Sinopsis Baby and I Part 2

Jumat, 24 Februari 2012


Wu Ram tertinggal di kereta !! Jun Su awalnya bingung dan khawatir, tapa ujung – ujungnya  dia menganggap kalau hal ini keberuntungan.. “aku tidak perlu lagi repot – repot membuangnya!! Wu Ram aa~~~ Bye~ Bye ~” 

Jun Su sampai di rumahnya dan melihat pakaian,botol susu,dan boneka Wu Ram berserakan, Jun Su mulai merasa bersalah tapi terus menyangkalnya. Jun Su berbaring menenangkan diri dan tidak sengaja menindih boneka kesayangan Wu Ram. !
“ayolah…..apa yang terjadi denganku!”
Akhirnya Jun Su menyerah dan melapor ke pihak stasiun kalau ia kehilangan anaknya. Penjaga stasiun menginterogasinya sambil ngomel – ngomel.
“kau bilang kau meninggalkan anakmu di kereta karena terburu – buru turun, begitu?! Ah~ sial! Jaman macam apa ini, murid sekolah sudah punya anak, bahkan aku saja belum” 
Penjaga stasiun lalu memanggil asistennya yang mengurus Wu Ram, Jun Su kontan masang muka sok dramatis melihat anaknya selamat..
“Wu Ram a~ anakku…… TT^TT paman, terimakasih ya”
“paman? Seenaknya saja kau! Aku BELUM menikah !!” kata penjaga stasiun kesal,
Wali kelas Jun Su juga datang ketika tahu Wu Ram hilang, penjaga stasiun kontan melirik tajam
“kau… ibu anak itu ya?! Benar – benar !!bahkan kau mengencani anak SMA dan membuatnya menjadi ayah di usia seperti ini ?!”
 “Apa?!!!!!”
Di luar…
Jun Su menyesal karena meninggalkan Wu Ram “kau tau kan, aku tidak bermaksud begitu” Wu Ram hanya bengong melihat ayahnya bicara terus ^^
(aku tidak mau susu formula! Tidak!! Aku maunya ASI !!!) Wu Ram nagmuk ngamuk karena Byeol memberikannya susu Formula,sementara Jun Su enak – enakan makan.
“hoi, Han Jun Su.. sepertinya ia hanya mau ASI, kau kan ayahnya… seharusnya kau memberikannya makanan yang terbaik !” Byeol ngoceh gak karuan
Jun Su mengehentikan makannya “ASI?” sambil melirik ke arah  D*** Byeol.. aahahhahaha
“apa yang kau lihat!!!!!” 
 
Jun Su pergi ke rumah bersalin dan menanyakan alamat ibu – ibu yang baru saja melahirkan dengan wajah dibuat sok dramatis…
“ibu anakku meninggal saat melahirkan dan anakku alergi susu formula…. Tolonglah~  TT^TT”
(Bagus ayah! Actingmu bagus! Ayo sedikit lagi… sedikit lagi….. ia mulai terjebak!!)
Jun Su makin histeris dan pura – pura menangis, penjaga pun kualahan dan terbawa suasana, ia pun memberikan alamat pada Jun Su.
(bagus ayah! Kita berhasil !!)
TIngg… Tong….
Jun Su memasuki rumah satu persatu dan meminta ASI sementara Byeol berjemur sambil menunggunya ^^
“apakah aku boleh…. Meminta ASI??” ibu pertama merasa heran dan menganggap Jun Su orang tidak beres.Hingga  di rumah terkahir yang keluar adalah ibu – ibu bongsor baru bangun tidur ^^
“mohon bantuannya,” kata Jun Su sambil menyerahkan Wu Ram untuk diberi ASI.
