Sinopsis koizora dorama episode 3 part 1

Jumat, 16 Maret 2012

Mika dan ayahnya tertunduk lesu setelah pergi memeriksa kesehatan Mika.

“apa sudah ada kabar dari Hiro?” Tanya ayah Mika, “belum ada” Mika menjawab lesu.

Mika lalu menyuruh Hiro menemuinya di café. “Hiro, aku sangat cemas….. aku sekarang punya bayi, apa yang akan kau katakan?” gumam Mika. 

“hi Mika, tidak biasanya kau bolos sekolah, ada apa?”

“ada hal penting yang harus kuberitahu”

“apa? Kalau hal itu adalah kau minta putus , kalau begitu aku tidak mau dengar” kata Hiro setengah bercanda

“aku… aku mengandung bayi Hiro”

Hiro tidak bisa berkata apa – apa, ia terkejut dan langsung pergi. Mika sedih dan menahan air matanya, ia tidak menyangka Hiro akan pergi meninggalkannya.

Sementara itu, ayah Mika yang masih shock hanya duduk di halaman belakang. Ibu Mika datang dan menanyakan apa yang terjadi dengan Mika.

“usianya sudah 3 bulan, anak Hiro”

“apa? Sekarang dimana Mika?!!” ibu Mika terkejut luar biasa, “Mika sedang bersama Hiro”
Ibu mIka kesal karena suaminya malah membiarkan Mika keluar bersama Hiro, ayah Mika malah balik kesal karena menganggap ibu Mika tidak becus memperhatikan Mika.

“maafkan aku, aku juga tidak becus menjadi ayah”

Balik lagi ke Mika yang sedih karena Hiro meninggalkannya.Baru saja Mika mau keluar dari café, Hiro datang dengan nafas terengah engah.

“ini untuk si baYi ^^ ” Hiro mengahmpiri Mika sambil membawa 2 boneka kecil

“terimakasih Mika, sekarang kita akan menjadi ayah dan ibu ^^” kata Hiro lagi sambil terus terusan senyum (eisss.. bahagiahnya dehh…) “anak kita ada di sini” Hiro meraba perut Mika.

“jadi, aku boleh lahirkan?” “tentu saja!”

Mika awalnya takut memberitahu Hiro karena ia takut Hiro akan membencinya . “bodoh” Hiro mengacak acak rambut Mika senang.

Aku senang jatuh hati pada Hiro, tidak diragukan lagi aku adalah gadis paling bahagia di dunia ini.

“ah! yang ini. Aku suka” Mika dan Hiro memilih sebuah cincin couple.Mereka lalu pergi ke tempat istimewa. Hiro memasangkan cincin untuk Mika (parah…. Persis kayak orang nikah ^^ aigoooo), dan berandai – andai tentang anak mereka nanti.

“kalau dia perempuan, aku harap ia seperti Mika. Dan jika ia besar nanti..aku akan mencarikan ia pacar yang tampan!!!!” Hiro bersemangat

“ahahaha.. Hiro, kau terlalu berfikir jauh.”

“ayo! Kita selesaikan ini” Hiro meraih tangan mIka dan mengajak menemui orangtuanya.

“untung kau memilih Mika ^^” Minako mendukung Hiro dan Mika.

“diam! Dan kau, apa rencanamu? Apa kau yakin bisa membahagiakan Mika?” ayah Hiro angkat bicara
Hiro bersungguh – sungguh memohon ke orangtuanya, ia bersedia keluar dari sekolah dan menjalankan bisnis otomotif ayahnya demi Mika dan si bayi.

“kau bilang apa? Bisnis kita?Apa kau yakin???”

“aku tak punya keyakinan itu.. tapi aku akan melakukannya” Hiro berusaha meyakinkan

“kalau begitu, sudah tidak ada yang bisa kukatan lagi” ayah Hiro menyerah dan menghela nafas
Hiro dan Mika tersenyum karena sudah mendapat ijin dari orangtua Hiro. Ketika Hiro mau mengantar  Mika pulang, ibunya datang dan memberikan syal untuk menghangatkan Mika.

“terimakasih telah memilih hiro ^^, aku juga melahirkan Minako di usia muda sepertimu. semangatlah”

“kau punya ayah dan ibu yang baik.” Kata Mika sambil berjalan dengan Hiro menuju rumahnya, “benarkah? Kalau begitu sekarang giliran orangtuamu”

Sampai di rumah, ayah dan ibu Mika masih memasang muka “ogah” bertemu dengan Hiro yang mengantar pulang Mika.

“paman, maafkan aku. Jika umurku sudah 18 tahun biarkan aku..menikahi Mika,kumohon” Hiro kontan berlutut saat masuk. Mika juga ikut – ikutan berlutut dan memohon pada ayahnya.Ibu Mika mulai tidak senang dan menyuruh Mika masuk ke kamar karena ia sendiri tidak setuju dengan Mika dan Hiro.

