Sinopsis Koizora dorama Episode 6 FINAL

Kamis, 06 September 2012

aku akan selalu menyukai....Langit Biru itu...

Episode di awali dengan Mika yang memakai baju putih – putih ala suster. Seorang pasien menghampirinya dan meminta bantuannya.
“baiklah aku akan menyiapkan suntikan” kata Mika seraya merawat pasiennya “ini tidak akan membuatmu sakit”
Hiro..jika aku tidak bertemu denganmu..jika aku tidak melawan penyakit itu bersamamu... aku mungkin tidak akan tahu, apa itu kebahagiaan..kelembutan..kehangatan..dan cinta kasih..
Mika mengangkat telpon dari seseorang, terlihat kalau ia masih menggunakan gantungan ponsel Hiro hingga sekarang.
“jam 3 sore di cafe biasa, oke sampai jumpa nanti” kata Mika
Mika lalu menatap sebuah kamar dengan hiasan origami burung di pinggir tempat tidurnya...ingatannya lalu kembali saat ia dan Hiro melawan penyakit bersama...
Mika melipati origami burung dengan Hiro yang tidak berhenti memperhatikannya ^^. Minako dan orangtuanya tiba – tiba muncul dan mengagetkannya.
“Hiro! Coba tebak!! Dokter memberikan ijin agar kau bisa keluar!! Dokter terkejut karena kemajuan kesehatanmu bagus”
Mendengar ini Mika dan Hiro senang  “tapi ini hanya untuk 3 hari..jadi berterima kasihlah pada Mika ^^” kata Minako lagi
Hiro semangat bukan main, “kau mau kemana? ke disneyland? Ke luar negeri? Aku akan mengantarmu ke mana saja ^^”
“tidak usah terlalu begitu..asal kita bersama aku merasa senang” kata Mika, mereka lalu bertatapan dan tertawa bersama..ayah dan ibu Hiro juga merasa senang melihat putranya kembali ceria.
Dini hari di rumah keluarga Tahara..
Mika bangun jam 4 subuh dan memasak bento (makan siang) untuk Hiro. Ibunya datang ke dapur dan tersenyum “ku kira siapa yang mondar – mandir sepagi ini”
“aku membangunkanmu? Maaf bu ^^”
Ibunya mencoba masakan Mika “apakah enak bu?”
“emm..enak! karena ada cinta di dalamnya” kata ibu Mika
Benarkah?apakah Hiro akan senang dengan ini ya bu?
“tentu saja..Cuma terlalu sedikit sayur di sini, tambahkan brokoli yang ada di kulkas”
“aku senang akhirnya Hiro sudah baikan” kata ibu Mika tersenyum
“bu..makanan yang di sini aku siapkan untuk ayah ^^” kata Mika, ayahnya yang mengintip tersenyum melihatnya
Sementara itu...kamar Hiro gak jauh beda dengan kapal pecah!
Ia mencoba semua baju terbaiknya di depan cermin dan mencari yang mana paling cocok. Minako datang dan tertawa melihat adiknya seperti ini “kau seperti mau pergi kencan pertama kali saja ^^”

“kau sangat beruntung bisa bertemu dengan Mika..hey! apa kau pernah bilang ke Mika seperti kata...”aku mencintaimu?” sudah belum??” Minako menggoda Hiro
Hiro salting mendengar kakaknya dan menyuruh kakaknya diam saja
Mika pamit dan mengecek kembali bento yang dibuatnya, ia sangat berharap kalau hari ini bisa bersenang – senang dengan Hiro..
“kau baik – baik saja?” kata Hiro “jangan bicara denganku sekarang” Mika stress sambil berkonsentrasi dengan sepedanya, kali ini Mika yang membonceng Hiro ^^
Hiro menggoda Mika dan menggelitiknya ^^ “kau bertambah gemuk ”
 