(ayah tidaaaaakkkkk!! Kalau orangnya begini kau lebih suka susu formula! Aku sudah kenyang !! TIDAAAAAAKKKK) Wu Ram menangis gak karuan ^^
Jun Su tidak habis pikir kalau dia seharian mendatangi rumah orang sedangkan mahluk kecil digendongannya tidak berhenti minum.. “astaga.. mahluk apa kau ini” gerutu Jun Su. Ia lalu menemukan kartu nama DADY DAY CARE.
“layanan kami untuk mengajari  para ayah tunggal yang kesulitan mengurus bayinya” kata si instruktur.
“hey! Kau murid SMA yang itu hari kan?!” sapa seorang ayah kenalan Jun Su.
Jun Su dan Byeol lalu membawa Wu Ram untuk imunisasi, semua orang memandangi mereka dan mengatakan kalau mereka pasangan muda yang serasi. “Wu Ram… ayo ke ayahmu..saatnya imunisasi ^^” kata Byeol
Ibu – ibu di sampingnya penasaran dan mencoba menanyai Byeol….
“mmm.. kalian mempunyai berapa anak?”
“kami? Sembilan!” kata Byeol polos (maksud Byeol itu jumlah saudaranya di rumah.. bukan jumlah anak Jun Su ^^ ahahhahahaaa)
Kontan si ibu – ibu pada kaget dan tidak percaya murid SMA punya anak 9 !ahahahaa sementara Jun Su stress melihat uang di dompetnya habis.
Byeol mengajak Jun Su pulang bersamaan, tapi Jun Su menolak dan bilang kalau ada yang harus ia lakukan “kalau begitu, sampai jumpa !” kata Byeol sambiol menendang badan Bis (Byeol kalau marah aneh ^^).
Ternyata Jun Su bekerja di club malam sebagai pramusaji, seorang pelanggan merasa kalau Jun Su ayah yang hebat dan memberikannya Tip 30 dollar ^^ “jaga anakmu baik – baik ^^”
Jun Su meminta Noons yang bekerja di club dan sibuk main kartu untuk menjaga Wu Ram sebentar sementara ia pergi menyebar brosur club, “kalau begitu jangan terlalu lama ya? >.<”
(Wah….serasa di Surga) Wu Ram keenakan digendong sama Noona yang aduhai ^^ hehehehee
Jun Su bersusah payah membagi brosur di jalanan… ia lalu menjemput Wu Ram, Jun Su kaget karena Wu Ram menangis dan ternyata ditinggal sendirian oleh Noona.
“maafkan ayah, ayah tidak akan meninggalkanmu lagi….. jangan menangis nak.. cup cup >.<” Jun Su menyeka air mata Wu Ram yang mukanya di make up persis ondel ondel ^^
Di sekolah… Byeol kesal mendengar ocehan teman sekelasnya,“si sok pintar” yang terus membangga banggakan prestasinya di sekolah,
“ibuku adalah pegawai kepresidenan motto keluarga kami yaitu selalu menjadi NOMOR 1 !”
“kau berbeda sekali ya dengan Han Jun Su” teman yang lain ikutan nimbrung
“Jun Su? Dia selalu membuat ulah! Oh! Ini saatnya club belajar..aku pergi dulu”
BruKKKKKkkKKKK!!!!!
“si sok pintar” jatuh karena kakinya disandung oleh Byeol, “si sok pintar” kesal dan ngomel – ngomel ke Byeol, Byeol dengan wajah datar tertawa sinis sambil pergi dan menginjak punggung “si sok pintar”.
“kau…. Beraninya!!”
“apa! kau mau apa??!”
“akan kulaporkan kau pada ibuku!” “si sok pintar” mulai merengek
“akn kulaporkan aku… bla bla bla….! Ku beritahu kau, jika kau mendapat ranking 1 kali ini, aku kaan MENGGANTI namaku!” Byeol mengejek “si sok pintar”
Di koridor ruang guru, Jun Su hanya terdiam karena pihak sekolah memutuskan untuk memberhentikannya sementara dari kegiatan sekolah karena Wu Ram dan dianggap memberi contoh buruk bagi murid lain.
