Sinopsis baby and I Part 1

Senin, 06 Februari 2012

 

Cast



Note : tulisan dengan tanda kurung warna orange dan miring itu artinya Suara Si Bayi. Di film ini emang si bayi bisa bicara dalam hati dan suaranya itu kedengaran seperti  BAPAK – BAPAK.
Han Jun Su dan kedua temannya nongkrong di deoan mini market sambil makan ramen dan memperhatikan para wanita yang lewat…. Terutama ukuran tubuh ^^
“wah…. Itu terlihat sempurna!”
“itu tidak mungkin”
“bagaimana denga yangsatu ini? Tubuhnya terlihat ramping !”
“tidak mungkin !”
“ah! coba lihat yang itu.. ini pasti sempurna!” kata Jun Su melihat seorang wanita dengan tubuh  bongsor
Jun Su menemui wanita bongsor itu dan dengan tatapan menggoda mulai merayunya..
“mm… apa aku boleh minta sesuatu?”
“apa? Katakana saja!” kata si wanita bongsor yang terpesona gak karuan dengan wajah Jun Su yang tampan.
“bisa kah kau memberiku…. ASI ?!”
“APA !!!!!!!!!!!!!”
JedeRRRrr si wanita bongsor ngamuk dan menganggap Jun Su ellaki yang mesum. Wanita tersebut menampar Jun Su lalu pergi sambil ngomel.
Jun Su mulai muak dengan suara tangisan yang berasal dari punggungnya, yup! Suara tangisan bayi yang dari tadi minta ASI.
“ayolah…. Minumlah susu formula dulu..! aku sudah lelah emncarikan ASI untukmu”
(Apa?! Susu formula! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Ayah.. aku ingin ASI !!!!)
Jun Su semakin muak dan menendang botol susu anaknya ke atas !!!
7 HARI LALU….