Mereka sampai di tempat parkir sepeda sekolah mereka dulu..”terimakasih atas tumpangannya” kata Hiro
Hiro lalu mengulurkan tanganya untuk menggandeng Mika
“dulu kamu yang setiap hari mengantarku sekolah ^^” kata Mika
“mm..dan setiap hari aku menunggumu di sini, aku bahkan menunggu sampai sore saaat kau latihan band”
“maaf, itu karena aku ingin menyanyi dengan baik di depanmu”
“tidak apa – apa ^^, setiap detik aku menunggumu..aku selalu berdebar” kata Mika
Mereka lalu melewati koridor sekolah, “melihatmu lewat koridor ini aku merasa senang” kata Hiro,
 
Mika lalu masuk ke dalam ruang kelas dan bilang kalau di tempat ini pertama kali Hiro menciumnnya ^^
“dan kau marah setelah itu””tentu saja!” kata Mika
“tapi..sejak itu,hingga sekarang kita masih bersama” kata Hiro mendekatkan wajahnya
Setelah kelas Hiro..mereka lalu ke perpustakaan tempat semua cerita mereka di mulai, Hiro kehilangan ponselnya dan Mika menemukan dan memperbaiki gantungan ponselnya,
“apa kau ingat? Kita juga bertengkar di sini” ingat Mika
Waktu itu Hiro minta putus dan membuat Mika menangis, walaupun kejadian itu sangat menyakitkan saat itu, namun sekarang itu menjadi kenangan manis bagi Mika
“tetapi..kita tidak akan bertengkar lagi kan?” tanya Mika
“tentu saja ^^”
“kalau begitu janji” mereka lalu berjanji bersama
Mika lalu mencari papan tulis yang pernah mereka gunakan “ah ini dia! Ternyata masih ada”
“kau yang menulis ini kan?” tanya Mika “ternyata kau juga yang menulis ini?” kata Hiro tersenyum
Hiro lalu mengganti tulisannya itu “aku sangat bahagia”, Mika juga menulis “aku juga bahagia”
Mereka pergi ke tempat mereka, Hiro meminta maaf karena tidak bisa datang tahun lalu dan berjanji akan datang bersama Mika setiap tahun “jadi jangan merasa kesepian”
Mika lalu menatap Hiro dengan penuh harap..ia berdoa semoga ia bisa pergi ke tempat ini bersama Hiro, tahun depan dan tahun depannya lagi “hingga kami menjadi kakek dan nenek”
Sekarang giliran tempat istimewa Hiro..
Hiro mencoba bento buatan Mika dan bercanda kalau makanan rumah sakit jauh lebih baik
“kalau begitu kembalikan! Aku bangun jam 4 untuk membuat ini” Mika ngambek
“tidak.tidak..aku bercanda” kata Hiro sambil melahap bentonya “ini sangat enak...”
Hiro lalu membuat karangan bunga sebagai ucapan terimakasih atas bento yang enak dan memakaikannya ke Mika
“kau sangat cantik Mika, aku merasa tiadk pantas untukmu” goda Hiro “terimakasih untuk segalanya”
Mika tersenyum dan bilang kalau ia masih ingin melakukan banyak hal untuk Hiro, “dengan melihatmu setiap hari,aku sudah merasa sangat senang” kata Hiro
“seandainya aku lebih pandai..aku akan mengambil jurusan kedokteran”
Hiro lalu bergumam jika seseorang mati..maka mereka akan pergi ke mana?
“Hiro...” Mika terkejut mendengarnya “tentu saja ke surga”
“aku ingin menjadi langit” kata Hiro “menjadi langit dan mengamatimu dari atas sana”
“kalau begitu..ketika aku menatap langit..maka aku akan mengingat Hiro” kata Mika 
“ketika langit cerah..maka Hiro merasa senang..jika langit hujan berarti Hiro sedang menangis...ketika langit senja maka Hiro sedang malu...dan ketika langit gelap..itu berarti Hiro sedang memeukku dengan lembut”
Hiro lalu menggenggam tangan Mika “aku hanya membelikanmu sebuah cincin murah, sebagai gantinya akan kuberikan semua bintang di langit untukmu”
Mika berkata kalau yang ia inginkan adalah agar Hiro berada di sisinya lebih dari segalanya
“akupun juga begitu” Hiro lalu memeluk Mika erat 
Aku tahu kalau ini hanyalah impian saja, aku berharap ada keajaiban..aku ingin bersama Hiro 1 tahun lagi..10 tahun lagi..100 tahun lagi...aku ingin bersamanya lebih bersama.
Hiro kembali ke rumah sakit..
Minako dan ibunya akan pulang ke rumah “kalian pulang? Tega sekali...!”
“sudah...sebentar lagi Mika datang. Kau istirahat saja yang nyaman. Sampai jumpa” kata Minako
Hiro yang sendirian menghayal dan memikirkan sesuatu.. ia lalu mengambil pulpen dan kertas,dan mulai menulis sesuatu.
Mika dalam perjalanan ke kamar Hiro, ia lalu bertemu seseorang yang ternyata adalah Saki!
Saki merasa tidak enak dan memulai pembicaraan “apa kau sakit?”
“mm..tidak,aku hanya menjenguk seseorang di sini”
“baguslah~ Mika,ayo pukul aku”
“apa?!”
“kau pasti membenciku,”kata Saki mengingat gara – gara ia mendorong Mika sehingga Mika keguguran
Mika hanya tersenyum “boleh aku menyentuhnya?” dan menyentuh perut Saki “aku berharap bayi ini bisa lahir dengan selamat dan sehat”
Saki lalu bilang kalau sekarang ia tahu kenapa Hiro memilih Mika, “aku merestui kalian,kuharap kalian bahagia” kata Saki lalu pergi