Jun Su stress dan pergi minum – minum, Wu Ram hanya duduk sambil melihat ayahnya mulai mabuk,
“aku, Han Jun Su 18 tahun… dan itu anakku Han Wu Ram!” ia mulai ngomel gak karuan karena kesal, tidak ada orang yang mengerti dirinya dan Wu Ram, bahkan pihak sekolah sekalipun.
Sementara itu di sekolah, pak guru hanya duudk sambil membaca koran dan menyuruh muridnya untuk belajar sendiri. Byeol muak dan memutuskan untuk pergi.
“hei kau! Kembali ke tempat dudukmu”
“pak guru bilang kan harus belajar sendiri, aku bisa belajar di rumah” Byeol mulai ngoceh dan mengancam akan melaporkan gurunya Karena melanggar peraturan  mengajar.
“beraninya kau ! siapa namamu?” pak guru mulai kesal
“Kim Byeol! Guru, sebaiknya kau mengajar dengan benar… pengucapan anatara L dan R mu sealu salah !” Byeol menceramahi gurunya dengan wajah datar (wajah Byeol yang datar kayak gini favorit Hyo RIn! Ekspresi polos tanpa dosa !!ahahaaha). Pak guru syok dan malu karena seisi kelas menertawainya! Ahahahaa
Byeol pergi ke rumah Jun Su dan menunggu di gerbang, Jun Su melihat Byeol dari kejauhan dan berbalik arah!
Ya ampun!!! Jun Su kaget karena ada seseorang tiba – tiba muncul di hadapannya yang ternyata ayah Byeol.
Mereka  lalu mengobrol, ayah Byeol berterima kasih karena Jun Su berhasil membuat Byeol mau bersekolah lagi. Jun Su terlihat malu dan bilang kalau selama ini dia hanya menyusahkan Byeol.
Ayah Byeol lalu bercerita tentang masa – masa sekolah Byeol  dulu….. Kim Byeol yang kepintarannya di atas rata – rata….
FLASHBACK…..
Byeol kecil yang masih SD membuat gurunya bingung dan tidak habis pikir, Byeol menanykana tentang pembuktian rumus phytagoras yang bahkan gurunya sendiri tidak tau jawabannya.
Saat SMP, Byeol membuat gruunya kesal karena terus menerus menanyakan hal yang sulit pada gurunya,
“guru, kumohon… jelaskan yang ini ^^”
“byeol..aku sibuk! Nanti kau akan tau saat SMA”
Gurunya ngeless dan pura – pura sibuk, gurunya yang lain ketika melihat Byeol langsung memutar jalan menghindari Byeol.
Dan saat SMA…… Byeol mengerjakan soal hingga satu papan tulis penuh dengan ekspresi datar, membuat gurunya bengong dan teman – temannya kesal..karena temannya yang lain bersusah payah belajar tapi Byeol dengan gampang menyelesaikannya.
Dan anehnya…. Pihak sekolah malah memberikan Byeol surat peringatan dan membuat Byeol kesal dengan SEKOLAH.
Jun Su pulang dan mendapatkan memo dari Byeol
                Jun Su..semangat! Aku akan selalu bersamamu ^^
 Byeol
Di tempat Sauna…..
Ayah dan Ibu Jun Su melihat iri satu keluarga dengan 8 anak di hadapan mereka. Ibu Jun Su mulai sedih karena memikirkan bagaimana keadaan Jun Su.
PlaKKkkkkk!!! ByuRrrrrr!!!
“aduh!! Apa – apaan ini? Kau tidak bisa hati – hati?” ibu Jun Su ngomel minumannya tumpah dan mengenainya
“maaf bibi, aku minta maaf” kata seorang anak kecil yang tidak sengaja berlari dan menendang  minuman ibu Jun Su.