“ibu…”

“Mika, menjadi orangtua itu tidaklah muda. ”

“aku akan berusaha sekeras mungkin, aku akan mulai mencuci piring dan pakaina. Kumohon bu….”

“paman, maaf. Aku tidak akan pulang sebelum anda memaafkan kami” Hiro masih terus berlutut.

“apa kau tau perasaanku sekarang? Bagaimanapun juga kau tidak akan menerima ini” kata Ayah Mika mulai meneteskan air mata.

Di kamar, suasana shock masih meliputi ayah dan ibu Mika, mereka tau betul sifat Mika dari kecil yang tidak bisa berbuat apa – apa sendirian,

“waktu Mika pertama kali masuk TK, ia tidak mau kutinggalkan, ia selalu menengok kea rah gerbang sekolah saat  belajar, ia selalu menengok ke arahku. Dia tidak mudah masuk dan beradaptasi  ” kata Ibu Mika,

Tanpa mereka sadari, Mika mendengar percakapan orangtuanya dan mulai menangis.

Mika lalu menemui kakanya, Saori. Mika mulai menangis dan memeluk kakaknya, “aku ada di pihakmu Mika”

“kau harus jaga apa yang ada di dalam perutmu, jadi kau harus berjuang. Coba pahami perasaan ayah dan ibu.Mereka masih shock… santai saja, berusahalah meyakinkan mereka pelan – pelan, OK” Saori menyemangati Mika.

Pagi hari di rumah keluarga Tahara….

“Mika, apa yang kau lakukan?” ibu terkejut melihat Mika memasak. “aku akan membuat sarapan mulai hari ini bu, aku akan mulai menjadi ibu yang baik ^^” Mika mencoba santai sesuai saran kakaknya.

Malam hari, Mika dan Hiro pulang bersama… kebetulan ayah Mika juga muncul.ayah Mika marah dan menyeret Mika masuk dan menyuruh Hiro pulang.

Kebahagiaan itu..bukan sesuatu yang bisa didapat dengan mudah

Festival Sekolah November, Hokuryo….

Kelas Mika  membuat stand makanan.

“bagaimana? Kau harus berjuang ya… ^^ aku mendukungmu !” Aya menyemangati Mika “terimakasih”
“ah! itu ayah dan ibuku.” Aya menghampiri ayah dan ibunya dan menawarkan makanan yang mereka buat, diam – diam Mika merasa iri dan sedih karena orangtuanya bilang tidak akan datang.

Hiro mengajak Mika menontonnya saat perform dengan band Nozomu “kau harus datang ya!”

“ah, itu Nozomu…” aya teriak penuh cinta ke Nozomu ^^

Music mulai terdengar dan suara penonton memekakakn telinga, Hiro tiba – tiba berhenti dan mengajak Mika naik ke panggung dan membuat semua orang berteriak…. “naik! Naik!”

“Mika, kita akan bahagia !!!!!” Hiro berteriak penuh semangat “jawabanmu?” tanyanya lagi

“ya,kita akan bahagia”

“kurang keras!!!”

“YAAA !!! KITA AKAN BAHAGIA” Mika teriak semangat, kontan penonton teriak…. Hiro mulai 
menyanyi (sumpah! Lagunya keren banget… tapi sampe sekarang belum nemu, judulnya aaja gak tau T^T)

Hiro selalu mendorong dan memberiku semangat, aku dilindungi oleh arus sungai yang kuat.


“boleh kami minta tolong, tolong foto kami ya…” Aya meminta tolong ke seorang siswa

“AYO! MULAI SEKARANG DAN SELAMANYA.. DALAM CINTA !!!!” mereka kompak teriak.

Malamnya, Mika menerima pesan dari Hiro akan datang ke rumahnya. Lagi – lagi Hiro datang berlutut dan memohon pada orangtua Mika, kali ini penampilannya berubah drastic, no jeans no blonde! Hiro mengenakan Jas dan rambutnya jadi hitam.

“paman, aku sudah di terima bekerja. Gaji awalku 705.000 yen.Kumohon, maafkan kami dan restui kami.”


Mika juga ikut berlutut dan memohon “Ibu, aku akan berusaha keras menjadi ibu yang baik. Bayi ini semakin hari semakin membesar, aku ingin melahirkannya, aku tidak ingin menggugurkannya.”
Ibu Mika mulai menangis melihat Mika memohon “Mika masuklah ke kamarmu”

“tapi bu…”

“cuaca sangat dingin, seorang ibu harus tetap sehat demi anaknya kan?!”

“ibu..!!!!” ayah Mika kaget mendengar kata – kata istrinya yang muali mendukung Mika dan Hiro

“ibu.. terimakasih” Mika memeluk ibunya dan mulai menangis

Di kamarnya, Mika melihat Hiro berjalan pulang dan memanggilanya “Hiro!”

“ahahaha.. rambutmu jadi putih begini karena salju ^^”

“whoa.. tangan Mika sangat hangat”

“Hiro terlihat seperti seorang ayah dengan rambut hitam ^^”

“benarkah? Kalau begitu aku akan berjuang membuat ayahmu percaya. Aku yakin ia akan memaafkan kita”
Hiro memeluk Mika dan pamit pulang.

