Sinopsis Koizora dorama Episode 2

Minggu, 12 Februari 2012


 
“Hiro! Jangan terlalu kencang, kita bisa jatuh!!” protes Mika gara – gara Hiro mengayuh sepedanya
Mika datang bersama Hiro, teman – teman Mika kontan pada jealous karena Mika gak bilang – bilang sudah punya pacar >.<v
Hiro lagi – lagi mengacak – acak rambut Mika, sebenarnya Mika berniat memberikan Hiro hadiah, tapi Nozomu & Aya tiba – tiba nongol dan Hiro malah pergi.
“ku dengar kau mulai pacaran dengan Hiro ya~ ^^ ! baguslah!!” kata Aya
Nozomu juga ikut – ikutan menggoda Mika! Hehehehe…
“Aya, aku pergi dulu ya!” kata Nozomu ngekiss Aya, Mika kaget dan bengong doank ^^(OMG! Woy… ini sekolahan, ngapain pake’ acara ngekiss segala… !!ckckckck)
Mika dan Aya berjalan menuju kelas, Aya menanyakan kalau sudah sejauh mana hubungan Mika dan Hiro. Mika hanya menjawab biasa – biasa saja, tidak sesuai yang dibayangkan Aya! Hehehehe..
Sahabat Mika yang satunya datang dan memberitahu Mika kalau ada rumor buruk tentang dirinya. Benar saja, seantero sekolah membicarakan Mika yang dianggap cewek yang suka merebut pacar orang!
“itu Tahara Mika,kan? Ah~ mana mungkin dia pacaran dengan Hiro, dia begitu polos! Tidak seperti Saki yang cantik !” kata seseorang yang sengaja ngomong keras – keras di depan Mika.
Mika cuek, walaupun di kelasnya sendiri ia menjadi bahan perbincangan tema – temannya, bahkan Tatsuya juga kelihatannya menjauhi Mika.
Di pelajaran olahraga, Mika tidak sengaja bertatap mata dengan Saki yang seolah mengatakan kalau Mika tidak pantas bersaing dengannya.
Mika merasa bersalah dengan Tatsuya, apalagi setelah Hiro memukulnya waktu itu, Mika lalu mengajak Tatsuya bertemu di atap sekolah
“Tatsuya, maafkan aku. Kau tentu sudah tahu kan, kalau aku dan Hiro…pacaran”
Tatsuya hanya tersenyum tipis dan berharap Mika bisa bahagia dengan Hiro, lalu pergi.
Sepulang sekolah, Mika dan Hiro bertemu di taman dekat sekolah, Mika melihat Hiro menyirami bunga yang dulu pernah ia tolak,
“Mika, lihat!!” kata Hiro menunjukkan pelangi yang timbul  




Di rumah keluarga TaharaHiro berniat ngekiss Mika, katanya ish sebagai hadiah hari ini. Mika mengelak dengan alas an kalau gak baik di lihat sama tetangga ^^. Hiro kontan clingak clinguk terus bilang sssttt… gak ada yang melihat! Hehehe
Mika masih mengelak (ya iyalah…. Ntar Mika dikatain cewek apaan lagi !), Hiro menyerah dan hanya ngekiss kening Mika
“aku menunggu waktu saat kau siap menerimanya ^^” kata Hiro pamit.
Aku benar – benar sudah jatuh cinta pada Hiro, namun aku tidak menyadari bahwa ada hati yang terluka karena kami (suara hati Mika)
Sementara itu, Saki menangis di atap sekolah memandangi gantungan Ponsel yang dulunya sama dengan Hiro.
Keesokan harinya, Mika menunggui Hiro yang latihan nge-band (asli! Keren juga si Hiro pas megang gitar terus nyanyi ^^).
Mika berjalan pulang bersama Hiro, Hiro nyanyi – nyanyi gak karuan “hemm hemm hemm hemm” ^^ Mika lalu memasukkan sesuatu ke dalam saku celana Hiro.
“em.. sebaiknya kita berpisah di sini saja, takutnya Ayah melihat kita.”
“kalau begitu, hati – hati…”kata Hiro