Ibu Jun Su tidak berhenti mengomel, ibu yang punya 8 anak tadi lalu maju dan meminta maaf atas kesalahan anaknya.  (ibu – ibu itu ternyata ibunya Byeol)
“maaf maaf..sini ku bersihkan” ibu Byeol membersihkan tumpahan minuman,
“dasar anak nakal, bisa – bisanya kau mengajak mereka semua ke sini. Mereka juga sangat tidak sopan!” ibu Jun Su masih marah dan terus memaki.
Ibu Byeol kesal dan mulai mengajak rebut! Alhasil di tempat sauna yang tadinya tenang malah jadi panggung BOXING ibu – ibu! Ahahhahaaa
Ayah Jun Su dan Byeol mencoba melerai… sampai  kelabakan akhirnya mereka berhasil menenangkan istri mereka ^^.
“astaga!! Jendral Han !!” kata ayah Byeol pas melihat ayah Jun Su yang ternyata komandannya saat di Angkatan Laut (waktu Wamil).
“kau….. pak Kim !!!” Ckckckckck…. Ayah Jun Su dan Byeol kontan saling hormat persis waktu WaMil + pelukan kayak orang puluhan tahun gak ketemu ^^
2 keluarga ini pun makan bersama, ibu Jun SU minta maaf karena bersikap kasar.Mereka lalu membicarakan tentang pekerjaan masing – masing dan tiba – tiba pembicaraan beralih mengenai anak Pak Kim.
“anak kami akhir – akhir ini sibuk mengurusi bayi” jelas ibu Byeol
“apa?! Kau masih punya anak lagi??” ibu Jun Su kaget ^^
“bukan…”
“jadi? Kau sudah punya cucu??” orangtua Jun Su makin kaget
“aduh.. bukan.. bukan….. yang dia urus itu anak teman sekelasnya” orangtua Byeol setengahmati menjelaskan
“ah~ syukurlah…” ayah Jun Su lega sesaat dan….. “APA !!!!!!!!!anak SMA??” ayah Jun Su  menggelegarRRrr. Ia tidak habis pikir anak SMA sekarang sudah punya anak?!
“apa yang dilakukan orang tuanya?? Apakah mereka tidak becus mengurusi anak mereka sampai – sampai di usia sekarang sudah punya Bayi..?!!! aku tidak percaya…!!” satu ruangan sauna kaget bukan main melihat ayah Jun Su marah – marah dan berteriak..
“begitulah.. teman anak kami sangat kasihan.. bahkan orang tuanya sendiri pergi meninggalkannya dn kabur dari rumah” jelas ayah Byeol
(ckckckckck….. ayah dan Ibu Jun Su gak sadar kalau anak SMA yang dimaksud adalah anaknya sendiri! ahahahaha)
Jun Su menatap foto keluarganya dengan sedih…. Ia tidak habis pikir kenapa sekolah mengeluarkannya hanya karena Wu Ram. Bahkan orang tuanya sendiri tidak pulang dan tidak menelpon sekalipun.
“ayah.. ibu… anakmu sedang dihukum.  Kali ini Aku tidak merokok atau memukul orang, tetapi aku dikeluarkan dari sekolah karena cucumu TT^TT. Ayah..ibu.. aku merindukan kalian…… apakah kalian tdiak merindukanku??” jun Su mulai menangis, Wu Ram juga gak kalah… ia menangis melihat ayahnya menangis… aigOoooo~~
Ibu Jun Su yang udah kangen setengah mati diam – diam pulang ke umah, ia kaget setengah mati melihat Byeol keluar dengan menggendong Wu Ram.
“siapa kau?” Tanya ibu Jun Su
“kau sendiri siapa?” Byeol balik nanya
“apakah itu anakmu?”
