Sinopsis Kimi Ni Todoke part 4 end

Jumat, 08 Juni 2012
 
Kazehaya tidak berhenti tersenyum sambil bergegas mengambil sepedanya, ia melihat 
Sawako sudah menunggunya di gerbang sekolah,

“ Hi Kuronuma”

“hi Kazehaya!!” Cizu tiba – tiba muncul dan mengagetkannya

Kazehaya bingung kenapa Cizu juga datang, Sawako polos bilang kalau mereka bertiga akan pergi menemani Cizu berbelanja. Kazehaya diam aja dan tersenyum tipis, rencananya mau pulang bareng Sawako tapi Sawakonya gak mengerti malah mengajaknya pergi berbelanja. Hadehh~
Cizu dan Sawako asyik asyiknya mencoba dress dalam toko, sementara Kazehaya hanya diam menunggu.
“mana yang lebih baik? Yang ini apa yang ini ?” Cizu meminta pendapat Sawako
“keduanya bagus”

“ah.. Sawako! Karena disini ada laki – laki ayo bertanya padanya! Kazehaya, mana yang lebih baik?” 


Kazehaya menunjuk rok berwarna putih yang cocok untuk Cizu, Cizu memberikan rok satunya lagi untuk di coba oleh Sawako. 

“wah.. harganya sedikit mahal, tapi aku rela! ^^” kata Cizu

Sawako tersenyum di depan cermin sambil mencoba rok yang diberikan Cizu tadi, Kazehaya dari jauh juga tersenyum melihat Sawako yang begitu polos ^^.
“Aku baru ingat ada acara, jadi aku akan pergi dulu.” Kazehaya pamit ke Cizu dan Sawako
Selesai berbelanja, Sawako memberanikan diri bertanya sebenarnya siapa yang disukai oleh Cizu.
Oh, itu saudaranya.... Ryu“
“eh?”
“iya! Meski sekarang dia tinggal di Tokyo, tapi setiap tahun baru dia pasti pulang” Cizu senyum semangat menjelaskannya, tapi Sawako malah merasa tidak enak sendiri, karena ia tahu kalau cinta Ryu untuk Cizu harus bertepuk sebelah tangan.
Sawako menyiapkan makan malam, dan ayahnya sedari tadi berlatih simbal “ayah, ayah berlatih terlalu keras.”

“tinggal satu bulan lagi konser tahun baru akan di mulai, setelah selesai konser kita bertiga akan merayakan pesat ulangtahunmu bersama – sama ” ayah Sawako memberinya Pamflet Konser
Karena ini musim dingin dan malam tiba lebih awal, ayah Sawako menghawatirkannya dan menyuruhnya untuk naik bus saja selama musim dingin. 

Sawako menemui pak Pin dan bilang kalau ia akan membuat COMMUTER PASS (semacam kartu supaya ongkos Bis lebih murah untuk pelajar). 

“ayahku khawatir jadi aku akan naik bus,”

“baiklah, berikan buku sakumu. Nanti akan ku stempel”
Belum lama Sawako memberikan buku sakunya, Pak Pin malah membuat ulah! Ia membuat Sawako panik karena lupa di mana telah meletakkan buku saku Sawako.
“apakah pak Pin menghilangkannya?”

“eh.. aku juga tidak tau,apa aku membuangya ya??” pak Pin masih terus mencari
Sawako terlihat sedih dan marah, bukan masalah buku saku itu, tapi bunga sakura berbentuk hatinya ada dalam buku tersebut.

Pak Pin nyantai memberikan selembar kertas COMMUTER PASS untuk Sawako dan akan menggantikan buku saku Sawako dengan yang baru, “Kuronuma Sawako, yang terpenting itu bukanlah bendanya.. tapi hatimu”
(Hyo Rin bingung.. Pak Pin kok kayak tahu kalau yang dikhawatirkan Sawako itu bunga Sakura, seolah dia menasihati Sawako gitu~~)

Sawako berjalan dengan sedih menuju kelasnya, Yano – Cizu dan kazehaya sedang membicarakan hal yang akan mereka kerjakan sepulang sekolah nanti
“ah, kau sudah datang! Kami berencana makan Ramen sepulang sekolah, kau ikut kan!?”

