ke 2 Mika dan Hiro di SMA….
Boneka salju kini berubah menjadi bunga yang indah.
Mika pergi mencari Hiro ke kelasnya, tetapi yang muncul adalah Nozomu dan mengatakan kalau Hiro tidak masuk sekolah. Mika bingung, karena Hiro seakan – akan menjauhinya, bahkan tidak mengangkat telepon dari Mika.
Mika kahirnya pergi mengunjungi rumah Hiro dan bertemu dengan kakak Hiro.
“benarkah? Hiro tidak masuk sekolah??padahal ia juga tidak ada di rumah” kata kaka Hiro
“sudahlah~ mungkin Hiro masih shock dengan kepergian bayi kalian, beri ia waktu sedikit untuk menenangkan diri” kata kakak hiro sambil menyemangati Mika.
Setelah Mika pergi, kaka Hiro menemui Hiro yang ternayata berbaring di kamarnya.
“kamu tidak dapat menyembunyikan hal ini dari Mika lebih lama,” 
Aya menelpon Mika dan memberitahu Mika kalau Hiro akan membuat pesta di rumahnya,
“apakah Hiro tidak memberitahumu?” kata Aya
“mungkin…. Aku lupa! Hehe..” kata Mika pura – pura tahu saja..
Esoknya, Mika pergi ke rumah Hiro, Aya – Nozomu sudah ada di kamar Hiro (pestanya di kamar =.=?) dan… teman – teman Hiro lainnya yang kebanyakan cewek.
“Oh~ Mika!!” kata hiro memanggil Mika masuk.
Mika risih dengan situasi pesta yang gak karuan, kiss di sana sini..bir di sana sini.. Mika juga bingung melihat sikap Hiro yang benar – benar berubah. Pesta selesai dan semuanya ketiduran, Mika tidur di dekat Nozomu, dan tanpa sadar.. Nozomu nge-kiss Mika !!
Mika kaget dan segera ke wc dan mencuci bibirnya, dan ketika ia kembalid an membuka pintu..ia kaget melihat Hiro nge-kiss cewek lain ! (hadehh… ya ampun! Coba Hyo Rin jadi Mika, sudah ta’ hajar dah tuh Hiro!). Mika shock dan berlari pulang…
Tanpa Mika ketahui, Hiro memandanginya dari jendela.
Esoknya di sekolah…. Tepatnya di perpustakaan…
“Kita putus!” kata Hiro
Mika bingung, dan memohon agar tidak putus dari Hiro (secara gitu loh~ sudah banyak yang mereka lewati bersama..)
“apa alasanmu?” Tanya Mika.
“tidak usah terlalu naïf, aku bosan bermain denganmu.. sudah saatnya aku mencari yang lain” kata Hiro enteng. Mika kesal mendengar hal itu,ia melemparkan cincin yang pernah ia beli bersama Hiro.
Hari – hari berikutnya, 
Mika dan Hiro jarang bertemu..mereka sesekali bertemu, tapi Hiro seolah tidak mengenalinya. Mika yang masih berharap tidak tahan lagi dengan sikap Hiro…. Ia lalu mengirimkan Hiro pesan teks, kalau ia akan menunggu Hiro di perpustakaan,
Mika menunggu sampai malam, tapi Hiro tidak pernah muncul, kesal dengan sikap Hiro, Mika lagi – lagi mengirimkannya pesan teks
~ Hiro, ini pesan teksku yang terakhir..aku masih tidak mengerti mengapa  kita berakhir seperti ini… aku ingin bicara denganmu besok, di tempat istimewamu..~
Di tempat istimewa Hiro… Mika menunggu dan akhirnya Hiro muncul.
“Hiro!”
Hiro dengan dingin mengucapkan salam perpisahan untuk Mika dan melemparkan cincin ke Mika, lalu pergi. Mika mengejar Hiro sambil menangis, ia masih tidak percaya kalau hubungan mereka telah berakhir.
Di rumah.. Mika melepas cincinnya dan menyimpannya ke laci, bersama fotonya bersama Hiro
“aku… tidak ingin jatuh cinta lagi”kata Mika dalam hati.
24 Desember, musim dingin… Christmas Eve… ke2
Aya membawa Mika menemui teman – temannya dan menghabiskan malam natal bersama.