Aku selalu berdoa..agar setiap bayi yang lahir sehat..setiap nyawa sangat berharga..aku berdoa semoga hidup Hiro selalu disinari oleh mentari
 
Hiro mengeluh karena harus kembali ke rumah sakit, mika lalu menggodanya kalau Hiro bisa melihatnya setiap hari jadi tidak usah merasa jenuh
“aku hanya ingin berdua denganmu” kata hiro
“kalau begitu cepatlah sembuh,oke ^^”
Mika lalu tersenyum ke arah Hiro dan memperlihatkan surat registrasi pernikahan mereka ^^ owwhh~ so sweet!!! 
Hiro lalu memberatkan suaranya layaknya bapak – bapak yang ngomong ke istrinya! Hahaha”sayang..berikan aku pulpen..”
“tunggu sebentar sayang” kata Mika
Mereka berlagak seperti suami istri yang sudah lama menikah ^^, karena tidak tahan dengan akting masing – masing..mereka lalu tertawa terbahak – bahak
Hiro yang melihat Mika tertawa lalu mengambil camera dan memotretnya ^^ “apa – apaan ini?” kata Mika masih tertawa
Suster lalu datang dan memberitahu kalau ini waktunya untuk Hiro check-up
Hiro kesal dan bilang kalau suster tidak tahu membaca situasi bahagia. Mika tersenyum dan menyuuh Hiro untuk mengikuti saran suster “kita bisa bicara nant, check-up kan lebih penting”
Hiro lalu mengiyakan dan menyerahkan cameranya ke Mika dan menyuruhnya untuk mencetak file di dalamnya “sampai jumpa Mika”
Entah mengapa Mika merasa ada yang aneh..ia merasa kalau kata – kata sampai jumpa Hiro sangat mengganjal di hatinya. Apakah ini farewell word dari Hiro?
Angin bertiup kencang dari kamar Hiro..dan surat registrasi pernikahan mereka tertiup dan jatuh ke lantai...
Mika selesai mencetak foto, ponselnya lalu berdering dan ternyata itu dari Minako.
Minako menyuruh Mika untuk cepat ke rumah sakit. “mika-chan..Hiro! Hiro!!” mendengar ini Mika sempat terdiam dan segera lari menuju rumah sakit.
Mika tiba – tiba terjatuh dan seluruh foto yang ia cetak berhamburan. Mika terkejut melihat foto yang selama ini ada di camera Hiro adalah fotonya.
Ayah Hiro berlari sekuat tenaga menuju kamar anaknya, ia shock melihat Minako dan istrinya sudah menangis dan dokter – dokter yang berupaya menyelamatkan hidup anaknya,dan selembar formulir registrasi yang tergeletak di lantai dan terinjak – injak....
Ponsel Hiro lalu berdering dan itu Mika, ia melakukan video-call.
Minako mengarahkan ponsel Hiro ke Hiro dan berkata kalau Mika menunggunya
“Hiro..Hiro..! kau bisa mendengarku kan? Ada apa denganmu? Kau tadi baik – baik saja” Mika terus berlari dan air matanya bercucuran
“Hiro tunggu aku, aku akan segera datang..tunggu aku Hiro...”
“kau kuat Hiro! Jangan menyerah..bukalah matamu..!! kenapa hanya ada fotoku saja? Ayo kita berfoto bersama..kumohon buka matamu”
Suara Mika membuat Hiro perlahan membuka matanya dan mencoba berbicara, air matanya mulai bercucuran sembari berusaha mengatakan “Mi—Mika,”
“Hiro! Apa? Apa yang kau katakan?”
“Mi—Mika.....terse—nyum.....”
Mika menahan air matanya dan mencoba untuk tersenyum, Hiro yang melihat Mika tersenyum juga tersenyum dan menitihkan air mata.... ia pun menutup matanya kembali 
“Hiro...”ayahnya menangis dan memanggil manggil namanya
“Hiro! Tidak! Tidak!! Bangun nak! Hiro!!” ibunya histeris dan menangis di sampingnya,
“Hiro! Hiro!” Minako mencoba menyadarkan adiknya...kamar yang tadinya penuh dengan keceriaan Mika dan hiro tiba – tiba berubah...haru biru terasa di setiap sudut ruangan..mengantarkan Hiro pada tempat terakhirnya...
Upacara pemakaman Hiro...
Seluruh kerabat dan teman Hiro datang dan memberi penghormatan terakhir. Aya dan Nozomu juga datang dan tidak bisa menahan kesedihannya.
Mika dan keluarganya akhirnya datang setelah lama ditunggu. Mika hanya diam tanpa ekspresi dan dibantu berjalan oleh ibunya.
Aya menghampirinya dan memberikan semangat agar Mika kuat.
“Mika...Hiro sudah menunggumu” kata ibunya
Mika dengan langkah berat mencoba berjalan ke arah Hiro yang “tertidur”,orangtua Hiro dan Mika tak kuasa menahan kesedihannya.
Minako menghampirinya dan menyuruh Mika mengucapkan salam perpisahan pada Hiro
Mika lalu meletakkan foto mereka sebegai kenang – kenangan,ia lalu mengingat ucapan terakhir Hiro agar dirinya tetap tersenyum...Mika mencoba tersenyum dan tangisnya pecah...
“kenapa? Kenapa kau begitu kejam?!! Kenapa kau meninggalkanku sendirian?” Mika menangis di hadapan Hiro
Orang yang ada di sekitarnya juga tidak bisa menahan tangis mereka mendengar Mika..
“kau...kau sangat jahat!!”Mika masih terus menangis, ibu Hiro tak kuat melihat Mika..ia lalu menghampirinya dan meminta maaf “Maaf,Mika”
“kau anak yang bodoh” ayah Hiro memandang anaknya yang sudah terbujur kaku