“maaf, aku tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan ayah”
“benarkah, bagaimana kalau lain kali?”kata Cizu

“Kuronuma, aku akan mengantarmu pulang” Kazehaya menawarkan diri
“tidak apa – apa, mulai hari ini aku akan naik bus”
Mereka bertiga mengantar Sawako naik bus, Yano dan Cizu pulang setelah mengantar Sawako tapi kazehaya masih tetap terpaku sampai bisnya hilang dalam pandangannya. Ia lalu pulang sambil mengayuh sepedanya dengan cepat (mungkin kecewa gak bisa pulang bareng ^^)

“selamat pagi Kuronuma” Kazehaya menyapa Sawako yang sibuk menulis
Kazehaya mengajak Sawako untuk pergi bersama minggu depan, “kalau kau memberitahu ayahmu lebih awal, mungkin dia bisa mengijinkanmu”
“mm! Baiklah, aku akan coba bicara pada ayah ^^” mereka berdua tersenyum (hadeh.. manisnya ^^)

Cizu menyerobot pembicaraan mereka “selamat pagi!!!’
“apa yang kalian bicarakan?”

“kami berencana untuk pergi bersama minggu depan”

“ajak AKU!!! Aku menemuan temapt yang ba...” belum selesai Cizu ngomong, Yano memotongnya dengan berdeham. Yano tau kalau Kazehaya hanya ingin pergi bersama Sawako, tapi dasar si Cizu yang gak mengerti keadaan sama sekali ^^.

“bagaimana denganmu Yano – chan?” Sawako malah sok menawarkan
“mm.. aku ada kencan dengan pacarku minggu depan”

“Kau tahu, bahwa tempat yang begitu dekat dengan stasiun dan pemkaungannya bagus. Dan makanan ...Mereka punya kentang mentega besar dalam keranjang! sebesar ini ...”
Cizu masih tetap ngoceh.. hahahaha

Minggu depan tiba.. Kazehaya berlari menuju tempat janjiannya denga Sawako, “sudah kuduga kau datang lebih awal”

Mereka mengobrol tentang hari natal nanti, Kazehaya bertanya apakah ia bisa ikut merayakan pesta natal bersama keluarga Sawako saat konser nanti,

“tentu saja!”

‘’aku senang” kata Kazehaya “juga.. setelah pesta....”
Belum sampai Kazehaya berbicara, teman – temannya datang dan mengusiknya! Mereka terus – terusan mengganggu Kazehaya tentang apa yang akan dilakukan pada saat natal nanti.

Cizu datang dan tergesa – gesa makin memperkleruh suasana ^^. “Sawako Sawako! Yano dalam kesulitan! Ayo kita menemuinya!”

“Yano – chan?”
“Kazehaya, maaf. Ini urusan perempuan ^^”

 Cizu menarik tangan Sawako pergi sementara Kazehaya masih ditahan oleh teman – temannya. 

Ternyata Yano sebal dan merasa muak dengan pacarnya, ia merasa pacarnya sungguh tidak dewasa dan selalu lupa hari kencan mereka “padahal dia menelponku bekrali – kali untuk memastikan aku tidak selingkuh, tapi lihat dia! Aku sudah muak!!”

“Ah! Toru!!!” Cizu berlari ke cowok asing yang berdiri tepat di rumah Ryu,
“apakah itu.. saudara Ryu ?” Sawako bertanya ke Yano

“eh, ini bahkan belum tahun baru, tapi kenapa.. ” Toru melepaskan tangan Cizu dan memperkenalkan Chi, wanita yang akan ia nikahi
“Senang berkenalan denganmu. Aku Haruka Katayama.”

Cizu dengan wajah shock dan sedikit senyum terpaksa menjabat tangan Haruka, Ryu – Yano – Sawako hanya diam dan tidak tega melihat Cizu.