Mika terlihat bosan dan Yu menghampirinya. Kelihatannya Yu ingin P-D-K-T sama Mika, ia menanyakan hal apa yang membuat Mika senang, Mika menjawab..ia sangat senang jika seorang pria membawakannya seikat besar bunga “baby breath” (bunga yang dulu diberikan hiro untuknya, yangs etiap musim semi selalu tumbuh di tampat bayi Hiro-Mika),
“bunga macam apa itu?” kata Yu bingung…
Mika menatap ke luar jendela dan tersadar kalau hari ini seharusnya ia pergi ke tempat bayinya..ia lalu segera menuju ke sana dan terkejut ketika melihat sudah ada boneka salju + sarung tangan bayi di sana.
“Hiro…?!!!” mika memanggil – manggil nama Hiro, tapi yang datang malah Yu yang pura – pura tersesat
Musim semi, tahun ke 3 Mika dan Hiro di SMA….
“apa yang kau rencanakan setelah lulus nanti?” Tanya Aya
“aku berencana mengikuti ujian masuk Universitas Keidai” (universitas yang sama dengan Yu)
“wahh~~ kau sudah dekat dengan Yu ~~, baguslah kalau begitu.. sudah saatnya kau mencari hati yang baru”
“tidak~, bagaimana dengan Nozomu?”
“sepertinya dia mengambil universitas yang berbeda..”
“semua orang akan melakukan hal yang berbeda~”
Mika kini lebih dekat dengan Yu, apalagi yu lah yang mengajarinya untuk persiapan ujian masuk Universitas.
“wah~ kau benar! Pintar sekali..!!” kata Yu sambil mengacak – acak rambut Mika. Mika kontan flashback, ketika Hiro juga pernah melakukan hal yang sama. Tiba – tiba Mika merasa ada yang memperhatikannya dari tadi~ tapi ketika ia melihat..tidak ada seorangpun di sana…
Mika dan Yu jalan – jalan ke pantai…
Yu membawakan Mika seikat besar bunga yang dikiranya bunga “baby breath” (kalau Hyo Rin lihat sih.. seperti alang alang liar ^^). Mika hanya tersenyum melihat usaha Yu.
“beritahu aku, seperti apa cinta pertamamu..” Tanya Yu
“ia (Hiro) seperti sebuah sungai, alirannya menghanyutkan semua… tidak pernah berhenti.. dan.. aku
“kalau begitu aku adalah LAUT! Tidak peduli waktu, aku pasti kembali..kembali dan tidak akan meninggalkan Mika,”
Mika tersenyum dan menerima bunga yang diberikan oleh Yu~
“cinta keduaku.. benar – benar berbeda dari Hiro” kata Mika dalam hati.
Suatu pagi, Mika terusik oleh suara pertengakran ayah dan ibunya yang ingin bercerai, Mika frustasi dan pergi ke rumah Yu…
“aku tidak ingin mereka bercerai” kata Mika curhat ke Yu. Tanpa Mika sadari, ia tertidur di rumah Yu, dan Yu mengantarnya pulang.
Mika dan Yu kaget ketika melihat foto keluarga Mika telah hancur tersobek – sobek. Yu berinisiatif memperbaikinya ketika melihat Mika menangis…..
Ibu dan ayah Mika pulang, Yu lalu memperkenalkan diri sebagai pacar Mika,
“aku, Fukuhara Yu, Pacar Mika”
Ayah dan ibu Mika seolah tidak peduli, Mika lalu mengutarakan walaupun nantinya mereka akan hidup terpisah kalau ia tidak ngin ibu dan ayahnya bercerai..
Ayah dan ibu Mika lalu melihat foto yang telah mereka sobek, menyatu kembali, dan merekapun sadar kalau bercerai itu bukan pilihan yang tepat.
Mika sangat senang dan memeluk Yu
“terimakasih.. Yu” dan akhirnya keluarga Tahara kembali harmonis seperti semula~
~Yu..kau selalu lembut~
(kata Mika yang sekarang)
24 Desember, musim dingin… Christmas Eve… ke3
Yu mengantar Mika ke tempat bayinya (Yu masihbelum tahu kalau Mika pernah keguguran dan tiap tahun menengok bayinya di sini) dan menungu di mobil sleagi Mika pergi berziarah…
Mika melihat ada seseorang yang berdoa..dan dia adalah.. Hiro!
“sudah lama sekali..” kata Mika memulai pembicaraan..
“oh, ya..akhir – akhir ini, terlalu banyak masalah..”
 “ini pertama kalinya aku melihat Hiro memakai topi ^^” kata Mika lagi,