“bukan, ini anak pemilik rumah ini”
“ddi ddia.. berselingkuh?!” Ibu Jun Su kaget bukan main menduga  Wu Ram itu anaks elingkuhan suaminya dan langsung pergi. Jun Su baru muncul ketika ibunya pergi =.=
“sini, ayo ke ayah” Jun Su mengambil Wu Ram dari gendongan Byeol (aihhh… persis pasangan suami istri ^^)
Byeol protes gara – gara Jun Su keluar terlalu alma, padahal hari ini ia ada ujian. “mau kemana kau sekarang?” Byeol penasaran melihat Jun Su berpakaian rapih.
“sudah, urusi saja ujianmu. Semoga sukses ya ^^” Jun Su memgenag kepala Byeol lalu pergi
Byeol bengong sejenak sambil senyum senyum gak jelas gara – gara kepalanya di pegang Jun Su..cieeee…….
Lain lagi di tempat sauna….
Ibu Jun Su berjalan sambil ngomel memaki – maki suaminya. “rasakan ini!” ia lalu menyiram kepalah suaminya dengan sup!
“katakan! Anak siapa itu?! Perempuan mana lagi yang kau temani bersama….?!!!!!!! KATAKANNNNNN!!!! “ Ibu Jun Su ngamuk gak karuan
Ujian berlangsung, tapi Byeol malah tertidur…
Pak guru kesal melihat salah satu murid tertidur saat ujian, apalagi saat pak guru melihat lembar jawaban yang hanya dihitamkan seenak udelnya tanpa membaca soal sekalipun! Dan parahnya, di lembar jawaban essay, murid itu menulis “MAAF PAK GURU,AKU BENAR – BENAR TIDAK TAU APA - APA” ahahahaa… kontan si pak guru ngamuk dan emmukul kepalanya.
Pak guru makin dan makin kesal saat melihat Byeol juga tertidur, “Hei kau!Bangun!” pak guru memeriksa lembar jawaban Byeol yang jawabannya benar semua, soal Essay bahasa inggrispun di jawab sempurna.
“ng….. anu.. .. lanjutkan tidurmu!” pak guru salah tingkah 
Lainlagi dengan Jun Su, ia keluar masuk toko bahkan restoran untuk mencari pekerjaan. Semua toko menolaknya, karena Jun Su membawa Bayi. Jun Su kesal dan masuk ke toko olahraga “aku membutuhkan pekerjaan, tapi aku membawa bayi, kau tidak akan menerimaku bekerja di sini kan!?” “kalau sudah tau kenapa kau masih berdiri di sini, pergi !!!!” pemilik toko balik ngomel dan meneriaki Jun Su.
Jun Su kelelahan dan melihat ada toko kelontong. “berapa harga sekotak susu itu?” Jun Su meraba sakunya dan melihat hanya 550 won yang tersisa. Jun Su duduk di pinggir sungai sambil meminum susu yang dibelinya, ia kasihan melihat Wu Ram yang ngiler melihat Jun Su minum susu sementara ia Cuma ngempeng ^^.
Jun Su menyelup jarinya ke susu kotak dan mengoleskannya ke bibir Wu Ram. “apa kau lapar?”
(AigOoo.. susu apa ini! ASIN!!!)emang asin.. cz dari tangannya Jun Su! Ahahahaa…
“kau pikir Cuma kamu wanita di dunia ini? Bla..bla.. bla…” seseorang mabuk dan tidak sadarkan diri di samping Jun Su. Jun Su melihat pria itu memiliki dompet, ia emmandang ke Wu Ram yang lapar dan perlahn lahan…………. Mengambil dompet itu dan pergi,
HoPPppp “mau kemana kau?”Jun Su kaget melihat pria mabuk itu memegangi kakinya.Jun Su kaget dan melarikan diri dari kejaran si pria mabuk, Jun SU lalu menahan sebuah mobil yang dipikirna Taxi.
“cepat jalan, cepat!!!” Jun Su kelabakan menyuruh supir taxi, Jjjeng Jjeng…… Jun Su total salah tingkah yang dia naiki bukan Taxi, tapi..mobil patrol polisi taman! Ahahaa
“ayo pergi” kata pak Polisi.