Dan suasana langit yang cerah tiba – tiba meneteskan air hujan....Hiro is sad for leaving Mika too.
Malam hari di rumah keluarga Tahara..
Mereka makan malam tanpa Mika, suasana jadi kaku dan Shiori berinisiatif untuk memanggil Mika. Ayah ibunya menolak dan membiarkan Mika untuk menenangkan diri dulu “aku tidak tahu apa yang mesti aku katakan” kata ayah
“Mika merasakan kesedihan yang belum pernah kita alami” kata ibu
Dimana Mika?
Mika hanya bersandar di tembok dengan tatapan kosong...tiba – tiba ada yang mengetuk jendelanya. Mika sontak berlari “Hiro?’
Yang datang bukan Hiro melainkan Minako. Ia datang dan membawa buku harian Hiro “aku rasa sebaiknya aku memberikannya padamu,ambillah”
Mika masih dengan tatapan kosong enggan mengambil buku itu...Minako paham dengan apa yang dirasakan Mika dan meletakkan buku itu di meja.
“Hidup Hiro sangat pendek,aku rasa dia hidup hanya untuk bertemu denganmu... kurasa dia sudah puas sekarang dan pergi dengan tenang” “kumohon cerialah Mika-chan”
Mika masih dengan ekspresi yang sama..buku itu tidak disentuhnya dan hanya tergeletak di meja...di hadapan langit biru...
Malamnya..Mika akhirnya memegang buku itu dan pergi ke kamar Shiori
“boleh aku tidur di sini?”
“apakah kau sudah membca buku itu?” tanya kakaknya
“belum” jawab Mika singkat..ia lalu mengingat kata – kata Hiro “kemana orang yang telah mati pergi?”
Paginya..Shiori terbangun dan kaget karena Mika sudah tidak ada di sampingnya.
Ia lalu kelabakan mencari di setiap sudut rumah. Ayah mIka bingung ada apa dengan Shiori berlari – lari dalam rumah.
“ayah ibu! Mika tidak ada di mana – mana...!! apakah dia akan melakukan sesuatu yang bodoh?” keluarga Mika panik dan segera mencarinya..
Ayah pergi mencari ke rumah sakit tempat Hiro pernah dirawat...ibu mencari di sekolah Mika dan Hiro dulu..dan Shiori mencari di cafe yang sering didatangi Mika dan Hiro.
Mereka membawa foto Mika dan emncoba bertanya ke orang – orang..tapi tidak ada yang melihat Mika.
Dimana Mika????
Mika berjalan tanpa arah sambil memeluk buku harian Hiro, langkahnya lalu sampai ke sebuah jembatan..pandangannya lalu mengarah ke tempat istimewa Hiro. Sungai yang kecil namun deras..rumput yang hijau dan langit senja..
Mika langsung flashback..ia mengingat smeua kenangannya bersama Hiro...saat mereka pertama kali ke sini dan saat terakhir kali ke sini bersama...
“Hiro..sekarang aku tidak bisa menggapaimu...kata – kataku..suaraku...dan senyumku.... semuanya sudah tidak bisa menggapaimu” Mika menangis dan menatap langit senja
Mika bercucuran air mata dan mencoba lompat dari jembatan, tiba – tiba merpati terbang dan menghentikan langkahnya...merpati itu terbang ke arah langit senja... is that Hiro?
Buku harian Hiro terjatuh dan lembaran demi lembaran yang belum Mika buka akhirnya terlihat oleh bantuan angin...
Mika terdiam membacanya dan terus meneteskan air mata...semua isi buku hariannya berisi cerita tentang pertama ia bertemu Mika hingga mati,Mika juga melihat ada gambar dirinya – Hiro dan bayi mereka bergandengan tangan bersama....
Lembaran buku terus terbuka dan berhenti di lembara berisi amplop biru..
Mika membuka isi amplop yang ternyata surat cinta terakhir dari Hiro..denagna scene yang sangat menyedihkan...semua kenangan manis tentang Hiro
Untuk Mika..dari Hiro
Mika tersayang,
Ketika kau membaca surat ini,aku tidak yakin masih di dunia ini lagi...
Maaf karena lebih dulu pergi...aku masih ingin lalui hidup dengan melangkah bersamamu..
Maaf karena meninggalkanmu sendirian...
Aku yakin kau pasti menangis sekarang...tetapi aku ingin melihatmu tersneyum.
Aku ingin kau menemukan hal – hal menyenangkan dan bahagia mulai dari sekarang..
Ada suatu hari aku sangat membenci penyakitku ini..tapi lebih dari itu aku merasa bersyukur...
Bersyukur atas keajaiban bertemu denganmu..
Aku sangat bahagia karena bertemu denganmu dan menghabiskan waktu – waktu spesial bersamamu...
Aku rasa aku orang yang paling bahagia di bumi...
Karena itu aku ingin kau tersenyum..
Aku akan selalu berada di sisimu...
Aku akan menjadi langit..dan mengamatimu...
Terimakasih banyak karena sudah jatuh cinta padaku...
Hiduplah dan jadilah kuat..!! aku yakin jika itu kau, kau pasti bisa melakukannya.
Aku selalu mencintaimu...
Sakurai Hiroki
Mika menangisa dan menatap langit “Hiro..maafkan aku..aku begitu bodoh”
Ia mencoba tersenyum dan menahan tangisnya, “aku sudah tidak apa – apa sekarang”
Ayah dan ibu Mika datang dan cemas melihat Mika,Mika berbalik dan tersneyum “aku tidak apa apa”
Ibu dan ayah mengajaknya pulang (melanjutkan kehidupan mereka...ditemani langit senja..mereka berjalan beriringan...