Jun Su dan temannya telribat perkelahian dengan sekelompok orang.  Ayah Jun Su sangat marah dan mulai memberinya pelajaran.
“dasar anak kurang ajar! Kau pikir dirimu adalah ketua gank!! ” kata ayah Joo Soo sambil terus membanting anaknya.
“lepaskan! Kau mau membunuh anakmu?? Hentika ini!” kata ibu Jun Su sambil menjewer telinga suaminya! Ahahaahaa
SEKOLAH TERBAIK TAHUN INI UNTUK PENDIDIKAN SEX DAN KEPROBADIAN
Seorang anak perempuan dengan piyama ayam berdiri di depan pagar sekolah.. ia hampir saja tertabrak oleh Jun Su. Anak perempuan itu terpesona dengan wajah tampan Jun Su. Jun Su sok ngasih senyuman maut lalu……
“HEY!!!!! Minggir! Kau hamper saja tertabrak!” teriak Jun Su
Anak perempuan itu malah memegangi dada Jun Su dan mendengarkan denyut  jantungnya. Ia juga memfoto Jun Su.
“nomor telponku 11-0287-29179 berapa nomor telponmu?” kata si anak perempuan tanpa sungkan.
Jun Su gak habis pikir ia bertemu dengan perempuan aneh pagi – pagi. Ia lalu menyelipkan uang di motornya dan meneriaki penjual kue beras untuk memarkirkan motornya di tempa biasa.
PlakKKkk! PlaKKKkkKKK!!!
Jun Su dan temannya di hokum oleh wali kelasnya. Wali kelasnya marah besar setelah tau kalau Jun Su dan temannya terlibat perkelahian.
“kau tahu, belum seminggu aku menghukummu! Sekarang kau kembali berulah!!! Beritahu Gwi Seok untuk datang ke sekolah besok. Kau mengerti!!!!”
Sementara itu… sebuah keluarga dengan banyak anak sibuk mengurusi amkan pagi anak mereka. Si ayah sibuk menjemur pakaian dan si ibu sibuk mengabsen anaknya ^^.
“nomor 5 ke sekolah.. nomor 6 dan 7 sedangs arapan nomor 8….. noor 8…!? Ayah ayah !! anak kita yang ke 8 hilang!”
“ibu.. dimalah, coba cari lagi..”
Tiba – tiba nomor 8 muncul dengan mulut penuh jus tomat ^^.
Anak perempuan dengan piyama ayam muncul. Ternyata ia adalah salah satu anak dari keluarga tersebut, namanya adalah Kim Byeol. Ibunya protes karena Byeol selalu saja pergi dengan piyama aneh, Byeol tidak peduli dan berkata kalau ia ingin masuk sekolah.
“huh? Masuk sekolah?” kata ayah dan ibunya seolah tidak percaya.
Wali kelas memperkenalkan murid baru yang ternyata Kim Byeol, ia memilih untuk amsuk di kelas yang sama dengan Jun Su.
“perkenalkan, ini teman baru kalian Kim Byeol. Pindahan dari sekolah Science yang terkenal dan selalu menjadi juara kelas” kata wali kelas yang kontan dilirik tajam oleh seorang murid terpintar di kelas.
Wali kelas menyuruh Byeol untuk memilih tempat duduk, Byeol kontan memilih tempat duduk di samping Jun Su.
“hey kau, sebaiknya kau pindah”
“wah~ kita bertemu lagi.. kurasa kita JODOH! ^^”
“pindahlah selagi kau sempat!”
“mmm…. itu.. di matamua da sesuatu!” kata Byeol
Jun Su dengan malu – malu  memeriksa beleknya lalu kembali ngomel,
“bukan yang disitu, tapi disebelahnya !” kata byo tanpa ekspresi sambil mengeluarkan hal – hal unik dan gak penting dari dalam tasnya ^^
Jun Su dan temannya berniat merokok di atap sambil membicarakan Gwi Seok yang tidak pernah amsuk sekolah. Byeol tiba – tiba datang dan mematahkan rokoknya. Jun Su makin kesal, dan menyuruh Byeol pergi, bukannya pergi.. Byeol malah makin ngoceh gak karuan….
“rokok berbahaya! Merokok di usia dibawah 20 tahun akan menimbulkan kanker …. Bla… bla… blaa…” oceh Byeol memukul kepala teman Jun Su lalu berlari pergi!
“aigooo~~dari mana datangnya ALIEN itu!” gerutu Jun Su
Malamnya Jun Su menemui Gwi Seok yang ternyata jadi bekerja. Gwi Seok berniat berhenti dari sekolah karena ibunya sakit dan harus membayar rumah sakit. Jun Su sudah tidak dapat berbuat banyak, apalagi setelah gwi Seok patah hati ditinggal Tyson (cewek kok namanya Tyson, Please deh ^^)