Cizu asli patah hati! Orang yang selalu ia tunggu setiap tahunnya akan menikah, ia bersama Sawako dan Yano pergi ke kedai dan tidak henti – hentinya makan! Yano khawatir melihat Cizu dan menyuruhnya berhenti makan, Sawako malah tertunduk sambil memasang wajah “Sadako in action” saking sedihnya melihat Cizu.
Sementara it, Ryu yang memang menyukai Cizu dari dulu, duduk terdiam sambil memegang 2 roti isi kesukaan Cizu.
“ah.. liburan musim dingin tiba!” Cizu semangat 

“bukannya kau punya kelas tambahan?” Yano mengejek ^^. “aku tidak akan ikut!!!!” Cizu kesal
Yano menanyakan apakah Sawako sudah memberitahu ayahnya kalau ia akan pergi merayakan Christmass Eve bersama Kazehaya,Yano menyarankan Sawako menghabiskan malam Natal bersama Kazehaya karena ia tidak bisa, ia harus membicarakan sesuatu dengan pacarnya.
“aku juga, Ryu memintaku untuk membantunya di toko” kata Cizu

Kazehaya menemui Sawako yang menunggu bis,sedikit basa basi dan sedikit rasa kaku.. 

Kazehaya memberanikan diri “maukah kau pergi denganku?”
“mm..maaf, tapi hari ini aku punya acara mendesak”

“bukan itu..maksudku... maukah kau menjadi pacarku?? ” Kazehaya memberikan Sawako 2 tiket nonton hanya untuk mereka berdua, bisa dibilang seperti kencan, Sawako kaku dan salah tingkah! Ia memasang wajah “sadako in action” !
“Aku..pada malam Natal ...aku ingin bersama dengan mu.Tapi ... kencan ...Aku tidak bisa ... maksudku ...bahwa..aku tidak pernah berpikir tentang hal itu.Maafkan aku.” Sawako malah kabur dan naik ke bis, MENOLAK Kazehaya!!! (kesal juga sama si Sawako, kasihan banget kan si Kazehaya !!)

Di saat keluarga Sawako mendekorasi rumah mereka untuk natal nanti, Yano dan Cizu bertamu dan membuat ayah Sawako diam – diam merasa cemas, “satunya terlihat seperti berandalan (Cizu) dan yang satunya memakai make-up (Yano)” bisik ayah Sawako ke ibu.
Yano – Cizu bertanya kenapa Sawako tidak pergi ke pesta natal bersama Kazehaya tapi Sawako malah menangis bersalah setelah tahu dari Cizu kalau Kazehaya sekarang sering bad mood.

“Kenapa Sawako?Jika kau menangis kami tidak akan mengerti.” Kata yano
Ayah Sawako tidak sengaja mendengar Yano dan makin panik, dikiranya Sawako di-bully sama mereka ^^.

Sawako akhirnya menjelaskan kalau Kazehaya mengajaknya kencan, tapi walaupun ia juga menyukai Kazehaya entah kenapa ia malah berpikir cemas dan pergi begitu saja..
“kau menolaknya?”

“ aku sangat ...Saku sangat senang, tapi ...dia berkata seperti  itu saja ...sudah cukup bagi buatku.”
“Kazehaya benar bilang suka padamu?”

Cizu mulai gerah dan kesal dengan Sawako, kalau Sawako seakan tidak percaya dengan ketulusan Kazehaya yang benar – benar menyukainya. “dia sudah menyatakan perasaannya padamu, tapi bagaimana denganmu?”
Cizu dan Yano pamit pulang dan memberitahu Sawako kalau pada malam tahun baru nanti mereka dan Kazehaya sudah janjian di taman jam 11, ini kesempatan terakhir Sawako. Sawako masih ragu karena di hari dan jam yang sama ayahnya mengajaknya untuk melihat konser orchestra.

Malam tahun baru....
“apa Sawako akan datang?” Cizu cemas

Kazehaya sibuk membantu keluarganya berjualan, teman – temannya datang menggodanya “wah.. ii dia boy fresh kami! Kau tampan sekali mengenakan mantel itu! hahaha”
“aku pulang duluan,” Kazehaya berubah mood dan memilih pulang, teman – temannya bingung dengan sikap Kazehaya yang berbeda.

Ryu memanggil Kazehaya dan mengajaknya ke taman. Mereka saling lempar – tangkap bola sembari bertanya dan menjawab pertanyaan.
“kau sudah mengatakan perasaanmu ke Kuronuma kan?”
“dari mana kau tahu?”
“Chizu!”
“ah~ pantas saja!”

Ryu menangkap bola dari kazehaya dan berkata kalau Kuronuma adalah gadis yang baik, ia selalu memkirkan perasaan oranglain ketimbang perasaannya sendiri.
“orang macam apa dia?”Ryu melempar bola dan bertanya ke Kazehaya
Kazeahay diam sejenak dan tersenyum..