Mika menatap langit cerah dan memikirkan Hiro...
Hiro kau bisa melihatku kan? Aku hidup dengan baik... terimakasih karna memberikanku pengalaman cinta pertama yang manis...kebhagiaan...dan memberiku begitu banyak kekuatan.
.hidup tidak akan terus berjalan mulus dan tnapa halangan...kepahitan dan kesakitan pasti akan ada di masa akan datang, namun aku tidak khawatir akan hal itu..
Tetapi aku tidak apa – apa, karena aku kuat karena telah bertemu denganmu..
Terima kasih..Hiro..
Mika lalu mengunjungi tempat bayi dan sekarang juga menjadi tempat Hiro..
“apakah di sana baik – baik saja? Apakah kamu bertemu dengan bayi kita?” Mika membuat 2 boneka salju dan 2 sarung tangan..untuk si bayi dan Hiro..
“maaf membuat kalian menunggu” Mika menemui keluarganya di cafe..Mika hidup bahagia bersama keluarganya, 
Mika berbaring di tempat istimewa Hiro sambil memegang cincin yang pernah Hiro berikan, ia lalu duduk dan menatap langit senja
“Hiro..mengapa kau begitu malu”
Seorang anak kecil lalu berteriak “Mama” ke arah Mika,
“mama..ada ikan besar di sana..”
“benarkah? Apa kau menagkapnya ? ^^” Mika lalu merangkul anaknya dan bermain gelembung bersama..meniup gelembung yang terbang menuju lagit senja..
Hiro..aku masih menyukai langit biru itu..sekarang...dan selamanya..


