Sinopsis Koizora dorama episode 4 part 2

Kamis, 26 Juli 2012
Jika waktu itu aku memilih jalan yang lain.. akankah nasib akan berbeda? Mika menguatkan diri dan berjalan ke jalan hidupnya yang baru.


Dari kegelapan Hiro memperhatikan Mika dan berharap Mika selamat sampai di rumah, ia kemudian batuk dan jatuh tersungkur, ia menangis sambil memegangi cincin yang masih melekat di tangannya.
Yuu tiba – tiba muncul, ia pura – pura tersesat dan beralasan kalau salju sangat lebat dan akan lebih baik jika ia menjemput Mika.
“haa... ini takdir ^^.. aku tersesat dan bertemu denganmu” yuu banyak bicara
Mika terdiam dan dalam hati berkata kalau ini bukan takdir, ini adalah rencana si bayi untuknya, ini seperti si bayi sedang berkata “ibu sedang sedih.. aku juga sedih”
April.. mendekati hari kelulusan,
Aya mengobrol dengan Mika, Aya menanyakan Mika akan melanjutkan study di mana,
“aku akan ke Universitas Kenmei”
“Kenmei.. wah.. aku tahu! Jangan – jangan kau sudah pacaran dengan Yuu ya? Jadi kau memilih universitas yang sama kan?!”
“tidak, Yuu hanya membantuku belajar akhir – akhir ini, itu saja”
“kau menyukainya kan?!”
“eh, Nozomu akan lanjut dimana?” Mika mengubah topik pembicaraan
“dia lanjut di politeknik, sama dengan Hiro”
Mendengar nama Hiro, ekspresi wajah Mika berubah dan membuat Aya merasa besalah.
Sebentar lagi... sebentar lagi semua orang memilih jalan mereka masing – masing..
Hiro duduk memandangi langit dari jendela kamarnya di rumah sakit, Nozomu datang dan memberikan formulir universitas yang dimintanya,
“bagaimana dengan Mika? Apa dia lakukan akhir – akhir ini?” Hiro masih memikirkan Mika.
“Mika-chan, dia akan masuk universitas. Akhir – akhir ini dia sering pergi ke perpustakaan untuk belajar”
“Nozomu..mulai besok aku akan masuk rumah sakit”
”Hiro, akan lebih baik kalau aku memberitahu mi..” belum sempat Nozomu meneruskan kalimatnya, Hiro menyela dan memohon agar Nozomu merahasiakan hal ini pada Mika, “aku tidak mau melihat di sedih gara – gara aku”
Besoknya... Minako menyuruh Hiro untuk siap – siap berangkat ke rumah sakit
“kak, sebelum pergi ada satu tempat yang ingin ku kunjungi”
Hiro pergi ke perpustakaan dan mencari Mika, ia kaget melihat Mika bersama dengan Yu.
Yu datang membantu Mika belajar, “wah.. kau benar – benar menyelesaikannya, lumayan Mika!” kata Yu sambil mengacak – acak rambut Mika.
Mika hanya tersenyum dan kembali mengingat ketika Hiro melakukan hal yang sama terhadapnya dulu. Hiro merasa Mika berada di orang yang tepat,tapi dari ekspresinya Hiro kayaknya gak rela dan berharap orang yang disamping Mika adalah dia, bukan Yu.
Hiro memutuskan untuk pulang. Saat ia berbalik badan Mika melihatnya, melihat punggungnya sekilas.
Mika kontan berdiri dan mencari ke seluruh penjuru perpustakaan, sementara itu, Hiro dari jauh melihatnya.. hanya mampu melihatnya...
Yu mengajak Mika berjalan – jalan ke pantai setelah belajar. Dari belakang Yu membawa sebuket besar bunga (nggak ngerti itu bunga atau apa! ^^).
Yu memberikannya pada Mika dan berharap Mika bisa menerimanya (jadi pacarnya Mika).
“Yu..kenapa kau tidak bertanya.. mengapa aku pergi ke tempat itu saat natal.. mengapa aku menangis saat itu.. da mengapa tadi saat di perpustakaan aku tiba – tiba berdiri dan berlari? Mengapa kau tidak menanyakan hal itu?”
“aku sudah berfikir dan banyak berasumsi, jadi.. seperti apa dia (Hiro)”
Mika memandang langit dan bercerita tentang Hiro..
“dia seperti sungai... menghayutkan apa saja.. bergerak maju dan kuat.. dan aku... aku tetringgal di belakangnya”
“kalau dia adalah sungai.. maka aku adalah Laut! Aku akan membawa semuanya kembali... dan tidak akan pernah meninggalkan Mika.”
Yu mulai meyakinkan Mika (Yu sumpah! Keren banget kata – katanya ^^)”aku tidak peduli jika Mika masih menyimpan perasaan – perasaan masa lalu, tetapi tetaplah di sisiku”
Mika terkejut “mengapa kau menyukaiku?”
“apakah ada alasan untuk emnyukai seseorang?” kata – kata Yu  mengingatkan Mika saat ia juga berkata hal yang sama pada Hiro dulu,
[agustus.. 4 bulan kemudian]