Di kantor polisi, Jun Su hanya duduk mojok sementara wali kelasnya datang dan menjadi penjaminnya. “kau adalah ibi bayi itu ya?!” salah seorang polisi bertanya, 
“ArrgghhHHHH!!!!!BUKANNNN !!”wali kelas Jun Su kesal karena dikira ibu Wu Ram, padahal menikah pun ia belum TT^TT
Jun Su akhirnya dibebaskan, wali kelasnya ngomel, kenapa Jun Su harus emncuri dompet orang.Jun SU berkeras kalau dirinya tidak bersalah karena telah mengembalikan dompet pria mabuk tersebut. Wali kelas Jun Su merasa kasihan dan memberinya sedikit uang “berusahalah,”
“terimakasih,” Jun Su speechless antara malu dan terharu.
“tolong berikan aku rokok”
“rokok merk apa?”
“ah tidak, tolong tambahkan lagi satu kaleng susunya” Jun Su tidak jadi membeli rokok dan memilih membelikan Wu Ram 3 kaleng susu.
“Wu Ram a~~~ sekarang kau tidak perlu kelaparan lagi karena ayah sudah membeli banyak susu ^^”
BruKKkkkkKKK!! Jun Su tiba – tiba menjatuhkan Kantung belanjanya saat melihat orangtuanya sudah menungguinya.
“kau…. Anak siapa itu!??” ayah Jun Su marah besar sampai – sampai matanya mau lompat keluar ^^
“ayah maafkan aku, aku berkencan dengan seorang gadis, ia tiba – tiba datang dan menitipkan ku bayi ini ” Jun Su memasang muka sedramatis mungkin dan mengarang cerita.
Ayahnya langsung memeluknya, sendangkan ibu Jun SU nyaris pingsan mendengar pengakuan anaknya. “jangan menangis! Seorang ayah harus kuat dan tidak menangis di depan anaknya! Besok kita urus sekolahmu, biar ibumu yang menjaga anakmu.”
Di tempat latihan Taekwondo, ayah Jun Su menasihatinya dan sebagai gantinya…… “ayo kita lakukan, ibumu tidak tahu kita di sini” Brakk BruKKkk Brakkk, ayah Jun Su membantingnya !
Paginya, Jun Su pamit berangkat ke sekolah, tapi ia sedikit khawatir karena ibunya demam dan takut Wu Ram tertular.
Ayah Jun Su mengamuk di ruang kepala sekolah karena anaknya di keluarkan tanpa alasan yang jelas, apalagi pas Byeol tiba – tiba nongol dengan tongkat pelnya dan ikut nimbrung kalau tidak ada peraturan sekolah yang jelas untuk mengeluarkan Jun Su.
KrIiiinGgg..KrinGGgg… telpon ayah Jun Su berbunyi dan itu telpon dari istrinya.“APA?!”Jun Su dan ayahnya lalu bergegas pergi ke rumah sakit.
Wu Ram di rawat di rumah sakit. Jun Su kesal karena ia sudah melarang ibunya untuk menjaga Wu Ram, tetapi ibunya malah mengkel “apa aku bilang, seharusnya ibu menuruti kata – kataku, kalau begini..” PlakKkkk…!!! Jun Su lalu di gampar sama ayahnya karena berbicara tidak sopan di depan ibunya.
Jun Su dan ayahnya mengobrol di luar, “semua orangtua sama saja, mau tua atau muda seklaipun. Mereka pasti akan merasa sakit ketika melihat anaknya sakit. Ibumu juga begitu, kau tau, ibumu tidak ada niat untuk mencelakai Wu Ram.”
 
Jun Su pulang ke rumahnya dan mengambil pakaian untuk ibunya, ia tidak sengaja melihat album foto sewaktu ia bayi.