Ketika Hiro pergi, Mika dicegat oleh Saki yang lalu menyeretnya ke suatu tempat. Sementara itu di tempat lain, Hiro menyadari kalau ada yang aneh di sakunya yang ternyata gantungan Ponsel dari Mika.
Hiro,aku ingin kau menggunakan gantungan Ponsel yang sama denganku dan tidak menggunakan gantungan yang sama dengan Saki. (isi surat Mika).
Hiro lalu berbalik arah dan berniat berterimakasih ke Mika.
Saki mengancam Mika agar segera putus dengan Hiro, Mika berulang kali menolak sehingga membuat Saki marah dan menyuruh anak buahnya untuk memukul dan melecehkan Mika.
Mika hanya bisa menangis dan pasrah setelah di tampar oleh anak buah Mika, sementara itu, Hiro cemas ketika hanya menemukan tas Mika tergeletak. Hiro lalu mencoba mencari Mika kemana – mana.
“Mika.. Mika!!!” teriak Hiro, Mika mendengar hal itu dan berteriak. Saki kaget karena Hiro datang dan langsung bersembunya sedangkan anak buahnya habis – habisan di hajar oleh Hiro
Hiro membawa Mika ke rumahnya untuk menenangkannya,sementara ia mencari Saki.
“Mika, aku Minako, kaka Hiro.Apa kau baik – baik saja?” kata kakak Hiro.Minako lalu mengobatai luka Mika dan memeluknya.
“kalau saat begini, lebih baik menangis saja…” ketika melihat Mika menahan – nahan air matanya.
“Mika,Hiro memang pacaran denan banyak gadis – gadis hingga sekarang, tapi dengan Mika-lah ia pertama kali serius. Mika adalah cinta pertama bagi Hiro, jadi tidak usah khawatir, apapun yang terjadi Hiro pasti melindungi Mika” kata Minako lagi.
Hiro datang sambil menjambak rambut Saki, Hiro geram melihat Saki dan akan membunuhnya jika Mika setuju. Mika kontan kaget dan menyuruh Hiro tenang,
“aku…. Aku hanya tidak ingin berpisah dengan Hiro”kata Mika sambil menangis.
Hiro masih marah bahkan ingin memukul Saki, untung saja Minako menhannya.
“setidaknya kau tahu bagaimana cara menghukum dirimu” kata Minakos ambil menyerahkan gunting ke Saki.
Hiro mengantar Mika pulang, ia juga memperkenalkan dirinya sebagai teman satu skeolah Mika,ia juga menjelaskan kalau ia dan Mika terjatuh dari sepeda dan membuat Mika terluka. Ahahahaa… bukannya khawatir sama anaknya, Ibu dan kakak Mika malah heran melihat rambut Hiro!!
Hiro lalu bertemu dengan ayah Mika diluar, ayah Mika bertanya untuk apa ia kemari. Hiro menjelaskan kalau ia teman Mika dan mengantar Mika pulang.
“hanya.. teman kan!?” kata Ayah Mika
“ya,”
“kau… pegi ke sekolah dengan gaya rambut speerti itu?” Tanya ayah Mika seolah gak percaya anak SMA berambut blonde ^^. Ahahaaha Hiro malah enteng menjawab “YA”
Di dalam rumah, Ayah Mika menanyakan keadaan Mika terutama apa hubungan Mika dengan si pirang (ayah Mika manggil hiro si pirang ^^). 
“kenapa dia pirang? Ah~ dia tidak punya keberanian!!!” kata ayah Mika yang kayaknya jealous karena Mika duah dekat sama anak cowok.
Sementara itu, Mika kelihatannya amsih trauma.Ia berulangkali menjerit dan bersembunyi di balik selimutnya.
Keesokan harinya, Mika ragu berangkat ke sekolah.Ia takut kalau ada yang tau tentang peristiwa semalam. Hiro tiba – tiba menelponnya dan menyuruh Mika untuk tidak bersedih.
”di saat seperti ini lebih baik melakukan hal yang kau sukai, pandanglah langitmu!!” kata Hiro yang ternyata sudah menunggu Mika untuk berangkat ke sekolah bersama – sama.
Bukannya ke sekolah, Mika & Hiro malah bolos ke tempat istimewa…
Hiro terus – terusan bercerita sembari menghibur Mika.
“aku sangat menyukai sungai dan tempat ini, aku suka sungai karena sungai begitu kuta, tidak berhenti mengalir dan membawa segalanya.”
Hiro juga menceritakan kalau waktu ia kecil, ia sering dianiaya oleh teman – temannya karena badannya yang kecil. Waktu itu Hiro kesal karena sering dianiaya dan akhirnya menghajar semua temannya di tempat istimewanya ini.
“sejak saat itu aku sangat menyukai sungai dan tempat ini, aku merasa menjadi kuat di tempat ini ^^”
Hiro lalu berbaring dan menunjuk langit, 
“aku menyukai sungai tapi aku tidak ingin menjadi sungai. Aku ingin menjadi langit, aku bisa menemukan Mika dengan mudah dan akan segera terbang jika Mika kesulitan. Aku akan… melindungi Mika !!!! “
“bagaimana kau tahu kau di sana?”
“entahlah, kurasa.. ini kekuatan cinta ^^,ah! terusterang… ini yang bilang” kata Hiro memperlihatkan gantungan Ponselnya yang baru. Mika sangat senang, kini gantungna Ponsel Hiro mirip dengan miliknya.