Ayah dan ibu Mika bertengkar, ayah Mika ingin menjual rumah agar perusahaan “keramik tahara” tidak bangkrut. Ibu Mika tidak setuju dan memohon agar suaminya tidak menjual rumah.
“rumah ini tempat kita berlindung, bagaimana dengan anak – anak nantinya? Dulu kau berjanji,kan!? Tidak akan menjual rumah ini”
“kau tidak tahu apa – apa” yah Mika merasa kesal dan pergi
Sementara Mika yang sedari tadi di kamar ketakutan, akhirnya keluar dan mencoba menghibur ibunya
“Mika..maafkan ibu, tetapi kamu harus pilih..ingin tinggal bersama ibu atau ayah” ibu pergi,tidak tega menghadapi Mika
Saori tampaknya juga putus asa, ia memberitahu Mika akan tinggal bersama ibu “aku tidak ingin membuat Ayah repot karenaku,”
Mika kesal mendengar kakaknya dan memilih pergi.... ke rumah Yu.
Yu terkejut melihat Mika berdiri di gebrang rumahnya,
“Dulu kami sering makan bersama di ruang keluarga, tetapi sekarang kami makan sendiri – senidiri, seperti bukan keluarga. Apakah perpisahan akhir sebuah keluarga yang bahagia?” mika mulai curhat dan tidak berhenti menangis
Paginya,Mika yang tetridur di kursi dibangunkan oleh Yu “Mika, saatnya kita pergi! Ayo, ita harus bergegas”
“bagaimana ini? Aku tidak pulang ke rumah semalam” Mika mulai khawatir
Yu memaksa untuk ikut ke rumah Mika, Mika mencoba mencegah karena ini bukan waktu yang tepat.
Mika terkejut melihat tumpukan kardus dan foto – foto keluarganya yang telah dirobek – robek. Yu mengambilnya dan menyatukannya kembali dengan selotip.
“apa yang kau lakukan?”
“percaya padaku,ayo kita lakukan rencana kita!” Yu meyakinkan.
Mika masuk ke ruang keluarga bersama Yu. Orangtuanya kaget kenapa Mika tidakpulang semalam dan pulang bersama seorang laki – laki yang mereka tidak kenali (takutnya kejadiannya kayak Hiro)
“Mika, dari mana saja kamu? Kenapa semalam tidak pulang?”
“aku teman Mika,Fukuhara Yu. Semalam Mika menginap di tempatku. Aku sungguh minta maaf.”
“semalaman Mika menangis, katanya ia tidak ingin keluarganya berpisah. Jaman sekarang jarang sekali ada anak seperti Mika yang masih memikirkan keluarganya” Yu lanjut bicara dan memberi kode ke Mika untuk melanjutkan pembicaraan
Mika dengan mata berkaca – kaca mulai bicara di depan ayah dan ibunya “aku menyayangi kalian semua. Jadi jika kita harus hidup terpisah, tidak apa – apa !! asalkan ayah dan ibu tidak bercerai. Aku benar – benar tidak menginginkan ini terjadi”
“maaf, kami permisi dulu” Yu lalu meletakkan foto yang sudah di perbaiki tadi ke meja dan menarik Mika keluar.
Ayah dan Ibu Mika melihat foto tersebut “ya ampun, mereka memperbaikinya lagi”, suasanan akhirnya mencair, ayah dan Ibu Mika akur kembali ^^
“lihat, rencana kita berhasil!” Yu dan Mika ber-high-five ^^
Yu pamit pulang, Mika lalu berlari dan memeluknya dari belakang “terima kasih, Yu. Berkat kamu keluargaku kembali akur.”
“ah~ kamu seharusnya tidak melakukannya di sini (memeluk Yu), tetapi.. aku bahagia ^^”
Keluarga Mika harmonis kembali, mereka makan malam bersama lagi dan tersenyum melihat foto keluarga mereka, hanya Saori yang bingung karena tidak tahu apa – apa ^^.
Akhirnya ibu mengerti... ayah tidak menjual rumah hanya semata untuk perusahaan. Ayah ternyata menganggap karyawan sebagai bagian dari keluarga, ayah tidak ingin perusahaan bangkrut dan seluruh karyawannya hidup sengsara dan  tidak memiliki pekerjaan, ayah..semangat! dan terimakasih.. ibu
Ýu dan Mika jaln bersama di festival, yu memperbaiki sesuatu di kaki Mika dan berkata kalau Mika tidak pelru sungkan padanya, dan tidak perlu menyembunyikan apa – apa darinya (tentang Hiro)
“aku..aku suka Yu! ^^” Mika menggandeng tangan Yu dan pergi melihat kembang api bersama.
Untuk kedua kalinya.. aku jatuh cinta... Yu, kamu sangat baik terhadapku.. benar – benar seperti lautan.. dalam dan tenang...
Hiro.. aku akan menyimpanmu di sudut hatiku dan menguncinya.. aku akan.. melupakanmu....

Sementara itu, Nozomu dengan berat hati memberitahu semua apa yang ia lihat tentang Mika dan Yuu.. Hiro tersenyum tipis dan berkata “kau bahagia...Mika


0 komentar:

Poskan Komentar