Ya tuhan… aku bukan ibu yang baik.Bagaimana mungkin Jun Su kecilku harus menderita karena pneumonia dengan tubuhnya yang masih sekecil ini. Ya tuhan…. Aku mohon lindungilah anakku…
Tanpa sadar Jun Su mulai menitihkan air matanya dan sangat menyesali perbuatannya tadi.
Di rumah sakit, Jun Su tidak tega melihat Wu Ram yang menangis kesakitan. (ayah… aku sakit ayah… mereka bilang aku terkena Penumonia)
Jun Su dan Gwi Seok mengobrol bersama, Gwi Seok tiba – tiba minta maaf pada Jun Su. “sebenarnya, akulah  ayah Wu Ram”
FLASHBACK…
Waktu Jun Su berbelanja di market waktu itu, ia kaget melihat bayi tiba – tiba ada di depannya. Yup! Itu adalah kerjaan Gwi Seok, ia mengendap endap mengganti keranjang belanja Jun Su dengan kereta bayi Wu Ram.
Jun Su kaget dan marah besar.Ia mengahajar Gwi Seok sejadi – jadinya. Gwi Seok tidak melawan dan menjelaskan kalau Tyson meninggalkannya ke Amerika dan menitipkan Wu Ram padanya.Ia bingung karena harus membiayai pengobatan ibunya dan memilih menitipkan Wu ram pada Jun Su yang berada.
Jun Su kesal dan kembali ke rumah sakit, ia mneyuruh ayah dan ibunya pulang karena orangtua kandung Wu Ram sudah ada.
Paginya, Jun Su terbangun oleh suara tangisan bayi…. “arasseo~ ayah sudah bangun Wu Rahm” Jun Su berhalusinasi kalau Wu Ram masih bersamanya, ternyata itu suara ibunya yang menyuruhnya cepat bangun.
Sekolah GEMPAR!!! Pengumuman hasil ujian dan murid terbaik di sekolah sudah di pasang di mading.Semua orang bisik – bisik saat melihat si “sok pintar” datang sambil memasang muka juara.
“permisi permisi…” Taa Daaaa..si “sok pintar” kontan menyingkir dari kerumunan mendpaati kalau ia hanya di peringkat ke dua. Byeol datang dan membuat smeua orang kagum karena namanya lah yang ada di peringkat pertama, mengalahkan Kim Su Seok (namanya sis ok pintar ternyata kim Su Seok, Hyo RIn kira Kim Chu Cho’  ^^ ahahahaaa).
“wah.. kau membuatku kagum! Selama 3 tahun, aku baru melihatnya di peringkat kedua! Hey Byeol, bagaimana caramu melakukannya?” kata seorang temannya.
Jun Su lewat dan tersenyum sambil memegang kepala Byeol. Cieeee..si Byeol Cuma senyum – senyum gak jelas ^^.
Byeol dan teman Jun Su menemui Jun Su dan memberitahu kalau Wu Ram akan diadopsi oleh keluarga dari Amerika. Jun Su pura – pura tidak dengar dan tidak peduli, temannya mulai kesal dan memakinya!! “kau tahu, kau tidak akan melihatnya lagi!!!!!”
Sementara itu, di rumah Gwi Seok….
Gwi Seok menangis melihat ibunya yang terbaring sakit dan Wu Ram yang kelaparan…. Ia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa “ibu, kau tahu… aku hanya ingin  ynag terbaik untuk Wu Ram… aku tidak ingin anak itu hidup menderita seperti kita. Semoga orang Amerika itu mampu merawatnya dengan aik, seperti yang Jun Su pernah lakukan untuk Wu Ram…. Wu ram a~~ maafkan ayahmu yang bodoh ini TT^TT ” ucapnya sambil menangis.
Jun Su yang pura – pura tidak peduli akalu Wu ram akan diadopsi rupanya menguping pembicaraan mereka dan ikut menangis, dari kejauhan Byeol juga melihat Jun Su.