“ini… style baruku, kau suka?!”
“ku kira, kamu telah melupakan dia (si bayi)”
Hiro hanya terdiam mendengar kata – kata Mika.
“Hiro…. Kenapa..kita berakhir seperti ini?!”
Hiro tidak menjawab pertanyaan Mika, ia memilih pergi.
“kumohon, jangan pergi” kata Mika sambil mengejar Hiro yang perlahan – lahan menghilang dari pandangannya, 
Ketika Mika mengejar Hiro, ia dihadapai dengan jalan yang bercabang… cabang yang satunya adalah Hiro yang dengan dingin melemparkan cincin dan putus dengannya dan cabang lainnya dalah Yu yang membantunya menyatukan keluarganya kembali…
Dengan hati yang kuat, akhirnya Mika memilih jalan dimana Yu berada…..
Hari upacara kelulusan Mika dan Hiro…
Mika datang ke perpustakaan dan menuliskan kalimat “apakah selama ini kau bahagia” untuk Hiro. Upacara kelulusan, Mika masih terus memandangi kursi Hiro yang kosong (Hiro gak datang) dalam hati ia berkata, “Hiro,selamat tinggal”
Mika lalu mengunjungi ke perpustakaan untuk terakhir kalinya, ia terkejut melihat tulisan yang ditulisnya tadi di balsa oleh seseorang “aku pernah sekali merasa bahagia…”
Kini, hari – hari baru Mika di mulai…. Ia sudah mengubur dalam – dalam semua kenangannya bersama Hiro saat SMA, dan membangun kenangan baru dengan Yu.
24 Desember, musim dingin… Christmas Eve… ke4
Seperti biasa Yu menemani Mika mengunjugi bayinya, kali ini Yu memebrikan Mika cincin dan berharap Mika akan menjadi miliknya seutuhnya, Mika tersenyum dan memakai cincin tersebut.
“aku, ikut bersamamu” kata Yu
“tidak usah, biar aku sendiri saja”
“aku khawair kau akan bertemu lagi dengan dia (Hiro)”
“Yu, kau tidak tahu kan?! Apa yang selama ini ku kunjungi?! Biar aku sendiri saja, lagipula kita sudah membuat janji kan?!” kata Mika sambil menunjukkan cincin yang dipakainya.
Mika lagi – lagi melihat seseorang yang berdo’a di tempat bayinya, tetapi kali ini bukan Hiro, melainkan Nozomu.
“Nozomu, kau sedang apa?”
“Hiro yang memintaku ke sini”
“Hiro?”
“mulai saat ini dan seterusnya kau yang akan menggantikan Hiro, dia bahkan memberikanku ratusan sarung tangan bayi… aku belum tentu hidup selama itu,” kata Nozomu menyembunyikan kesedihannya.
“apa maksudmu?” Tanya Mika, bingung…
“Hiro mungkin..akan segera meninggal.. ia terkena KANKER !!”
“kanker?? Nozomu, kumohon jangan bercanda!!”
“dia berjuang sendirian, ia terkena kanker sejak kelas 2 SMA, sebenarnya ia sangat mengahrapkan kehadiran Mika, dia menyuruhku untuk merahasiakan ini darimu” kata Nozomu mulai menangis…
Mika shock dan mulai mengingat …. Ketika Hiro memutuskan untuk putus dengannya, ketika Hiro dengan sengaja mencium cewek alin di depannya, dan ketika Hiro dengan dingin melemparnya dengan cincin….Itu semua ternyata karena ia ingin Mika menjauhinya, ia tidak ingin Mika melihatnya dengan kondisi seperti ini.
“Mika, apa yang kau lakukan? Kau sudah disini selama 1 jam” kata Yu menjemput Mika
“Hiro… Hiro… Yu, Hiro sleama ini menungguku, ia menungguku….Hiro..terkena kanker!!”
“dia tidak memperdulikanmu selam ini! Mika, kumohon..”
“maaf, aku harus pergi… Hiro membutuhkanku..”
Yu masih saja menahan Mika, dan tanpa sengaja cincin di jari Mika terlepas dan terjatuh. Yu akhirnya  menyerah melihat cincin yang diberikannya terjatuh.
“kalau begitu, pergilah.. aku juga tidak akan senang jika orang yang aku cintai menderita…”
“Yu~”
“pergilah, sebelum aku menenagis…” kata Yu.. (ya Allah~ sumpah! Yu gentle banget!!)