“Kuronuma adalah ...seorang gadis yang selalu melihat ke bawah ...Dia selalu memberikan yang terbaik.Dia sangat polos,hatinya mudah tersentuh.Dia jujur dan baik , Dia selalu berpikir orang lain sebelum dirinya sendiri.”

“Apa aku tidak memikirkan bagaimana perasaan Kuronuma ?” Ryu kembali bertanya dan membuat Kazehaya bingung
Pak Pin tiba – tiba muncul dari kegelapan ^^, ia memegang buku saku Kuronuma yang pernah hilang. “kenapa tidak kau yang kembalikan? Ini milik Kuronuma” pak Pin memberikannya ke Kazehaya

 “di dalam buku ini juga ada hal penting bagi Kuronuma,” Pak Pin memperlihatkan kertas kecil yang pernah diberikan Kazehaya untuk Sawako.

“perasaan Kuronuma,cobalah memahaminya. Oke?”

Kazehaya kontan berlari dan mencari Sawako ^^ (ayo kazehaya.. kejar terus!!! FIGHT Oooo~ !)

Sementara itu, Sawako dan ayahnya duduk di lobi, ayahnya bertanya kenapa Sawako terlihat murung. Ayahnya lalu bercerita saat ia menerima telpon dari rumah sakit tentang kelahiran Sawako, ia kontan berlari dan meninggalkan panggung orchestra sehingga temannya yang lain kesulitan.

“tapi aku benar-benar ingin melihat mu. Aku meninggalkan simbal dan berlari keluar.

Aku sangat bahagia saat aku melihatmu. lebih dari apapun.”

Mendengar ucapan ayahnya, Sawako memohon 
“Ayah Aku...punya seseorang yang ingin ku lihat.Harus malam ini.

Ketika kita bertemu ...bahkan jika mungkin ini tidak berhasil ...

aku ingin mengatakan padanya bagaimana perasaanku.”

Ayahnya tersenyum dan mengijinkan Sawako pergi menemui orang yang disukainya. Sawako berlari sekencang mungkin ke stan keluarga Kazehaya, Cizu dan yano memberinya semangat ^^
“huh? Diamana dia?” Sawako kebingungan melihat Kazehaya sudah tidak ada di situ lagi,
“ia sudah pergi, apa yang kau lakukan disini? Cepat kejar dia! Dia ada dengan ryu di taman!”
“Kurumi – chan?”
Sawako berlari lagi diikuti pandangan Kurumi yang tersenyum ^^

Sawako melihat tidak ada siapa – siapa di taman, ia berjalan dengan tertunduk, ia lalu melihat kazehaya dan segera mengahmpirinya.
“Kuronuma!”
“Kazehaya – kun!!” sawako tersenyum! “aku... terhadapmu.. mm.. aku...” Sawako gugup
“ada apa?katakan saja dengan perlahan.”

“aku.. aku.. menyukai Kazehaya – kun!”
Kazehaya tersenyum dan merasa ini seperti mimpi “akhirnya aku mendapatkanmu ^^”
“Ah. Maaf. Aku tidak sempat mengucapkan selamat ulang tahun padamu
aku sangat bersyukur bisa bersamamu pada awal tahun baru ini.
aku harap kita akan selalu seperti ini, mulai dari sekarang.
Kuronuma! “
Mereka sama – sama tersenyum dan memandang langit.. di tempat mereka pertama bertemu dan akhirnya bersama ^^
THE END

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Kisah cinta yang polos dan amat manis ^^ Suka deh~
Thanks sinopnya :)

Anonim mengatakan...

seru seru ! !
.mksh, .
.bleh minta snpsis lngkp komik chocolate cozmos sama ultra cute ngak?

Akira Tsubasa mengatakan...

Hai, hyo rin-senpai :)
Makasih ya sinopsisnya.
Semangat buat bikin sinopsis dorama/movie lain ya! Ganbare~ XD

Anonim mengatakan...

so sweet......

Anonim mengatakan...

memang so sweet cerita ini, makasih ya dah bikin sinopsisnya :)

San Hikari mengatakan...

Manis~
Arigatou gozaimasu.
Kazehaya sama Sawako, manis un~
:D

Posting Komentar