Esoknya,Hiro geram dan marah besar! Seluruh papan tulis kelas 1 ditulisi kata – kata yang menjelek – jelek kan Mika, bahkan ada yang ditulisi Mika adalah wanita murahan!!!
Hiro pergi ke semua kelas dan menghapusnya, sementara Mika hanya terpaku melihat papan tulis kelasnya yang juga ditulisi.Baru saja Mika mau mengahpusnya, Hiro datang dan menghapusnya lalu menarik Mika keluar dari elasnya, tampak Tatsuya hanya melihat mereka dari kejauhan.
Sementara itu, di kelas 2. Teman – teman Saki menanyakan rambut Saki yang tiba – tiba pendek, Saki enteng menjawab kalau ia mencoba gaya baru (padahal udah di gunting ama kakaknya Hiro).
Hiro datang dengan Mika ke kelas Saki, yang papan tulisnya juga ada tulisan yang menjelek – jelekkan Mika.


“hoy! Ada apa anak kelas 1 datang kesini! Berani sekali kau!!!” kata salah satu teman Saki
“diam kau!!” kata Hiro menendang meja guru hingga terlempar dan membuat teman Saki  ketakutan!
“aku tdak akan membiarkan satu orangpun mencelakai Mika-ku,meskipun dia perempuan, kali ini kau tidak beri dia ampun!” kata Hiro menatap tajam Saki.
Mika beristirahat di ruang UKS sambil memandangi langit yang hujan.Tiba – tiba seseorang datang.Mika pikir itu adalah Hiro, tapi ternyata orang itu adalah Saki. Saki terus mengancam Mika, ia tidak akan berhenti berbuat sesuatu sampai Mika bersedia putus dengan Hiro.
“untuk menyakitimu, aku rela melakukan apa saja, bahkan aku tidak keberatan jika dibunuh oleh Hiro” kata Saki lalu pergi.
Di rumah, Mika terus – menerus memikirkan kata – kata Saki,
“Mika, tolong kau jemput kakakmu di stasiun kereta ya… kakakmu lupa membawa payung” kata Ibu Mika.
Mika sepertinya takut untuk keluar sendiri, apalagi di malam hari dan hujan seperti ini, ia masih takut dengan ancaman Saki. Mika mau tidak mau menjemput kakaknya di stasiun, namun di perjalanan ia terjatuh. Mika sangat ketakutan dan menangis, ia lantas menelpon Hiro.