“ibu! Ayah!” teriak Jun Su sambil mengendap – endap masuk ke rumah,
bukan ayah dan ibu yang ditemuinya malah sebuah recorder dan cek. Ayah dan ibu Jun Su kabur dari rumah karena sudah tidak tahan dengan kelakuan Jun Su, mereka hanya menyisahkan uang 100 dollar dan memblokir semua kartu kredit Jun Su dan berharap Jun Su bisa hidup mandiri.
Jun Su stress dan memilih berbelanja dan membuat pesta dengan teman – temannya. Di supermarket ada yang membuntutinya dari belakang dan saat ia memilih milih jenis minuman.. Jun Su kaget bukan main karena keranjang belanjaannya telah berubah menjadi keranjang BAYI !!!!!
“eh? Bayi siapa ini?!” kata Jun Su
Jun Su lalu menyerahkan anak bayi itu pada customer service supermarket agar ibunya dapat ditemukan. Pegawai Supermarket sudah berusaha untuk mengumumkan jika ada seorang ibu kehilangan bayi, namun tidak ada yang mengaku.
Seorang pegawai lalu menyuruh Jun Su untuk menuliskan nama dan sekolahnya agar dapat dijadikan jaminan jika ibu bayi datang.
“lihat! Ada pesan di keranjang bayi ini” kata salah satu pegawai
                Sebaiknya bayi ini tinggal dengan ayahnya.. Han Jun Su, SMA Myung Seong…..
“wah.. bisa – bsianya! Ayah anak ini ternyata anak SMA ! benar – benar jaman sekarang!!”
Jun Su selesai menuliskan namanya dan alangkah terkejutnya si pegawai karena nama Jun Su dan surat yang ia temukan di dalam keranjang bayi sama!
Ahahahhaaa.. alhasil Jun Su harus membawa si bayi pulang bersamanya, atau dilaporkan ke Polisi !
(whoa hahaha hahaha…. Jadi ini ayahku??)
Di rumah Jun Su dan teman – temannya hnay bengong memandangi foto bayi dan pusing harus bagaimana mengurusnya.  Byeol tiba – tiba muncul dan ikutan sok khawatir.
“hoi! Kenapa kau ada di sini?” kata Jun Su
“nnggg…. Aku tadi melihatnya di depan supermarket jadi ku ajak saja ^^” kata teman Jun Su
Jun Su kesal karena sekaranga da bayi ditambah ALIEN yang terus mengganggunya, ia lalu teriak menyuruh Byeol keluar dan emmbuta si bayi kaget dan menangis..
“kau membuatnya menangis.. aigooo~~~” kata Byeol sambil mengambil si bayi dan menenangkannya ^^ (Byeol mah ahli dalam urus mengurus bayi.. secara.. doski 9 bersaudara ^^)
Jun Su pusing dan berbaring sambil terus memikirkan siapa ibu bayi itu. Ia juga bingung bagaimana membesarkannya.
“kau yakin itu bukan anakmu?” Tanya teamnnya
“kau! Diam! Kau pikir aku laki – laki seperti apa?!”
Byeol lagi – lagi muncul dan mengusik Jun Su. Jun Su marah dan menyuruh Byeol pulang, Gwi Seok nggak setuju dan menyuruh Jun Su lebih bersikap baik apda Byeol karena Byeol bersedia membantunya ^^.
“ini, minumlah” kata gwi Seok sambil menawarkan sebotol Bir
“tidak usah, Bir akan membuat tubuh kehilangan banyaks el darah putih bal.. bla.. bla….” Kata Byeol
“KELUAR!!!!!” teriak Jun Su
“baiklah, Wu Ram Appa (ayah Wu Ram)”
“ayah?” kata Jun Su shock di panggiol ayah ! ahahahahha
Byeol menemui ibunya dan emnanyakan hal yang gak masuk akal. Ia menanyakan apakah ibunya setuju mempunyai emnantu (jun Su) yang sudah mempunyai anak?! Ibunya kontan kaget dan memukul kepala Jun Su dengan mangkok! Ahahahaa
Paginya, Ju Su menemui semua mantan – mantannya… semua mantannya bingung dengan kedatangan Jun Su tiba – tiba dan menanyakan ada perlu apa…
“kau.. apakah kau ibu anak ini?!” kata Jun Su.
Semua mantannya kontan marah dan kesal lalu menampar Jun Su! Ahahaa….  8 mantan berarti 8 tamparan ^^
Wu Ram gak berhenti menangis, Jun Su kelabakan dan mulai emosi.  Ia membuatkan Wu Ram susu formula tapi Wu Ram masih menangis dan menendang susunya, bahkan meninju wajah Jun Su! Ahahhhaa