Mika memutuskan untuk meninggalkan cinta keduanya dan kembali ke cinta pertamanya, Hiro.
“Bodoh!” akta Mika melihat Hiro terbaring di rumah sakit.
“untuk apa kau datang kemari?” kata Hiro dingin
“kau bahkan masih menggunakan cincin itu”
“sebaiknya kau cepat pergi”
“kau masih menggunakan cincin kita, tidak usah berpura – pura lagi!kata Mika  mulai menangis
“aku sudah tahu kau pasti menangs, jadi aku tidak memberitahumu, kembalilah dengan orang yang sellau menemanimu (Yu)”
(jadi yang waktu Mika merasa ada yang memperhatikannya di perpustakaan saat belajar bersama Yu adalah Hiro.)
“kau terlihat bahagia dengannya, dan.. aku akan pergi dengan tenang”
“aku tidak akan bahagia tanpa Hiro!!” kata Mika menagis sejadi – jadinya
“aku selalu.. mencintai Hiro..” kata Mika mendekat lalu mencium dan memeluk Hiro sambil terus menangsi seolah tidak menyangka hal seperti ini menimpa Hiro.
~aku serasa berlari di lingkaran yang sangat besar ~
hari demi hari kulewati bersama Hiro, setiap hari bertemu dengannya.. mengisi waktu yang pernah terlewatkan…..
setiap hari Mika mengunjungi hiro dan mulai belajar merajut, Mika ingin membuatkan hiro topi ^^. Hiro menjahili Mika, ia terus – terusan memotret Mika.
“kau belum makan?” kata Mika
“ah~ rasa makanannya tidak enak! Aku tidak suka!”
Mika lalu mengeluarkan permen dari sakunya,
“kau mau?”
“huh! Tidak! Mana mungkin aku suka dengan permen susu rasa jeruk…ahahahhaa” kata Hiro
“nyumm nyumm.. sangat enak!”
“ah~ kau membuatku penasaran, berikan aku satu ^^” kata Hiro
Hiro iseng melihat merk permen itu yang ternyata MIKAN
“huh!! Ahahahaaha.. Mika, coba lihat ini…. MIKAN dan MIKA, kedengarannya sama! ahahaha” Hiro tidak berhenti tertawa ^^ Mika hanya tersenyum dapat melihat Hiro tersenyum kembali…
Di rumah Mika…
Miak mengutarakan kalau ia ingin cuti kuliah untuk sementara waktu, ia berniat untuk menjaga Hiro…
“kalau itu kau lakukan karena simpati, ku rasa Hiro tidak akan senang” kata kakak Mika
“bukan karena simpati… ini karena.. aku mencintainya…” kata Mika
Keluarga Mika sudah tidak bsia berbuat apa – apa, mereka menyetujui niat Mika.
Setiap hari Mika singgah di kuil dan berdo’a agar tuhan tidak mengambil Hiro, Mika juga setiap hari mengunjungi dan mengurus Hiro.
Suatu pagi yang cerah….
Mika dan Hiro janjian untuk pergi keluar bersama…
“maaf aku terlambat ^^”kata Mika
Kakak Hiro berterimakasih ke Mika karena Mika sudah emmohon ke dokter agar Hiro dapat keluar bersamanya sehari saja.
“ayo,!”kata hiro
“jangan! Kau tidak boleh capek, kali ini..aku yang akan emmbonceng hiro ^^”
Ahahahaaa… Hiro bukannya senang malah was – was dibonceng sama Mika ^^
Tempat yang mereka kunjungi bersama adalah..perpustakann sekolah
“banyak kenangan yang terjadi di sini ^^”kata Mika
“bolos sekolah ^^” kata Hiro
Mereka lalu berjalan menghampiri papasn tulis di sana.
“ini tulisan Hiro, kan?” kata Mika menunjuk ke sebuah tulisan “aku pernah sekali merasa bahagia
“jadi tulisan yang ini tulisan Mika?” ahahahhaa mereka tertawa bersama,
Hiro lalu mengganti tulisannya dengan “aku sangat bahagia”
Mereka lalu mengunjungi tempat istimewa Hiro…
“apakah ini lezat?”
“mm.. sangat lezat ^^” kata Hiro sambil menyantap makanan batan Mika,
“Hiro..maukah kau menikah denganku?!”
Hiro kontan kaget mendengar ucapan Mika,
“akan kulakukan, apapun yang Mika inginkan ^^”