“Hi..Hiro..”
“mm..ada apa?”
“ah~ tidak! Aku hanya ingin memberitahu kalau kami sedang makan acar apricot untuk makan malam”
“wah~ enak sekali! Aku juga menyukainya..” kata Hiro yang benar – benar gak tahu kondisi Mika sekarang.
(sebenarnya Mika bukannya menangis karena terjatuh, ia menangis karena ancaman Saki, ia juga bingung… jika memberitahu Hiro, bisa – bisa Hiro membunuh Saki dan tentu saja Mika tidak menginginkan hal itu.)
Di sekolah…
Mika mendapatkan pesan teks dari Saki “kapan lagi kau mau diserang?” hal ini membuat Mika makin khawatir dan ia menemui Hiro di kelasnya, tapi mIka mengurungkan niatnya ketika melihat Hiro yang bercanda – canda dengan temannya. Mika tidak ingin Hiro yang sekranag berubah kasar dan membunuh Saki.
Tatsuya melihat Mika berlari dari kelas Hiro menuju atap, iapun mengikutinya.
“ada apa? Kau Nampak sedih.”
“mantan pacar Hiro, menyuruhku putus dengannya”
Tatsuya kini tahu kalau Saki mengancam Mika, ia juga tidak habis pikir kenapa Mika hanya berdiam diri dan tidak memberitahu Hiro. 
“aku tahu apa yang akan Hio lakukan pada Saki jika ia marah, aku juga tidak ingin putus dengannya, tapi kau takut. Aku takut berjalan sendiri di malam hari, aku takut melihat pria asing yang berjalan di dekatku” curhat Mika
Tatsuya muak mendengar keluhan Mika, ia lalu berniat mengakhirinya dan memberitahu Hiro apa yang terjadi sebenarnya. Mika memohon agar Tatsuya tidak memberitahu Hiro, namun tatsuya menolak…
“aku akan memberitahunya, karena kau.. penting bagiku”
Sepulang sekolah… Hiro kaget dan kesal melihat Mika berdiri menunggunya dengan Tatsuya.
“ada apa? Kenapa kau bersamanya?” kata Hiro
“kau, kau tidak akan mengampuni orang yang menyakiti Mika kan?!” kata Tatsuya
Hiro kesal melihat Mika yang hanya diam saja dan malah tatsuya yang bicara. Tatsuya juga mengatakan kalau selama ini Mika diancam oleh Saki dan tidak memberitahu Hiro karena takut Hiro akan membunuhnya.
Hiro makin kesal, kenapa Mika malah menceritakan hal seperti itu pada tatsuya, padahal ia kan pacarnya.
“jika itu adalah aku, aku aka membuat Mika bahagia,tidak seperti kau yang hanya mengandalkan kekerasan” kata Tatsuya
Hiro kesal dan berniat memukul Tatsuya, tapi Mika menahannya.
Malam hari, di SMA Mika, ada seseorang yang tidak dikenal memecahkan seluruh kaca jendela koridor…… dan paginya siswa – siswa yang lain gempar apalagi setelah ada rumor kalau tatsuya lah yang melakukannya. (eh?? Tatsuya??Gak salah?? Anak pendiam trus kesannya lembut mana mungkin melakukan hal tersebut…)
Guru – guru juga menyerah, karena saat di siding Tatsuya tidak mengatakan satu patah katapun. Sementara itu di kelas, Aya memberitahu Mika kalau yang memecahkan kaca jendela itu adalah Hiro!! Aya mendengarnya langsung dari Nozomu.
Mika kesal dan menyuruh Hiro untuk menemuinya di perpustakaan. Hiro mengelak kalau ia yang melakukannya.
Minta maaf pada Tatsuya, kau tahu..Tatsuya tidak bersalah, kumohon hentikan ini Hiro.“ kata Mika, tapi Hiro malah pergi seolah tidak mendengar apapun.
Kembali ke kelas….
Wali kelas Mika memberitahu kalau Tatsuya keluar dari sekolah, ini membuat Mika semakin bersalah, karena ia tahu kalau Hiro yang melakukannya tapi tidak berani bilang.
Aku takut kehilangan Hiro….. (suara hati Mika)
Mika dan Hiro bertemu lagi di perpustakaan,
“aku memutuskan… untuk putus denganmu, Hiro”
“apa yang kau katakan?”
“anggap saja ini hukumanmu karena telah mrnyalahkan Tatsuya.”
Di rumah keluarga Tahara, Mika memandangi gantungan ponselnya. Setelah putus dari Hiro, ia melepas gantungan ponsel itu. Sementara di kedai keluarga Tatsuya, ibu Tatsuya ingin menjenguk ayahnya yang berada di rumah sakit dan menyerahkan semua pekerjaan toko pada Tatsuya.
Hiro tiba – tiba muncul dari seberang jalan…ia lalu mengajak tatsuya untuk kelaur sebentar.
“apa yang ahrus kulakukan demi membayar kesalahanku padamu?” kata Hiro
“bayarlah itu dengan membuat Mika bahagia.”
Tak disangka, seorang Hiro yang kelihatannya bandel berlutut di depan Tatsuya dan meminta maaf, Tatsuya dengan senyum mengulurkan tangannya dan menerima permintaan maaf Hiro.
Tatsuya pulang dan menelpon Mika, Mika merasa bersalah dan eminta maaf pada tatsuya atas kesalahan Hiro dan kesalahannya yang tidak berkata jujur pada guru.
“kau tahu, Hiro menyerangku!” kata Tatsuya
“apa? Kau tidak apa – apa kan?!”
“ahahaha.. tidak tidak. Dia tadi berlutu dan meminta maaf padaku.”
“tapi, gara – gara kami kau keluar dari Sekolah”
“Mika, kau memilih laki – laki yang baik (Hiro) ^^, kau tahu sebenarnya akhir – akhir ini kau binung. Ayahku sakit dan aku bingung harus meneruskan sekolah atau mengambil alih usaha keluarga, tapi kini sudah jelas. Aku lebih baik meneruskan usaha keluargaku ^^”
“Tatsuya….”
“sudahlah, berbahagialah dengan Hiro,bye” kata Tatsuya mengakhiri perbincangan.
Tatsuya..…aku tdiak akan melupakan kebaikannya, aku harus hidup bahagia dengan Hiro juga demi Tatsuya
Keesokan harinya di perpustakan sekolah
Mika bertemu degan Hiro. Hiro mengakui kesalahannya dan berkata kalu ia iri pada Tatsuya sehingga melakukan hal yang kejam. Mika tersenyum dan bilang kalau ia sendiri juga kejam, karena sudah tahu bukan tatsuya yang melakukannya tapi tidak memberitahukan hal tersebut pada Guru.
“aku.. minta maaf, seharusnya kau membahas Saki denganmu,”
Mika lalu mendekat dan memeluk Hiro.”aku sungguh… menyukai Hiro” dan…. (lihat pikunya aja yah~ Hyo RIn gak tau mau nulis apa >.<)
Mereka lalu pergi ke rumah Hiro.
“karena sudah berbaikan, ayo kita berfoto ^^” ajak Hiro
Mereka lalu berfoto *JepreTTttt* tapi hasilnya malah aneh, ahahaaa..yang terlihat hanya sebagian wajah mereka dan lebih banyak langit biru ^^