TAMAT

Setelah Hyo Rin berjuang membuat Sinopsis Koizora dorama ini yang walaupun cuma 6 episode tapi lamanya bukan main akhirnya selesai juga ^^
maaf kepada readers yang dibuat penasaran karena Hyo Rin meng-update Sinopsisnya terlalu lama ^^
terimakasih juga pada readers yang selama ini setia membaca sinopsis Koizora dorama ^^
banyak terimakasih pada readers yang seteah membaca lalu memberikan komentarnya, awalnya Hyo Rin mau menyerah membuat sinopsis ini..tapi karena komentar kalian..Hyo Rin akhirnya bisa menyelesaikannya ^^

salam
Hoii! Hoii!

26 komentar:

Elang Kelana mengatakan...

hfth ... akhirnya kelar juga sinop satu ini
meski ud pernah liat versi movie-nya, tapi tetep penasaran sm serialnya ... ga tega liat hiro (yg biasanya unyu2) meninggal, hiks

Anonim mengatakan...

movie nya sedih bgt kk, ngabisin persediaan tissu 1 bulan hehehe. :D
makasi

Kim Hyo Rin mengatakan...

haduu..jangan dibilang..Hyo Rin aja udah 3 kali nonton masih nangis termehek mehek...
dengar - dengar ini kisah nyata loh..
gak kebayang gimana sakitnya jadi MIka

Ester Kapong mengatakan...

mksihh critanya , aq membacanya di kntor sampaii ngk bisa nahan air mata ,,
aq suka bnget crta in , kira2 kset CDny udah ad ngk ?

San Hikari mengatakan...