Mereka akhirnya menikah…. Di bawah pohon rindang dan ditemani bunyi aliran air sungai…
“Tahara Mika, apakah kau bersedia hidup dan mencintai Sakurai Hiroki selamanya”
“ya! Aku bersedia….”
Hiro lalu meletakkan rangkaian bunga di kepala Mika dan memeluknya….
“kau sangat cantik, aku harap kita bertiga (Hiro-Mika-si Bayi) dapat merayakannya bersama – sama, ini impianku…..”
Mika tersenyum senang mendengar ucapan Hiro, tapi Hiro Nampak sedih. Ia berpikir kalau hal ini hanya impiannya semata, yang tidak akan mungkin diwujudkan..
Hiro berbalik dan mulai menangis,
“aku tidak ingin mati..”
“Hiro~ tenanglah..kau tidak mungkin mati” kata Mika menenagkan Hiro dan sekuat mungkin tegar demi Hiro
“terlalu bnayka hal yang ingin kulakukan bersama Mika, aku tidak ingin berpisah dengan Mika”
“Hiro, tenanglah..aku tidak akan membiarkan Hiro mati” kata Mika memeluk Hiro….
“Mika…. Aishiteru~~ (I love You)”
“ini pertama kalinya Hiro mengatakan hal ini padaku ^^, aku juga mencintai hiro” kata Mika tersenyum bahagia…
Esoknya di rumah sakit, Mika bertemu dengan Saki yang tengah hamil
“Saki…”
“Mi..Mika,kau.. tidak membenciku?” kata Saki mengingat smeua perbuatannya dulu..Saki merasa sangat bersalah dan menyuruh Mika untuk memukulinya saja, Mika menolak dan memgang perut Saki,
“semoga bayimu tumbuh dengan baik ^^”
Hiro memandang langit dari jendela kamarnya, ia menanyakan pada Mika kemana orang yang telah meninggal pergi? Mika menjawab kalau orang yang telah meninggal tentu saja akan ke surge.
“aku rasa, mereka akan ke langit, aku ingin berada di langit nanti” kata Hiro
“kalau begitu.. aklau aku melihat langit, akau akan mengingat Hiro. Langi cerah menandakan kalau Hiro sedang ceria..kalau sedang hujan menandakan Hiro sedang sedih…ketika matahari terbenam,berarti Hiro malu – malu ^^, dan jika langit gelap di malam hari, itu berarti hiro memelukku dengan hangat ^^” kata Mika menghibur Hiro
“ah~ aku hanya membelikanmu cincin yang murah” kata hiro sedikit bercanda dan memotret Mika^^
Suster datang dan menyuruh Hiro untuk segera check-up, Hiro lalu memberikan Mika kameranya dan menyuruhnya untuk mencetak foto – foto di dalamnya.
sampai nanti, Mika”
Mika pergi untuk mencetak foto. Tiba – tiba kaka Hiro menghubunginya dan berkata kalau hiro sedang kritis. Mika terkejut dan berlari sekuat tenaga menuju rumah sakit.
“Hiro bertahanlan.. Mika akan segera datang…” kata kakaknya
Mika terjatuh dan foto yang ada ditanganya terhambur, Mika terkejut karena semua foto itu adalah fotonya… selama ini walaupun sakit, Hiro memotretnya.
Ponsel Hiro berdering dan ternayat itu video-call dari Mika, kaka Hiro langsung menunjukkan ponsel itu ke hadapan hiro..
“Hiro, aku Mika…kau dapat mendengarku kan?!”
“tunggu aku, kau harus kuat, aku tahu kalau hiro adalah orang yang kuat…. Hiro..buka matamu.. bukalah, kumohon” akat mika mulai menangis sambil terus berlari.
Perlahan – lahan Hiro membuka matanya dan melihat Mika di video-call
“kau! Bagaimana bisa kau terus memotretku? Kita harus melakukannya bersama…. Jadi kau harus kuat!”
“Mi…” Hiro mencoba berbicara
‘”Hiro, apa yang kau katakana?”
“M..Mika….Ter..Se..Senyum…lah~”kata Hiro terbath – batah
Mika mengehntikan langkahnya dan sekuat hati menahan tangisannya dan tersenyum….. Hiro tersenyum melihat Mika dan perlahan menutup matanya…. Dan meneteskan airmmata…
“Hiro! Hiro!!” kontan Mika, kakak dan orangtua Hiro berteriak…