(ayah! Aku mau Poop ! Poop ! bukan Susu)
“dasar anak nakal! Apa kau anak Gangster ??”
(ini tidak penting! Kau tidak menciummnya! Ini sudah sangat aneh….)
“aigoo~ dari aman asal mahluk sepertimu!”
(ayah.. aku Poopp.. rasanya sangat aneh!dasar hisung besar!!! Aku perlu WC !!!) Wu Ram gak berhenti menangis ..
dubbingnya sumpah! Kocak banget, bayangin kalau anak usia 6 bulan di dubbing pake suara bapak – bapak ^^.
Jun Su kehabisan akal dan langsung menelpon Byeol. Byeol kali ini dengan piyama Rubah berlari secepat kilat menuju rumah Jun Su.
“Cupp Cupp.. tenang tenang…..” bujuk Byeol sambil mengganti popok Wu Ram.
Byeol lagi – lagi ngoceh tentang cara mengurus bayi, mulai dari popok, susu hingga makanan. Bukannya mendengarkan Byeol, Jun Su malah ketiduran ^^.
“ah~ kau sangat mirip dengan ayahmu (Jun Su) tapi setidaknya kau bisa tersenyum padaku ^^” kata Byeol gemas melihat Wu Ram.
Sementara itu di tempat sauna….. (tempat orang tua Jun Su melarikan diri)
Ibu Jun Su mengeluh karena  harus tinggal di tempat Sauna, ia protes kenapa mereka tidak tinggal di vila keluarga saja, ibu Jun Su makin kesal karena suaminya hanya tertawa terbahak – bahak emmbaca komik.
“ayah!”
“kalau kita ke villa Jun Su pasti mencari kita ke sana! Sudahlah… tenangs aja! Biarkan dia mandiri dulu”
“aigo~ Jun Su anakku.. apa yang kau lakukan sekarang ?”
Apa yang dilakukan Jun Su sekarang?
Yup! Jun Su gak bisa tidur karena Wu Ram menangis gelisah Karena lapar. Jun SU kesal dan mulai memikirkan rencana jahat ^^. Ia mengendap endap menuju ke tempat sampah dan berniat emmbuang Wu Ram
(apa? Kau akan meletakkanku di lantai dingin ini? Aku bisa Kronis nanti, ayah!!!)
Kamera pengintai menagkap Jun Su dan menuduhnya akan membuang sampah, padahal hari ini tidak ada yang boleh membuang sampah. (system buangs ampah pun terjadwal ^^). Jun Su ngeless dan bilang kalau ia hanya berniat mengambil barang – barang bekas.
Jun Su gak patah semangat, ia lalu berjalan mundur sambil mengendap endap mencari tempat lain, tanpa ia sadari di belakangnya juga ada seorang ayah yang melakukan hal yang sama dan akhirnya mereka bertabrakan! Ahahahaaha
Sesi curhat curhatan antar ayah…. Hehehee
“aku sngat malu mempunyai bayi di usiaku sekarang. Apakah orang akan percaya aku mempunyai bayi karena menentang penggunan kondom?” curhat seorang pria yang juga berniat membuang bayinya. Pria tersebut lalu berkata kalau mulai saat ini akan mengurus bayinya karena ia malu apda Ju Su.
“kau saja masih muda begini tapi mampu mengurus bayi, semangat!! Teruslah mengurusnya” kata pria tersebut
Jun Su dalam hati merasa malu, karena sebenarnya ia membuang Wu Ram tapi seseorang malah menganggapnya sebagai ayah yang baik. 
Tiba – tiba seorang ayah dengan bayi muncul.pria tadi memanggil ayah itu dan menasihatinya agar tidak membuang bayinya.
“aku tidak ingin membaung bayiku,nasibku tidak buruk seperti  kalian…”
“oh~~” kata si Pria malu.
Si ayah tadi lalu memberikan si Pria dan Jun Su sebuah kartu nama agar si Pria dan Jun Su bisa belajar cara merawat bayi. (kartu nama itu kayaknya dari Dady Day care Center ^^)
Paginya….
Wu Ran menangis kelaparan, Jun Su bingung karena Wu Ram tidak mau meminum susu formula yang dibuatnya.
(aku tidak mau! Aku maunya ASI ! aku tidak akan meminumnya!)
“ayolah Wu Ram.. akatakan “ah~” ”
(aku tidak mau!)
Jun Su kesal dan menaruh botol susu di meja sementara Wu Ram masih menangis…
(baiklah! Aku menyerah aku maus usu formula itu!) ahahaha….