Manis.
gak tega, tapi hiro itu begitu kuat.
sebuah kekuatan cinta

Anonim mengatakan...

gamsahamnida hyo rin-ssi,,,
Penulisan sinopsisnya bagus dan mudah di pahami alur ceritanya...
banjir air mata waktu baca sinopsis dorama nich,aq jd pengen nonton doramanya...

Anonim mengatakan...

gamsahamnida hyo rin-ssi,,,
Penulisan sinopsisnya bagus dan mudah di pahami alur ceritanya...
banjir air mata waktu baca sinopsis dorama nich,aq jd pengen nonton doramanya...

Anonim mengatakan...

gamsahamnida hyo rin-ssi,,,
Penulisan sinopsisnya bagus dan mudah di pahami alur ceritanya...
banjir air mata waktu baca sinopsis dorama nich,aq jd pengen nonton doramanya...

amalia liarizky mengatakan...

ceritanya bagus banget, aku suka, tapi ngomong-ngomong anak itu, anaknya mika sama siapa ya???

Anonim mengatakan...

ceritanya luarbiasa sedih

Ria Riswan mengatakan...

bener-bener niee drama mengaruh'kan...
aku hanya baca sinopsi tapi sudah buat aku menangis tidak berhenti membacanya!!!!

Anonim mengatakan...

Critanya ckup bkin orng nangis tersedu", gak bsa bayangin kalo ini real story

Anonim mengatakan...

jujur aq paling males bca sinopsis yg cm dikit gini episodeny...tp drama ini sukses buat aq banjir air mata...thx bgt udh nulis n ngrubah pikiranku tentang drama2 pendek...it'S REALLLY A SUPER DRAMA...:'(

YULI ANA mengatakan...

so sad .. huwee ini dorama terbaik kakk .. banjir air mata smpai hidung meler gak keruan .. dan endingnya mantap >> arigatou atas sinopsisnya ^_^

Siti Aura mengatakan...

Kisah nyata yg menyedihkan...

G bs bayangkan jk berada dlm posisi Mika...
Keren y sikap Hiro...benar2 dewasa dlm hal pemikiranx...
Apa ada yg th diakhir cerita itu anak siapa y?
Thx y buat sinopsisx sist..😊

Dzaky Saputra mengatakan...

Thanks sinopsisx..banjir air..@!

Amelia Darman mengatakan...

Makasi kak hyo rin,sinopsis bener bener sedih,apalagi kalau nonton langsung
bener bener mengajari bagaimana pentingnya yg kita miliki bersama orang yg kita cintai

Noviyanti Pardede mengatakan...

KEREN!!! Ga nyangka ada dorama kaya gini, bikin nangis:'(!!! The best!!!

sita nurain mengatakan...

Udah berkali" baca sinopsis nyh gak pernah bosan"...jdi pengen nonton dorama nyh..

Annisa Washfa Aulia mengatakan...

Dan aku pun menangis.... TT_________TT

ayu mardiani mengatakan...

air mata bercucuran ngebacanya T_T

Asiah Romlah mengatakan...

yaampun meleleh bacanya juga:'(

Yoga Mikki mengatakan...

Huh,sedihx .. film ini sukses mmbuat aku menangis
terima kasih sinopx

akassya trias salsabilla mengatakan...

Heeuu.. Aku nangis beneran,, Sampe bnr2 nutup muka pake bantal. (tapi aku mrasa ketinggalan karna baru tau cerita ini). 'Oh ya, btw,bapak dari anak mika tadi. Siapa? Ada yg tau g? Aku jadi bingung?

Anonim mengatakan...

scene terakhir mika punya anak, siapa bapaknya ?

Elliot Cöry mengatakan...

Btw kak... ad link drama nya gk? Dh lma nyari tp gk dapet"..
Yg scene trkhir ad anaknya , anakny dh gede aj yk. D komikny q bc trkhir Mikanya ktahuan hamil stlh sebulan Hiro mninggal. Haha
Tp ttp komik am filmny mewek bombay.

Yg ad link dramany baginya. Ngarep bgt.

Posting Komentar