Hari berikutnya,
Mika hanya duduk terdiam menatap langi biru di kamarnya… ibunya lalu datangd engan membawa sebuah buku
“pemakaman Hiro telah selesai, kakaknya menitipkan ini untukmu” kata ibu Mika meletakan buku diary milik Hiro di meja Mika.
 
Mika terus terdiam sambil menatap diary Hiro….
Malamnya,
“dapatkah aku tidur bersamamu,bu?” kata Mika, Mika berbaring di pelukan ibunya dan mulai menangis….
Keesokan harinya,
Mika berjalan menyusuri jembatan dan memandangi tempat istimewa Hiro..
Ia lalu berdiri di sisi jembatan dan berkata “aku tidak bisa hidup tanpa Hiro”. Mika lalu memanjat jembatan dan berniat lompat, tiba – tiba 2 ekor merpati terbang dan menghalanginya (itu pasti Hiro)…
Mika lalu terjatuh ke tanah dan buku diary milik Hiro terbuka, Mika menangis melihat isi diary itu yang ternyata berisi nama Mika dan gambar Hiro dan Mika bejalan sambil memegang kedua tangan anak mereka….
Mika, hiduplah dengan bahagia..”
“aku.. aku akan hidup bahagia demi Hiro….” Kata Mika memandang langit cerah….
Ke masa sekarang, Mika masih memandangi langit dari jendela kereta…
“Bagaimana kabarmu sekarang? Aku…… akan selalu mencintai langit biru itu…”
Mika turun dari kereta dan tersenyum melihat ayah – ibu dan kakanya  menjemputnya ^^
Yup! Life must be go on~~
------TAMAT----






