Sinopsis Koizora Dorama Episode 4 part 1

Jumat, 22 Juni 2012

Hiro di bawa ke rumah sakit, ia bingug dengan perilaku dokter yang mengetes darahnya dan mengadakan rontgen “apa ini tidak berlebihan? Ini kan Cuma flu”

 
Di jalan sepulang dari rumah sakit, Hiro bingung melihat raut wajah ayahnya yang khawatir.

“ayah, apa yang terjadi padaku? Aku Cuma flu kan?!”
“Hiro.. kau anak ayah kan?! Kau harus kuat nak!”
“apa yang dikatakan dokter?”

“kau.. ada semacam tumor di tubuhmu”
Hiro shock dan menatap ayahnya, ia berharap kalau semua yang ia dengar adalah bohong dan hanya gurauan ayahnya. “apa maksud ayah?”

Ayah Hiro hanya diam menahan tangisnya dan memeluk Hiro erat, “kami akan bersamamu, kau harus kuat”
“ayah, apakah ini bisa diesmbuhkan? Ayah!!!” Hiro shock! Dan scene mengarah ke aliran sungai
Hiro, kau tidak tau apa yang terjadi...

Di rumah..

Hiro memandangi cincinnya, kakaknya masuk dan memberinya dukungan,
“aku tidak menyangka umurku tidak lebih dari 20 tahun” Hiro mulai menangis, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Mika tahu ? “Mika baru saja kehilangan anak kami? Aku tidak tega jika harus ia sedih karena keadaanku sekarang”
Hiro kesal dan menghamburkan barang – barang di mejanya, Kakaknya memeluknya dan ikut menangis “kak, kita harus membuat Mika bahagia, kita harus membuatnya bahagia! Jadi, jangan beritahu keadaanku”
“Hiro, sebaiknya kita memberitahu Mika, dia bukan gadis yang lemah seperti dugaanmu”
Paginya di sekolah..mereka bertemu di perpustakaan, Hiro meminta maaf karena tidak sempat menjemput Mika

“Mika... mm.. jika suatu saat aku menghilang.. apa yang kau lakukan” Hiro kaku mengatakannya
“menghilang? Kenapa kau bertanya begitu? Ada apa?”
“ah tidak.. ini hanya perumpamaan saja,”

“walaupun ini hanya perumpamaan, aku tidak mau memikirkan hal semcam itu !”
Hiro meminta maaf karena menanyakan hal tersebut, ia lalu memeluk Mika dan mulai memancarkan ekspresi sedih.

Hari ulangtahun Hiro.. mereka bertemu di tempat istimewa..

“kita kan janjian di cafe, setidaknya kau menjawab emailku, tapi syukurlah.. aku tau kau ada di sini” Mika ngosh ngoshan baru nyampe

“mana hadiah ulangtahunku?” Hiro cuek bertanya, Mika merasa aneh dengan sikap Hiro yang tidak menyapa dan langsung to teh point.
“happy Birthday ^^” kata Mika sambil memberikan hadiah topi untuk Hiro, Hiro tanpa ekspresi membukanya dan mengatakan kalau ini topi yang jelek lalu membuangnya ke sungai!
“Hiro, apa yang kau lakukan? Baiklah, kalau kau tidak suka aku akan belikan yang baru untukmu” Mika mencoba membujuk Hiro, tapi Hiro semacam kesal dan bilang kalau sudah tidak tertarik lagi dengan topi dan memilih pulang.
Mika masih membujuk Hiro dan mengajaknya keluar dan merayakan ulangtahun Hiro bersama.
Mika tidak menyerah, ia mengampiri rumah Hiro dan yang keluar malah kakak Hiro. Mika menyerahkan hadiah baru untuk Hiro dan meminta bantuan Minako (kaka Hiro) untuk memberikannya.

“Mika – chan, sebaiknya kamu memberikannya sendiri saja” Minako seperti terpaksa berbicara seperti itu agar Mika pergi

“aku tidak bisa menghubunginya, kumohon”

“maafkan aku Mika - chan” Minako memilih masuk sementara Mika masih menunggu hingga larut malam.
“Hiro, Mika masih menunggu di luar... apa kau terus seperti ini?” namun Hiro masih terpaku melihat Mika dari kamarnya tanpa bersuara sedikitpun, ia hanya mengucapkan “hati – hati di jalan Mika” ketika melihat Mika pulang...
Mika pulang dan melihat ibunya khawatir karena sampai sekarang ayahnya belum pulang.
Paginya, Nozomu – Aya menemuinya, mereka bilang weekend ini rumah Hiro kosong dan mengajaknya untuk berpesta bersama.  Nozomu lalu menemui Hiro di atap gedung 
Hiro berbalik dengan tatapan serius ke arah Nozomu “Nozomu,aku minta bantuanmu..”