Wali kelas Jun Su menyuruhnya untuk ke sekolah, atau dia akan di keluarkan. Jun su mulai bingung, apakah ia harus membawa Wu Ram bersamanya??
Akhirnya Wu Ram dibawanya dan hampir  di taruh di loker ! ahahahaa.. untung saja ada petugas yang memergoki dan emamrahinya.
“maafkan aku” kata Jun Su di ruang guru.
Guru dan wali kelasnya tidak habis pikir kalau Jun Su sudah mempunyai anak.
Lain lagi di kelasnya, semua murid kecuali si “sok pintar” menegrumuni Wu Ram.
“eh? Bau apa ini?” kata teman jun Su
Ahahaha.. ternyata Wu Ram poop dan membuat teman – teman Jun Su hamper pingsan gara – gara baunya ^^
(maaf, maaf… wah ayah! Hidung temanmu tajam juga. Hey hey! Apa yang kalu lakukan?) kata Wu Ram saat melihat Byeol mengintip ke celananya ^^ ahahaahhaaa…
Si “sok pintar” (Hyo Rin bingung, dia cewek atau cowok ! hehehee) protes kalau sekolah tempat untuk belajar bukan tempat mengurus bayi. Jun Su kesal karena Si “sok pintar” menceramahi dan menghina anaknya, ia lalu mengambil pampers Wu Ram yang berisi Poop dan mengoleskannya ke buku pelajaran Si “sok pintar”. Ahahhahaa….
“ini, buku baru! Ambil saja!” kata Ju SU melemparkan bukunya ke Si “sok pintar”
“aku akan melaporkanmu apda ibuku” kata Si “sok pintar” sambil nangis
Sementara itu di ruang guru, perdebatan di mulai. Guru – guru mulai khawatir jika siswa lain emncontoh Jun Su yang mempunyai anak. Kepala sekolah juga mulai risih karena takut berhadapan dengan orangtua murid nantinya. Hanya wali kelas Jun Su yang membelanya
“ini kan masalah pribadinya, dia bertanggung jawab, bahkan membesarkan dan masih mau amsuk sekolah”
“kalau begitu kita selesaikan secara baik – baik dan menurut aturan sekolah!”
“aturan sekolah tentang aksesoris, cat rambut dan rok pendek..! tapi tidak ada aturan mengenai MEMPUNYAI BAYI kan pak?!” kata Byeol muncul tiba – tiba.
Wali kelas bingung dan menanyakan untuk apa Byeol datang, ternyata Byeol datang karena mau mengoleksi foto wali kelasnya !
“ibu guru, katakan cheers… ^^”
Sementara itu…
Gwi Seok memohon mohon apada pihak rumah sakit agar ibunya tetap di rawat dan berjanji akan melunasi administrasi secepatnya, Jun Su melihat hal tersebut dan merasa simpati.
“aku bingung harus melakukan apa.. aku baru saja mengalami hal seperti ini..” curhat gwi Seok
“menjadi seorang ayah….. ayah dan ibu pergi dari rumah….. betapa hebatnya dunia ini!” gerutu Jun Su.
Jun Su lalu memberikan sejumlah uang pada Gwi Seok, 
“ambil ini, nanti kalau kau sudah kaya, baru belikan aku  motor yang baru. Oke ?!” kata Jun Su lalu pergi (wah… Jun Su menjual motornya demi sahabat ^^)
Jun Su pulang dan tertidur di kereta. tanpa ia sadari ternyata ia sudah sampai di Beodigogae, daerah rumahnya. Jun Su kontan melompat turun dan hampir  saja terbawa kereta ke stasiun berikutnya.
“huh.. hamper saja!” kata Jun Su sambil meraba perutnya!!
“ya ampun!!!!”
Jun Su sadar kalau Wu Ram tidak ada di gendongannya alias masih ada di kereta, jun Su mencoba mengejar kereta namun gagal, lalu…… terbesit di pikirannya..
“hah! Bukankah ini bagus?! Aku tidak perlu algi repot – repot membuangnya…”
Bagaimana nasib Wu Ram selanjutnya? Apakah Jun Su tega meninggalkan Wu Ram sendiri di kereta ??
Atau… mungkinkah Wu Ram mendapatkan ayah baru di tempat lain???

Tunggu kisah selanjutnya di Sinopsis Baby & I part 2
Salam Hoii! Hoii!

2 komentar:

kelana mengatakan...

ngakak liat movie satu ini
disini rambutnya sukki kereeeen banget
ah, coba di movie2 yg laen rambutnya sukki ky gini . . . bisa tambah cintrong sama sukki . . .
kekeke
ganbatte hyo rin

Arfan mengatakan...

keren banget ini film

Poskan Komentar