 
“cepat datang ke bandara, kau harus mengucapkan selamat jalan.. atau kau tdiak akan melihatnya lagi”
Sms Byeol membuat Jun Su muak dan akhirnya ia memutuskan untuk menyusul ke bandara.
Jun Su ngebut gak karuan dengan motornya dan hamper saja tertabrak, ia sampai di bandara tapi sudah terlambat. Wu Ram dan orangtua barunya sudah keburu pergi. “dari maan saja kau? Dasar bodoh!”Byeol marah sambil menangis.
Jun Su lalu menerobos palang pintu, ia tidak peduli melanggar peraturan bandara, yang ia tau Cuma Wu Ram! Petugas bandara di buat kelabakan, dan akhirnya berhasil menangkap Jun Su tepat saat Jun Su menemukan Wu Ram!
“lepaskan aku!” jun Su meronta dan memanggil nama Wu Ram “Wu Ram… anakku! Lepaskan aku! Anakku ada di sana!! Lepaskan!! WU Ram……. !!” wu Ram juga tidak kalah sedihnya, ia berusaha lepas dari gendongan orangtua barunya dan menunjuk – nunjuk Jun Su !
Ku kira aku tidak akan melihatnya lagi….
Jun Su menggendong Wu Ram sambil mengobrol dengan temannya termasuk Gwi Seok. “wah wah wah.. 2 ayah ini bahagia sekali bisa berkumpul lagi dengan Wu Ram” kata temannya yang satu.
“pokoknya minggu ini Wu Ram tinggal di rumahku, oke!” pinta Jun Su ke Gwi Seok.
“sshh sshhhh cepat pergi!” Byeol mengedipkan matanya sambil berbisik menyuruh Gwi Seok dan temannya pergi. Gwi Seok mengerti maksud Byeol dan menyeret paksa temannya pergi ^^ ahahahha
“kami pergi beli minum dulu ya”
Akhirnya tinggal Byeol, Jun Su, dan Wu Ram.
“kau sangat keren! Waktu di Bandara itu… kau keren!”
“apa?! Oh…..”
“ibuku pasti suka punya menantu DUDA sepertimu >.<” Byeol mengada – ngada
“apa? DUDA??Yang benar saja!”
“ahaha… eh aku punya hadiah untukmu!” Byeol lalu berbalik meraih sakunya dan ……. Kissss ^^
Byeol malu dan berlari pergi, Jun Su Cuma tersenyum dan memandangi Wu ram yang juga ketawa gak jelas (ahahahaa.. ayah ! ayah! Dia menciummu!)
------------------------ END --------------------------
Eh amsih belum, di akhir film…. Kita FLASHBACK ke kehidupan remaja orangtua Jun Su.
Ayah Jun Su yang masih SMA kaget melihat keranjang bayi (bayi itu Jun Su) tergeletak di depan rumahnya dengan sepucuk surat.
Aku titipkan anak kita kepadamu, aku harap kau bisa merawatnya.
Ayah Jun Su kontan kaget dan tidak tahu harus berbuat apa, sementara itu..di balik tembok, ibu Jun Su mengintip  dan memastikan Jun Su kecil smapai ke tangan ayahnya ^^.
Ahahahahaaa… ternyata yang dialami Jun Su sekarang ini tidak lain turunan dari yang ayah dan ibunya lakukan di masa lalu ^^.

2 komentar:

Elang Kelana mengatakan...

hahaha . . . akhirny kelar juga y hyo rin
aih . . . disini jgs rambutnya kereeeeen bgt

Kim Hyo Rin mengatakan...

@Elang Kelana:He eum.. seukkie paling keren kalo rambutnya gibi >.< apalagi pas di Doremifasolasido,,,

behh.. berasa pengen melukk!!
bahahaaha

Poskan Komentar