Mika tiba di rumah Hiro dan kaget melihat pesta yang kayaknya atmospherenya untuk anak – anak berandalan. Hiro menghampiri Mika dan memperkenalkan Mika ke depan teman – temannya 
“hoi! Ini pacarku, Mika!!!! Yeyyy~~ !!”

Mika hanya duduk dia melihat teman – teman Hiro berpesta kayak orang gak beres. Mereka semua nginap di rumah Hiro, Nozomu yang tertidur tiba – tiba nge-kiss Mika! Mika kaget dan segera mencuci mulutnya, dan tentu saja... shock
Ia kembali ke ruangan dan sangat kaget melihat Hiro juga nge-kiss cewek lain!! Mika mulai menteskan air mata dan berlari pulang....
 
Hiro menatap keluar jendela sambil menahan air mata melihat Mika “Mika, hati – hati di jalan ini suah larut.. maafkan aku...” sedangakn Nozomu juga menahan tangisnya, ia sengaja nge-kiss Mika karena Hiro menyuruhnya.

Paginya di sekolah, Hiro menyuruh Mika ke perpustakaan. 
 
“kita putus saja” dengan tatapan dingin Hiro mengatakan itu, Mika tidak terima dan merasa ini sangat tiba – tiba..

Hiro berusaha stay cool dan bilang kalau ia melihat Mika kiss dengan Nozomu semalam,Mika yang tidak terima juga menuduh Hiro kiss dengan cewek lain, dan apa jawaban Hiro?
“tampaknya ini sudah sangat jelas,sebagai wanita kau mungkin tidak akan mengerti. Hubunganku dan kau hanay ku anggap permainan, tentu saja aku masih ingin bermain – main dengan cewek lain.”

Mika menangs melempar cincinnya ke arah Hiro dan berlari pergi, sementara hal yang smaa juga terjadi pada Hiro, ia diam – diam merasa sangat sedih telah melakukan hal ini pada Mika.
Hiro, ayo kita berbicara lagi sepulang sekolah. aku akan menunggumu di perpustakaan.. aku tidak mau berpisah denganmu,
Mika
Mika menunggu seharian di perpustakaan hingga larut malam namun Hiro tidak datang. Mika pulang dan lagi – lagi ia meihat ibunya duduk sendiri menatap makanan yang sudah disiapkan untuk suaminya, namun ayah Mika belum juga pulang.
 
Mereka makan mersama dan Mika melihat wajah ibunya sedih dan kursi ayahnya yang masih kosong lengkap dengan makan malam yang belum di sentuh.
“ibu, besok bungkuskan makanan ayah saja untuk makan siangku besok yah ^^” Mika mencoba menghibur ibunya 

Hiro, ini email terakhirku. Mari bicara sekali lagi dan buatlah ini jelas. Aku tidak mau berpisah denganmu, besok sebelum ke sekolah aku akan menunggumu di tempat yang paling kau sukai. Jika kau tidak datang maka aku benar – benar menyerah..
Mika
Mika menungu Hiro yang datang hampir tengah hari, Hiro melarangnya untuk mendekatinya karena ia pikir sudah tidak ada yang perlu Mika bicarakan dengannya. 
 
“tapi kupikir kau ke sini karena kau masih ingin bersamaku,kan?! Aku tidak ingin berpisah Hiro..” Mika mulai mengeluarkan air mata, Hiro dengan dingin berkata kalau ia tidak akan lagi  mengelap air mata Mika sambil melemparkan cincin Mika yang kemarin.
 
“Bye” Hiro pergi sementara Mika masih terisak dan berusaha mengejar Hiro...

Hiro..kau adalah cinta pertamaku, aku tidak tahu abgaimana cinta berakhir dan jika aku tahu akhir itu sepedih ini aku tidak akan jatuh cinta, ya.. aku tidak akan jatuh cinta.... lagi  

Ayah dan ibu Mika bertengkar. Ayah Mika berniat menjual rumah mereka demi menyelamatkan bisnis dan ibu Mika tidak setuju.
 
“aku pulang” Mika yang dari tadi melihat orangtuanya berseteru mulai kesal. Orangtua Mika salah tingkah dan pura – pura tidak ada yang terjadi 

“Mika, ayah menghubungi berapa kali. Kau bolos lagi ya? Apa kau keluar bersama Hiro?”
“aku sudah putus dengan Hiro” Mika mulai mentihkan air matanya lagi dan membuat orangtuanya tidak percaya.
Besoknya, ayah Mika bertemu dengan Hiro. Ayah Mika dengan hati tulus menanyakan apa sebenarnya yang Hiro lakukan. Hiro cuek bilang kalau ia memutuskan Mika karena sudah bosan.
 
 “kau! Sewaktu putriku hamil kau bahkan berjanji akan membahagiakannya, dan ketika ia kehilangan bayinya ini yang kau lakukan? Apakah ini terlihat sesederhana yang kau pikirkan?”