Mereka tertawa bersama – sama dan tidak sengaja saling bertemu pandang (aseeekk e bahasa Hyo RIn ^^). Hiro lalu memeluk Mika dan………. (liad pikunya sendiri, lagi – lagi Hyo RIn bingung……. ==?)
Mika pulang larut malam, sebelum memasuki rumah ia bercermin dan memeriksa mimic wajahnya.
“Mika, kenapa baru pulang jam segini?”kata ibunya
“maafkan aku ^^”
Keesokan hari hingga seterusnya, Mika selalu pergi ke sekolah bersama Hiro (cieee~~ romantisnya >.<)
2 bulan kemudian….
Mika dan keluarganya makan malam sambil mengobrol apa yang akan kelas Mika adakan saat festival sekolah nanti, ayah Mika malah membahas tentang Hiro. Hehehee..
“Hiro berbeda kelas denganku, kelas mereka akan menampilkan pertunjukan band”
“memangnya ia bisa menyanyi?” kata ayah Mika meremehkan
“tentu saja bisa ^^”
“baguslah, kalau tidak biar ayah yang menggantikannya” ahahahaa
Mika tiba – tiba merasa ingin muntah dan permisi ke kamar mandi.
Esoknya pun begitu, ibu Mika mulai khawatir karena Mika tampak sangat pucat.Ayah Mika lalu menyuruhnya ke rumah sakit bersama. Mika lalu diperiksa di bagian…….
kandungan

1 komentar:

Kelana mengatakan...

lanjutin trus ya hyo rin, kekeke

Poskan Komentar