Sementara itu, ayah Mika menanyakan alasan kenapa ibu merestui Hiro dan Mika. “aku percaya dengan Mika, aku percaya … masa depannya”

Hiro masih berjuang, malam mulai larut tapi ia masih menunggu ayah Mika pulang kerja di luar, padahal cuaca sangat dingin. Ayah Mika muncul dan kaget melihat tekad Hiro.


“paman maafkan kami!”

“kau! Apa yang kau sukai dari Mika?”

“SEMUANYA! Aku suka saat dia tertawa..aku suka saat dia cengeng..” Hiro mulai bercerita tentang Mika

“kau mengetahui apa yang tidak ku ketahui, sebenarnya ayah macam apa kau ini?”

“jika bayi itu lahir sebagai anak perempuan, kau akan merasakan perasaan yang sama denganku” kata ayah Mika yang mulai luluh

“apakah kau memaafkan dan merestui kami?”

“jangan mengharap lebih, aku hanya percaya apa yang telah dipilih putriku.” Ayah Mika speechless lalu masuk.

Hiro senang bukan main, ia llau mengetuk jendela Mika. “ayahmu memaafkan kita”

“benarkah??”

“ya, mulai sekarang kita harus berjuang bersama – sama ^^” Hiro memeluk Mika dengan erat.
Tanpa mereka sadari, ayah Mika dari dalam mendengar percakapan mereka dan tersenyum walau sedikit ^^.

Nozomu dan Aya mengajak Mika pergi ke rumah Nozomu menghabiskan christmass Eve tahun ini.

“ayolah, orangtuaku tidak ada di rumah” Nozomu membujuk
“maaf ^^” Mika menolak karena sudah ada janji dengan Hiro.
 
“ada apa ini?” Mika kaget ketika dikepung oleh kakak kelasnya yang tentu saja di suruh sama Saki. Saki masih gak bisa terima kalau Mika dan Hiro jadian, apalagi setelah tau kalau hiro keluar dari sekolah karena Mika.

“jawab!!!!! Apa hakmu !kenapa Hiro ahrus berhenti sekolah karena kau!!!!” Saki marah besar
“apa urusanmu?” Mika mulai berani menghadapi Saki

“kau!!! Seandainya kau tidak ada.. Hiro amsih milikku! Kembalikan Hiroku!!”

BruKKKkkKKK

Saki mendorong Mika hingga terjatuh! (woiii.. Saki! Nyadar gak sih kalau ngedorong orang hamil?!!!!)

“Saki, apa kau tidak berlebihan?”temannya mulai khawatir melihat Mika

Mika kesakitan dan berusaha berdiri dan mengancam Saki “Hiro bukan barang, kalau kau berani
bersainglah denganku secara sportif! Aku tidak akan melepaskan Hiro !!”

24 Desember, Christmass Eve……

Hiro dan Mika hang out bersama,

“tahun depan kita akan merayakannya bertiga di tempat ini” kata Hiro

“tidak! Sekarangpun kita sudah bertiga” Mika mengeluarkan foto hasil USG

“wah… kecilnya! Tapi hidup…. ” Hiro takjub bukan main^^

 “jika anak itu nanti perempuan.. pasti ia mirip Mika, Cengeng!! ”hiro meledek
“apa? Kau seharusnya bilang anak kita akan lucu……”

Hiro mengeluarkan hadiah untuk Mika “aku tidak tahu anak kita perempuan atau laki- laki jadi aku pilih ini saja” Hiro mengeluarkan sarung tangan kecil

“wah.. sangat lucu ^^ Hiro.. kau terlalu cepat ^^”

Mereka menghabiskan Christmass Eve dan bersenangn – senang hingga…….

BruUuKkkKK

“Sa..Sakit!!!” Mika tersungkur dan emmegangi perutnya, Hiro panic melihat Mika yang kesakitan “Mika! Mika!”

Di rumah Sakit,Mika sudah sadar…

“Mika, apa kau baik – baik saja?” ibunya memanggil


to be continued....

6 komentar:

Kelana mengatakan...

hyo rin, ngilang kemana aja
lama ga nulis sinop ^_^

Kim Hyo Rin mengatakan...

@Kelana:kekekeeekeke... akhir* ini sibuk skali, trlalu bnyak tugas kuliah >.<

pulsa modem juga Krisis ^^
tapi insya allah mulai sekarang bisa aktif lagi

Kim Hyo Rin mengatakan...

@Kelana:kekekeeekeke... akhir* ini sibuk skali, trlalu bnyak tugas kuliah >.<

pulsa modem juga Krisis ^^
tapi insya allah mulai sekarang bisa aktif lagi

Anonim mengatakan...

suka suka suka ^,^

Anonim mengatakan...

saya Syamsiar, sangat senang membaca sinopsis ini. terima kasih...

Anonim mengatakan...

Aku suka ..aku suka..terimakasihh^^/

Posting Komentar