“ya, boleh aku pergi? Anda sangat membosankan”
Ayah mika kesal dan memukul Hiro “aku...aku salah menilaimu waktu itu!”

Setengah tahun kemudian....

Di festival sekolah... Mika berpas pasan dengan Hiro, Hiro tidak bergeming melihat Mika dan berjalan sombong mengangkat dagu.. sementara Mika menguatkan diri dan terhenti langkahnya ketika melihat Hiro.
Di kamarnya, Mika meletakkan cincin di atas fotonya bersama Hiro, Mika menganggap barang – barang itu adalah kenangannya bersama Hiro, “Bye.. Hiro” lalu menguncinya rapat – rapat di dalam laci.
December 24...
Aya mengajak Mika party di rumahnya, Aya memperkenalkan Mika ke teman – temannya yang lain dan berharap Mika akan melupakan Hiro dan menemukan hati yang baru.

Tiba – tiba lampu mati dan suara jail “jingle bells.. jingle bells.. bla .. bla...” terdengar.

“aku Yuu” Yuu tiba – tiba nongol dan memberikan Mika kado ^^. (yang jadi Yuu ternyata Abe tsuyoshi yang pernah main di hana Yori Dango)
 
Aya dan teman – temannya yang lain asyik bermain sementara Mika hanya duduk di sofa, Yuu mencoba menghibur Mika dan bertanya apa yang paling diinginkan Mika dari seorang cowok.
“aku ingin dia datang dan memberiku bucket bunga penuh dengan baby’s breath dan bilang kalau ia mencintaiku,”

“baby’s breath? Apa itu?”
“bunga berwarna putih dan kecil (bunga yang dulu diberikan Hiro pas Mika ulangtahun), jika kau tidak tahu berarti kau tidak populer di mata cewek”

Jam berdetak hampir menunjukkan angka 12 “christmass Eve”, Mika bergegas pergi ke tempat bayinya dulu.

“kau mau kemana? Kau punya pacar untuk ditemui ya?” Yuu banyak tanya
“tidak, aku ingin menemui orang yang lebih penting di hidupku”

“kalau begitu biar kuantar, mobilku ada di luar” Yuu menwarkan diri tapi Mika menolak
Mika berjalan menuju tempat si bayi, langkahnya tiba – tiba terhenti ketika melihat Hiro yang berdoa dan membuat boneka salju untu bayi mereka.
“Hiro, apa yang kau lakuakn di sini? Kupikir kau sudah lupa..”
“oh, Hi .. lama tidak berjumpa” “akhir – akhir ini kau tidak pernah datang ke sekolah”
“ah~ itu membosankan” Hiro salah tingkah dan berusaha pergi menghindari Mika
 
Mika menghentikan langkahnya, air matanya kembali jatuh dan menanyakan kenapa mereka berakhir seperti ini? Apa tidak bisa kembali seperti dulu lagi? “topi itu.. mengapa kau 
memakai topi itu? Katanya kau tidak suka”
 
“aku hanya ingin kau membenciku..” Hiro berlari pergi 

Mika mengejarnya dan Hiro mulai hilang dari pandagannya, hanya jejak kakinya saja yang terlihat di pertigaan jalan, kini Mika di hadapkan dengan 2 pilihan... jalan yang dilalui Hiro atau jalan kehidupannya yang baru..
 
Mika mulai mengingat kembali semua kenangannya bersama Hiro.. saat Hiro memberikannya bunga, saat mereka berjanji akan datang setiap Christmass Eve setiap tahunnya...
Jika waktu itu aku memilih jalan yang lain.. akankah nasib akan berbeda? Mika menguatkan diri dan berjalan ke jalan hidupnya yang baru. 
 
Dari kegelapan Hiro memperhatikan Mika dan berharap Mika selamat sampai di rumah, ia kemudian batuk dan jatuh tersungkur, ia menangis sambil memegangi cincin yang masih melekat di tangannya.


 
Yuu tiba – tiba muncul, ia pura – pura tersesat dan beralasan kalau salju sangat lebat dan akan lebih baik jika ia menjemput Mika. 

“haa... ini takdir ^^.. aku tersesat dan bertemu denganmu” yuu banyak bicara
Mika terdiam dan dalam hati berkata kalau ini bukan takdir, ini adalah rencana si bayi untuknya, ini seperti si bayi sedang berkata “ibu sedang sedih.. aku juga sedih”

4 komentar:

rekhaikmy mengatakan...

.hyo rin, kapan nih lanjutannya di posting?

Kim Hyo Rin mengatakan...

@rekhaikmy:sementara dalam tahap pengerjaan ^^, sabar ya.. hwehehehe :3

makasih sudah berkomentar ^^

Marsheila mengatakan...

ceritanyaaa...
sedih bangettttttt >_<

Anonim mengatakan...

seruan the movieny yachh!!

Posting Komentar