 
>> Selain Koizora versi Film.. ternyata  Koziora juga sudah dibuat versi dramanya (2008), cuma episodenya nanggung banget.. "6 episode", pemainnya juga beda.. bukan haruma Miura - Yui Aragaki lagi, kapan - kapan Hyo Rin usahain bikin Sinopnya deh ^^v.
 
terimakasih kepada Hoii! Hoii! readers yang sudah membaca dan mendukung tulisan Hyo RIn (ngasih komentar).....
semoga setelah membaca Sinop atau nonton langsung Koizora, hikmahnya bisa dipetik..(sok bijak deh~~ ^^),yang "aneh-aneh" gak usah ditiru ya~ ~

See Ya~ ~
(pict: Seto Koji as Sakurai Hiroki)

19 komentar:

Kelana mengatakan...

yup hyo rin, buat sinop yg versi dorama-nya ya
kangen sama wajahnya seto koji (soalnya beda banget sama di atashinchi), kekeke
semangat!!!

mew mew_Hyo Rin mengatakan...

seep seep deh kak ^^..
mumpung Hyo Rin lagi liburan semester juga nih~~ ^^

Dewi Cendrillon mengatakan...

Hyo Rin sedih banget, aku dah baca dari part 1 sampai end...
aisshhhh, kenapa Hironya harus mati....

Hyo Rin dari Sulsel kan?
Aq juga anak Sulsel tapi di Mks, salam kenal chingu...

mew mew_Hyo Rin mengatakan...

TT^TT itu yang bikin nyeseekk sampe sekarang, kenapa hiro harus mati.. udah bayinya mati, Hiro malah ikutan, kasihan deh si Mika.y sendiriann..

dramanya juga gak kalah sedih kak.. cuma hyo Rin baru selese nulis sampe 2 episode.. kalau udah kelar ntar Hyo Rin posting ^^

>> Hyo Rin iya anak SulSel, di daerah sidrap dekat parepare.. kalao kak dewi di MKs nya bgian mana??

Dewi Cendrillon mengatakan...

sekitaran jalan pettarani hyorin...
semangat ya, aq bakalan tunggu^^

Sacci Nirmala mengatakan...

hyo rin, mkasi
sinopsis ny bagus
slm kenal ya!

aku sllu nyesek stiap kli bca atau nonton koizora
--"

mamamooxs shop mengatakan...

aku nangis nggak karuan lihat Jdrama ini... sama kayak nonton 1Litre of tears... T.T Ya Ampunnnnn

Kim Hyo Rin mengatakan...

@mamamooxs shop: & sacci nirmala_ makasih sudah baca sinopsis dan ngasih komentar ^^v

sama kayak Hyo Rin..gak nonton film atau dramanya bawaannya mau nangis mulu'

RANI MELINDA mengatakan...

hyo rin makasih sinopsisnya kerenn :D

aku ampe nangis pas nonton filmnya huuuu airmatanya ngalir terusss :(

ada versi komiknya juga loh hyo rin :) coba dibaca deeh bagus juga soalnyaa hehe

Kim Hyo Rin mengatakan...

@RANI MELINDA: ntar hyo Rin coba baca ^^v, sementara ini Hyo Rin masih fokus bikin Sinop yang versi damanya ^^

rekhaikmy mengatakan...

.hwahh, ini toh lanjutannya?
.hhmm, klo niat nonton nie film, hal pertama yang akan aq siapin adalah tissu..
.soalnya pas nge-baca nie sinop, bajuku basah gara2 di pake nge-lap air mata plus ing*s yang slalu saja mengalir dengan derasnya seperti sungai *woi,lebay-nya, kekekeke.. hiro kaleee*
.tapi sumpah, filmnya bagus banget yah!! .jng lupa kasih kabar yah klo sinop yang versi dramanya udah ada..

Kim Hyo Rin mengatakan...

@rekhaikmy:jiahh... cepetan gih beli atau donlot filmnya, Hyo Rin juga nangis nangis nntonnya!!

sinop yang dramanya udah Hyo Rin buat,,, tapi cuma sampai 3 episode, episode* selanjutnya bakalan nyusul cz Hyo Rin sibuk kuliah ^^v

Happy Reading ^^

Vachrie mengatakan...

sedih banget ak bcanya.. kpingin download tapi di mana ya..
yang versi dramanya bagus gak tuh.. ^^

nita talia mengatakan...

Dan ak mnangis ...... hua.... hua .. hua.......

Rizky Diah Wijayanti mengatakan...

sedih banget:'(

My first love mengatakan...

Aku banjir air mata :'(

viwviw mengatakan...

makasih sinopsis nya, nangis beneran kyk prnah merasakan aja ;(

Putri Miku mengatakan...

bacanya aja nangis apalagi nontonnya :(

Anonim mengatakan...

Hadeh... ini anak SMA ko sdh aneh2 "mainannya".
TKs sinopsisnya bagus dan nyesek bgt di dada (sedih lihat hiro benar2 ninggalin mika).
-ichakiya-

Posting Komentar